Seandainya orang Sumut, Kaltim dan Sulawesi ini kita ganti dengan "orang Papua, Keturunan, orang yang tidak 100% pribumi, lantas bagaimana reaksinya? (Ini cuma seandainya, tanpa logika)
Tanpa perlu ada diantara mereka yang Capres, orang jelas bakal beraksi karena dianggap kurang sehat dan mengganggu pada saat Pilpres, berkomentar seperti itu.... AM mungkin tidak rasis/berbau SARA, tapi jelaslah orangnya agak kurang sensitif. Bukan hanya apa yang dikatakan tapi bagaimana mengatakannya, kapan dan dimana juga penting! Salam Las --- On Mon, 6/7/09, loekyh <[email protected]> wrote: From: loekyh <[email protected]> Subject: [Forum-Pembaca-KOMPAS] AM tidak rasis/berbau SARA To: [email protected] Received: Monday, 6 July, 2009, 3:09 PM Seandainya saat sekarang ketiga pernyataan berikut muncul di harian lokal: 1. Belum saatnya orang Sumut jadi presiden 2. Belum saatnya orang Kaltim jadi presiden 3. Belum saatnya orang Sulawesi hanya pernyataan ketiga yang akan bikin heboh dan 'tersinggung' banyak orang. Mengapa? Jawabnya: Karena ADA PILPRES yang salah satu capresnya orang Sulsel. Seandainya ucapan AM rasis, maka ketiga pernyataan di atas (bukan hanya satu pernyataan terakhir) yang akan bikin heboh. KESIMPULAN: Pernyataan yang terakhir bikin heboh media nasional karena ADA PILPRES, bukan karena rasis/berbau SARA. Apa bedanya dengan mengucapkan 'Belum saatnya orang Indonesia menjadi Sekjen PBB'? Salam ____________________________________________________________________________________ Access Yahoo!7 Mail on your mobile. Anytime. Anywhere. Show me how: http://au.mobile.yahoo.com/mail
