Ya tetap sara dong om Lasma.
Apakah ada hubungannya saat seseorang bisa menjadi presiden dengan suku bangsa?
Semestinya rekam jejak, kapabilitas, atau kriteria lain yg menentukan
apakah seseorang itu sudah saatnya jadi presiden atau tidak, bukan
suku bangsa seseorang.

Jika anda pikir itu bukan sara, maka cara berpikir anda memang sudah sara.

salam,

-bank al-

2009/7/7 Lasma siregar <[email protected]>:
>
> Seandainya orang Sumut, Kaltim dan Sulawesi ini kita ganti
> dengan "orang Papua, Keturunan, orang yang tidak 100% pribumi,
> lantas bagaimana reaksinya? (Ini cuma seandainya, tanpa logika)
>
> Tanpa perlu ada diantara mereka yang Capres, orang jelas bakal
> beraksi karena dianggap kurang sehat dan mengganggu
> pada saat Pilpres, berkomentar seperti itu....
>
> AM mungkin tidak rasis/berbau SARA, tapi jelaslah orangnya agak
> kurang sensitif.
> Bukan hanya apa yang dikatakan tapi bagaimana mengatakannya,
> kapan dan dimana juga penting!
>
> Salam
> Las

Kirim email ke