Sebenarnya...menurut saya , poin terbesar dalam permasalahan Ambalat adalah antara 2 negara...Indonesia dan Malaysia...cuman karena Malaysia adalah negara Islam mayoritas, Indonesia yang warganya sangat subyektif, ga protes ....beda berat kalau si Malaysia tadinya adalah misalnya Australia apalagi Amerika.
Sebagai contoh, seorang WNI mengalami perlakuan kriminal di Amerika, semua sudah pada demo, BAKAR BENDERA, datangi kedubesnya, dll...tapi WNI yang mengalami perkosaan dan pukulan, strikaan di tubuh,dan gaji tidak dibayar di Arab tidak mempermasalahkannya...SUBYEKTIF BUKAN...??? INTROSPEKSI--- In [email protected], Lasma siregar <las032...@...> wrote: > > > Sebaiknya sebelum Indonesia menolak Shell, sudah punya > kontak yang baik dengan Malaysia hingga tak bisa > jadi permainan Shell. > > Seandainya Intel kita bisa tahu lebih dulu apa yang akan > diperbuat Shell dan Malaysia siap menghadapi campur tangan > asing dan mau kerja sama buat keuntungan bersama > maka kisahnya mungkin berbeda.... > > Apa daya nasi sudah jadi bubur, tak bisa kembali jadi > beras untuk dimasak jadi nasi kembali! > Pelajaran pahit yang perlu dikenang seumur hidup! > Intel kita perlu belajar dari Mossad! > > Salam > Las >
