Benar pak Hakiki, sehinggalah dokter tak ubahnya mekanik alat berat.
Pengkotak-kotakan itu awalnya adalah untuk rujukan, memudahkan konsentrasi
pada bidang-bidang tertentu. Tidak cuma spesialis sekarang pak, tetapi juga
super spesialis. Sekolahnya luar biasa mahal!

Tetapi kemudiannya pasien juga seringkali tidak melalui dokter umum dulu,
tetapi langsung juga ke dokter spesialis. Saya harapkan Dokter Keluarga
dimanfaatkan sebaik-baiknya. Dokter kesehatan keluarga, di beberapa negara
termasuk Malaysia adalah bidang spesialisasi. Adanya dokter ini yang
membawahi satu area, akan membawa banyak manfaat bagi masyarakat..tapi kalau
saya terangkan disini itu satu SKS sendiri..:-)) Bahkan seharusnya seseorang
yang dicalonkan jadi Menkes mendatang seharusnya dalam bidang ini.

2009/6/8 Hakiki Akbari <[email protected]>

>
>
> Bung Adyanto, ikut komentar ya..
> saya prihatin melihat teman sejawat saja bisa mengalami hal spt yang bung
> adyanto ceritakan. kalau menurut hemat saya itu adalah salah satu efek
> samping dari pengkotak2an ilmu kedokteran dalam bentuk spesialisasi dokter.
> Dokter jadi melihat sebatas kespesialisasiannya saja. misalnya : pasien
> sakit kepala : dokter gigi akan menyangka jangan2 sakit gigi, dokter syaraf
> menyangka jangan2 syaraf yang terjepit atau tumor otak, dokter penyakit
> dalam akan berpikir jangan2 hipertensi.
> karenanya penting sekali melakukan konsultasi antar dokter bila memang
> diperlukan.
> kasus pak dokter bedah itu yang divonis kanker pankreas , sebenarnya,
> seharusnya pak dokter bedah sudah mahfum bahwa kanker pankreas juga menjadi
> ranahnya ahli bedah. minta second opinion dari dokter lain adalah sangat
> logis dan sangat bijak. Kesalahan Internist nya saya kira adalah tidak
> berkonsultasi dengan dokter lain yang juga menguasai masalah ini, misal
> dokter bedah. dokter bedah juga sering kesulitan dan sering harus konsultasi
> dengan bagian lain, kok.
> Gambaran abcess (bisul) payudara sering mirip kanker karena warnanya merah,
> kulitnya seperti kulit jeruk dsb.  lagi2 internist memvonis kanker payudara
> yang seharusnya juga menjadi ranah dokter ahli bedah. harusnya ya lagi2
> konsultasi minta pendapat teman sejawat bedah dulu sebelum memutuskan harus
> anputasi payudara. keputusan amputasi  bukan terletak pada bahu dokter
> internis tapi dokter bedah.
>
> hati2.. Tidak ada salahnya minta pendapat kedua atas penyakit anda, jangan
> ragu minta pendapat kedua.

Kirim email ke