Seorang kawan saya, ibunya baru meninggal sekitar 2 bulan lalu. Saat masih dirawat di RS, ditangani oleh 7 orang dokter yang masing-masing mengeluarkan resep untuk ditebus dan dibayar saat itu juga. Sungguh, memang bukan pengalaman yang menyenangkan berurusan dengan RS dan dokter.
Salam, ________________________________ Dari: rzain <[email protected]> Kepada: [email protected] Terkirim: Jumat, 5 Juni, 2009 07:55:53 Topik: [Forum-Pembaca-KOMPAS] Dokter operasi Tahun 1999 saya mengalami sakit pinggang luar biasa, kemudian saya menghubungi Dr Orthopedi yang praktek di RS yang berlokasi di Jln Gatot Subroto, yang kedua kalinya saya datang lagi karena sakit makin menjadi dan selalu ingin pipis. Karena Dr Orthopedi belum datang saya memeriksakan ke Dr Urolog, Dr ini langsung meminta saya di rawat nginap. Setelah saya menjalani beberapa test laboratorium oleh DR tsb diharuskan operasi prostat. Untung isteri saya tidak setuju karena akan minta pendapat kedua dari dokter lain mengingat waktu itu operasi prostat bisa menimbulkan side effect yang mengganggu. Betul oleh seorang Dr lain setelah test MRI ditemui bahwa syaraf tulang belakang saya terjepit akibat keropos tulang yang penyebabnya dicurigai karena TBC tulang. Pendapat ini diperkuat oleh seorang ahli pengobatan alternatif di Pandegelang. Pengobatan keduanya saya ikuti krena yang alternatif hanya melalui pijatan halus tampat obat. Alhamdulillah saya kemudian sembuh. Pada tahun 2003, besan saya menjalani operasi prostat pada Dr Urolog yang sama di RS Jalan G. Subroto. Betul side effect sangat mengganggu selain pipis terus menerus juga dia juga mengalami pendarahan. Rujukan di RS M Elizabeth menyatakan bahwa besan saya tdk terkena penyakit prostat, pendarahan akibat salah operasi. Beberapa bulan kemudian besan meninggal dunia. Lebih bersih, Lebih baik, Lebih cepat - Yahoo! Mail: Kini tanpa iklan. Rasakan bedanya! http://id.mail.yahoo.com [Non-text portions of this message have been removed]
