Siap! Saya tidak mau kita terjebak hanya urusan 'Mega-SBY' .. Sama seperti yang 
dikatakan 'Trah Kenedy' ketika mendukung Obama di Konvensi Partai Demokrat (yg 
di Amerika) yang meyakinkan kelas elit partai dengan perkataan 'Janganlah 24 
tahun ini menjadi sekedar urusan Bush vs Clinton'

Karena, Bush senior diganti Bill Clinton, Lalu Bill diganti Bush Junior.. Lalu, 
datang Hilary Clinton nantang.. Tapi, saya melihatnya 'Trah Kenedy' tidak mau 
ada trah baru, yaitu 'Trah Clinton'.. Bung Budiarto Shanbassy pernah bilang di 
milis ini 'Obama mendapat berkah Nya'.. Saya sepakat, karena sebenarnya Senator 
Edward Kennedy akan masuk konvensi TAPI terkena stroke.. Itulah, lalu jalan 
bagi BHO..

Sayang kita tidak lihat itu di tubuh partai oposisi Indonesia, tapi saya yakin 
ini pun berkah dari Nya agar kita menyadari bahwa bangsa ini bukan hanya soalan 
'SBY vs Mega'

Teori relativitas Einstein mengatakan bahwa 'Jika dua titik saling konflik, 
maka solusi akan datang dari titik ketiga diluar dua titik yang saling 
bertabrakan'.. Ada juga Teori Newton 'Aksi akan melahirkan Reaksi'..

Pidato SBY reaksi dari aksi Mega di KPU.. Lalu, kalau dikembalikan ke teori 
Einstein ya akan sama saja KUALITAS KEDUANYA..

Coba liat, media menyoroti 'Mega tidak mau salaman dgn SBY' kalau kita bangsa 
yang besar harus berpijak dari nilai yang konstan, yaitu KSATRIA.. Saya tanya 
waktu di KPU adakah yg melihat SBY berusaha salam ke Mega?? Jadi, kalau saya 
jadi media saya akan Tulis Mega dan SBY sama2x tidak legowo..

Sekali lagi urusan kita bukan hanya SBY vs Mega.. Kalau ada yang terus2xan 
mengkapitalisasi hal itu, saya katakan ini bukan urusan keluarga bung!

Salam penonton,

-Yanuar Rizky- (mail to: [email protected]) transmitted by tukang posĀ®[on the 
net: www.elrizky.net]



-----Original Message-----
From: pudimartini <[email protected]>

Date: Sat, 13 Jun 2009 09:16:50
To: <[email protected]>
Subject: Re: [Forum-Pembaca-KOMPAS] SBY: Saya Kesatria


Mas Yanuar,
Yang   " k a s a t   r a s a " itu yang semakin pudar
tenggang rasa , tepo seliro itu mulai hilang.
Sang Ksatriapun demikian.
Mengatakan jangan mengkritik, jangan menjelekkan kontestan lain
namun melakukan sendiri pada saat yang bersamaan

Kirim email ke