Baca bae2 ini:
"Saya ini kesatria. Tidak mau menyimpang dari aturan dan taat aturan. Tidak baik di depan rakyat hantam menghantam apalagi dalam deklarasi kampanye damai," ujar SBY saat mengawali kampanye nasionalnya di GOR Ken Arok Malang, Jawa Timur, --- In [email protected], Bambang Sulistomo <pembebasan.bsulist...@...> wrote: > > kasian ya mas beye ini, > menganggap diri ksatria itu adalah tabu dalam dunia pewayangan, > menganggap diri ksatria itu adalah tabu dalam dunia kebatinan, > sebab ksatria itu adalah salah satu sikap pahlawan, > artinya, menganggap diri sebagai ksatria adalah juga menganggap dirinya > pahlawan, > padahal seorang pahlawan, jangan-kan menyebut jasanya, > untuk menyebut dirinya pahlawan itu adalah sebuah tabu besar bos ! > saya juga heran, kenapa mas beye ini merasa dikeroyok, > seharusnya mas beye sadar bahwa saat pemilu legislatif, > yang dikatakannya aman dan tertib, > padahal yang paling buruk sejak kemerdekaan negeri ini, > sebab ada sekitar empatpuluhjuta pemilih yang tidak diundang > partainya mas beye kan dapat suara 20 % lebih, > sedangkan partainya om jk dan mbak mega keduanya hanya dapat suara 30% > kan sekarang mas beye udah berhasil ngumpulin hampir 45 % > dari koalisi partai pendukung, seperti pks, pkb, pan, ppp > dan partai-partai kecil yang kepingin kebagian juga berkuasa, kalau bisa > masa dengan pendukung sebesar itu , selalu merasa dikeroyok sih mas ? > tapi mas beye selalu menggunakan teori kontradiksi ketidak-seimbangan, > (unbalanced contradictory conflict) kalau salah betulkan om. > dalam strategi mempromosikan dan membela dirinya dalam pilpres, > teori dari majemen konflik ini bisa saja suatu saat berhasil, > tapi pada saat lainnya belum tentu berhasil, > karena strategi itu akan menjadi semacam senjata makan tuan, > bila para pesaing berhasil menarik para pendukung mas beye > untuk memperlihatkan wataknya yang aseli, > misalnya sikap-sikap yang menunjukkan tidak satunya kata dengan perbuatan, > atau membiarkan segala macam rekayasa kecurangan untuk meraih kemenangan, > sebab masyarakat yang hampir empatpuluhjuta yang tidak diundang ikut pemilu > itu, > sangat mengetahui bahwa penyusun terakhir dari DPT itu adalah Depdagri dan > KPU, > setelah dapat masukkan dari semua pimpinan daerah > dimana disana adalah partai-partai yang berkuasa ditingkat atasnya, > tapi ditingkat bawahnya kan tetap administrasi birokrasi-nya mas beye. > tentu dengan terbuka mereka bisa menyebut bahwa > birokrasi itu adalah mas beye sebagai komandan-nya. > sep[erti sebuah iklan besar dimedia, termasuk kompas, > bagaimana hasil jajak pendapat yang dibuat oleh LSI dengan sponsor fox-nya > mas beye, > dibandingkan hasil jajak pendapat > dengan tiga lembaga survey lainnya yang lebih independen. > saya sangat tidak terkejut, tapi bagi sebagian orang yang sudah mulai > mem-berhala-kan seseorang dan kekuasan-nya, > itu jelas akan merupakan semacam pencerahan batin dan kesadaran yang > dahsyat. > strategi kontadiksi ketidak-seimbangan > seperti yang disarankan para penasehat kampanye mas beye > juga akan melemah, pada saat para pesaing akan semakin terbuka, > mengungkapkan semua strategi , amunisi berupa fakta cadangan-nya yang akan > mematahkan teori kontradiksi ketidak seimbangan > dalam rangka manajemen konflik-nya mas beye > oleh sebab itu om denny ja sudah membaca dan melakukan kir-ka untuk itu, > maka akan diusahakan-lah pilpres ini hanya satu putaran, > kalau belum jera, silahkan lanjutkan. > salambambangsulistomo.
