kasian ya mas beye ini,
menganggap diri ksatria itu adalah tabu dalam dunia pewayangan,
menganggap diri ksatria itu adalah tabu dalam dunia kebatinan,
sebab ksatria itu adalah salah satu sikap pahlawan,
artinya, menganggap diri sebagai ksatria adalah juga menganggap dirinya
pahlawan,
padahal seorang pahlawan, jangan-kan menyebut jasanya,
untuk menyebut dirinya pahlawan itu adalah sebuah tabu besar bos !
saya juga heran, kenapa mas beye ini merasa dikeroyok,
seharusnya mas beye sadar bahwa saat pemilu legislatif,
yang dikatakannya aman dan  tertib,
padahal  yang paling buruk sejak kemerdekaan negeri ini,
sebab ada sekitar empatpuluhjuta pemilih yang tidak diundang
partainya mas beye kan dapat suara 20 % lebih,
sedangkan partainya om jk dan mbak mega keduanya hanya dapat suara 30%
kan sekarang mas beye udah berhasil ngumpulin hampir 45 %
dari koalisi partai pendukung, seperti pks, pkb, pan, ppp
dan partai-partai kecil yang kepingin kebagian juga berkuasa, kalau bisa
masa dengan pendukung sebesar itu , selalu merasa dikeroyok sih mas ?
tapi mas beye selalu menggunakan teori kontradiksi ketidak-seimbangan,
(unbalanced contradictory conflict) kalau salah betulkan om.
dalam strategi mempromosikan dan membela dirinya dalam pilpres,
teori dari majemen konflik  ini bisa saja suatu saat berhasil,
tapi pada saat lainnya belum tentu berhasil,
karena strategi itu akan menjadi semacam senjata makan tuan,
bila para pesaing berhasil menarik para pendukung mas beye
untuk memperlihatkan wataknya yang aseli,
misalnya sikap-sikap yang menunjukkan tidak satunya kata dengan perbuatan,
atau membiarkan segala macam rekayasa kecurangan untuk meraih kemenangan,
sebab masyarakat yang hampir empatpuluhjuta yang tidak diundang ikut pemilu
itu,
sangat mengetahui bahwa penyusun terakhir dari DPT itu adalah Depdagri dan
KPU,
setelah dapat masukkan dari semua pimpinan daerah
dimana disana adalah partai-partai  yang berkuasa ditingkat atasnya,
tapi ditingkat bawahnya kan tetap administrasi birokrasi-nya mas beye.
tentu dengan terbuka mereka bisa menyebut bahwa
birokrasi itu adalah mas beye sebagai komandan-nya.
sep[erti sebuah iklan besar dimedia, termasuk kompas,
bagaimana hasil jajak pendapat yang dibuat oleh LSI dengan sponsor fox-nya
mas beye,
dibandingkan hasil jajak pendapat
dengan tiga lembaga survey lainnya yang lebih independen.
saya sangat tidak terkejut, tapi bagi sebagian orang yang sudah mulai
mem-berhala-kan seseorang dan kekuasan-nya,
itu jelas akan merupakan semacam pencerahan batin dan kesadaran yang
dahsyat.
strategi kontadiksi ketidak-seimbangan
seperti yang disarankan para penasehat kampanye mas beye
juga akan melemah, pada saat para pesaing akan semakin terbuka,
mengungkapkan semua strategi , amunisi berupa fakta cadangan-nya yang akan
mematahkan teori  kontradiksi ketidak seimbangan
dalam rangka manajemen konflik-nya mas beye
oleh sebab itu om denny ja sudah membaca dan melakukan kir-ka untuk itu,
maka akan diusahakan-lah pilpres ini hanya satu putaran,
kalau belum jera, silahkan lanjutkan.
salambambangsulistomo.

2009/6/13 pudimartini <[email protected]>

>
>
> Mas Yanuar,
> Yang " k a s a t r a s a " itu yang semakin pudar
> tenggang rasa , tepo seliro itu mulai hilang.
> Sang Ksatriapun demikian.
> Mengatakan jangan mengkritik, jangan menjelekkan kontestan lain
> namun melakukan sendiri pada saat yang bersamaan

Kirim email ke