kalau boleh saya komentar sedikit, ya pak..
betul nyeri pnggang disertai rasa ingin pipis terus bisa diakibatkan syaraf 
yang terjepit dikarenakan kelainan di tulang belakang / tulang punggung.
akan tetapi biasanya kelainan nya sering disertai gangguan buang air besar atau 
gangguan persyarafan di tungkai, dikarenakan persyarafan yang ada di tulang 
punggung adalah cabang besar yang selain mempersyarafi kandung kencing juga 
mempersyarafi anus dan tungkai. 
Adapun diagnosa pembesaran prostat hanya dengan perabaan melalui lubang dubur. 
kalau memang teraba dengan jari prostat membesar, maka diagnosa pembesaran 
prostat sudah bisa ditegakkan. gejala pembesaranprostat adalah antara lain, BAK 
sering karena volume kandung kencing sebagian terisi oleh prostat,  Mau BAK 
harus nunggu lama, Kalaupun keluar pancaran tidak kuat, kalau berhenti masih 
sering menetes, BAK harus mengedan s/d Tidak bisa BAK sama sekali.  Indikasi 
operasi adalah biasanya kalau BAK sudah harus mengedan, dan biasanya pasien 
datang dengan keadaan sudah tidak bisa BAK sama sekali. Bila masih bisa BAK 
diagnosa prostat bisa dikonfirmasi dengan pemeriksaan enzym prostat di lab. dan 
biasanya masih diterapi dengan obat2an dulu.

Bila benar diagnosa TBC rulang belakang maka terapinya pengobatan TBC selama 
sedikitnya 6 bulan.

Operasi Prostat ada beberapa pilihan :
1. Operasi , mengangkat prostat dari dinding perut bagian depan
2.Mengikis prostat dengan pembakaran, Transurethral Prostatectomy (TUR), tanpa 
luka op
3.menghancurkan prostat dengan laser
3 . dll tergantung fasilitas yang tersedia di RS.

semua teknik pengangkatan prostat memiliki resiko dan efek samping/komplikasi. 
Kejadian komplikasi bervariasi. Perdarahan adalah komplikasi yang paling 
sering. sebelum operasi dilakukan seharusnya pasien sudah diberitahu, sebab 
resiko/efek samping/komplikasi itu pasien yang harus menjalani. Bila tidak 
terjadi komplikasi, maka prognosa pasien baik.

Pembesaran prostat bisa disebabkan tumor jinak atau tumor ganas. bila ternyata 
tumor ganas, maka prognosanya kurang baik. pasien harus tahu apakah tumornya 
jinak atau ganas.  hal ini bisa diketahui melalui pemeriksaan patologi anatomi 
dari jaringan prostat yag diangkat.

Saya turut berduka atas meninggalnya besan anda. tapi saya tidak tahu apakah 
meninggalnya disebabkan komplikasi operasi atau dikarenakan penyakitnya itu 
sendiri.

Saya tidak tahu bagaimana RS Mount Elizabeth bisa menampik diagnosa prostat 
sedangkan jaringan prostatnya sendiri memang sudah diangkat.

Pengobatan alternatif tetap bukan pilihan yang terbaik. disamping bukan 
didasarkan atas penelitian bertahun2 sebagaimana ilmu kedokteran, bila terjadi 
kesalahan dalam pengobatan alternatif anda tidak bisa meminta pertanggung 
jawaban sama sekali. 

zaman sekarang sebaiknya memilih dokter selain memang dikarenakan reputasi nya 
anda juga sebaiknya memilih dokter yang komunikatif, yang mau menyediakan waktu 
untuk menjelaskan semuanya kepada pasien.

Trims. mhn maaf bila ada yg kurang berkenan.



________________________________
From: rzain <[email protected]>
To: [email protected]
Sent: Friday, June 5, 2009 7:55:53 AM
Subject: [Forum-Pembaca-KOMPAS] Dokter operasi





Tahun 1999 saya mengalami sakit pinggang luar biasa, kemudian saya menghubungi 
Dr Orthopedi yang praktek di RS yang berlokasi di Jln Gatot Subroto, yang kedua 
kalinya saya datang lagi karena sakit makin menjadi dan selalu ingin pipis. 
Karena Dr Orthopedi belum datang saya memeriksakan ke Dr Urolog, Dr ini 
langsung meminta saya di rawat nginap. Setelah saya menjalani beberapa test 
laboratorium oleh DR tsb diharuskan operasi prostat. Untung isteri saya tidak 
setuju karena akan minta pendapat kedua dari dokter lain mengingat waktu itu 
operasi prostat bisa menimbulkan side effect yang mengganggu.

Betul oleh seorang Dr lain setelah test MRI ditemui bahwa syaraf tulang 
belakang saya terjepit akibat keropos tulang yang penyebabnya dicurigai karena 
TBC tulang.. Pendapat ini diperkuat oleh seorang ahli pengobatan alternatif di 
Pandegelang. Pengobatan keduanya saya ikuti krena yang alternatif hanya melalui 
pijatan halus tampat obat. Alhamdulillah saya kemudian sembuh.

Pada tahun 2003, besan saya menjalani operasi prostat pada Dr Urolog yang sama 
di RS Jalan G. Subroto. Betul side effect sangat mengganggu selain pipis terus 
menerus juga dia juga mengalami pendarahan. 

Rujukan di RS M Elizabeth menyatakan bahwa besan saya tdk terkena penyakit 
prostat, pendarahan akibat salah operasi.

Beberapa bulan kemudian besan meninggal dunia.





      

[Non-text portions of this message have been removed]

Kirim email ke