Banyak yang mencerca monolog butet, tapi banyak juga yang mendukung, termasuk 
pengirim email ini termasuk yang berempati. Pagelaran seni masing-masing capres 
tentu tdk lepas dari pesan dan nilai seni masing-masing penjualnya.  Butet sdh 
bilang kalo yang nyuruh adalah capres mega pro, tentu hrs disesuaikan.  Seni 
adalah penyeampaian nilai.  Yang diutarakankan juga fakta dan opini, yang 
dikemas dalam kritik dan sindiran. Wah kalo ada yang tersindir yang berarti 
merasa bhw itu benar.  Jadi kalo melihat kenyataan saat ini patut kita 
prihatin, karna kita dihina oleh org-org tetangga kita, bahkan kedaulatan. 
Sukses Mega Pro wujudkan kedaulanan bangsa dan negara kita. Untuk Kesejahteraan 
Rakyat Indonesia, bukans semata-mata pertumbuhan, yg bertumbuh ya 
itu..........itu juga. Salam Merdeka!

--- On Tue, 6/16/09, rio siagian <[email protected]> wrote:


From: rio siagian <[email protected]>
Subject: Re: [Forum-Pembaca-KOMPAS] Re: Monolog Butet sangat memukau
To: [email protected]
Date: Tuesday, June 16, 2009, 5:20 AM








teman-teman,
mari kita buat analogi bahwa pilpres kali ini seperti pertandingan sepakbola, 
katakanlah seperti final liga champions mu vs barcelona.
apakah salah dan dianggap memicu kerusuhan jika manager salah satu tim, dalam 
sebuah konfrensi pers sebelum pertandingan yang bertujuan agar pertandingan 
berlangsung fair, mengatakan pandangan bahwa:
1. agar tiket dijual kepada seluruh suporter dari kedua tim, tidak hanya dari 
tim tertentu;
2. agar wasit yang memimpin pertandingan tidak berat sebelah mendukung tim 
tertentu, karena berdasarkan pertandingan terdahulu, lepas dari unsur 
kesengajaan atau tidak, wasit terlihat membela tim tertentu;
3. ada kondisi sosial yang berkembang di masyarakat akibat krisis ekonomi 
(baca: krisis global) yang mengakibatkan potensi kerusuhan, jika panitia tidak 
berusaha menciptakan kondisi kondusif bagi semua pihak.
4. kedua pihak suporter agar tidak dibekali dengan senjata tajam ataupun 
dibiarkan mabuk sebelum masuk stadion.
5. pertandingan tersebut adalah sebuah sarana untuk menunjukkan kepada dunia 
bahwa liga champions merupakan liga yang mengembangkan sepakbola yang baik di 
eropa.
apakah itu dapat dianggap merusak suasana konfrensi pers agar pertandingan 
berlangsung secara fair?
jika analogi diatas kita pakai dalam pilpres maka point 1 menyatakan soal dpt, 
point 2 peran kpu, point 3 krisis ekonomi di masyarakat, point 4 tentang money 
politik, point 5 tentang martabat bangsa.
saya ingat kemarahan banyak orang ketika israel menyatakan damai kepada 
palestina tanpa menarik mundur pasukannya dari jalur gaza, memaksa palestina 
melucuti senjatanya padahal pasukan israel tidak, dan dengan mediator yang 
dianggap memihak israel (usa). hamas, fatah, liga arab marah dengan pemaksaan 
defenisi damai yang sepihak tanpa memenuhi syarat-syarat penciptaan kondisi 
damai.
sehingga saya kira apa yang disampaikan tim mega-prabowo (baik melalui butet 
atau melalui mega sendiri) adalah sebuah hal yang wajar. jika anda 
menggugatnya, jangan-jangan anda tidak mendukung prasyarat umum yang 
mengakibatkan kedamaian itu ada.
 
salam
-rio siagian-

Kirim email ke