Butet ini seniman, tapi sebagai warganegara dia juga berhak punya sikap politik. Kalo dia disewa oleh salah satu kubu dan dikasih proyek titipan, tapi tak sesuai dengan sikap politik dia, pasti dia akan menolak. Tapi kalo isi titipannya sejalan dengan sikap politik dia, ya pasti dia terima order itu dengan senang hati. Dapet bayaran sekaligus menyuarakan aspirasi politiknya. Enaknya sih, sikapi saja dengan rileks dan gak usah terlalu dibesar-besarkan. manneke
--- On Sun, 6/14/09, Atriza <[email protected]> wrote: From: Atriza <[email protected]> Subject: Re: [Forum-Pembaca-KOMPAS] Re: Monolog Butet sangat memukau To: "Forum Kompas" <[email protected]> Received: Sunday, June 14, 2009, 7:50 PM Butet telah terjebak dalam permainan politik,apa pun alasan nya.Kita cuma menyesalkan sikap dia sebagai seorang seniman. Seniman itu seharusnya punya rasa dan kelembutan dibanding orang lain. Itu yg membedakan seniman dan yg kita nikmati dari sebuah karya seorang seniman. Justru seharus nya dia sebagai seorang seniman memberikan rasa sejuk dan air pendingin di tengah suasana yg panas.Menikmati karya seni di atas panggung beda falsafah nya dg menikmati ring tinju yg selalu menjatuhkan orang lain.Kita tidak melihat itu adalah pertunjukan seni,tapi lebih mirip protes seorang demonstran atau pidato seorang politikus yg menjatuhkan lawan politik nya.Seharusnya Butet jadi politikus saja.Tapi itu adalah pilihan Butet dan di era ini kata nya kita tidak boleh melarang siapa2.Sayang sekali seorang seniman seperti itu... Sent from my BlackBerry® smartphone from Sinyal Bagus XL, Nyambung Teruuusss...!
