Bung Loeky, Jangan salahkan pendukung JK bila mereka memberikan reaksi yang berlebihan. Dalam masa kampanye dengan persaingan yang cukup ketat tersebut, semua pihak berupaya melakukan blow up atas kelemahan lawan politiknya. Itu merupakan reaksi yang sangat manusiawi dalam rangka memenangkan persaingan. Karena itulah yang harus dikendalikan adalah Sdr. Andi M yang harus banyak belajar bagaimana cara berkomunikasi yang efektif dan efisien, baik kepada para pendukungnya maupun kepada lawan politiknya, terutama pada situasi yang kritis dan sangat sensitif tersebut, sehingga masalahnya tidak melebar kemana - mana hanya karena penggunaan kata yang tidak tepat sehingga berpotensi multi tafsir. Sebetulnya Sdr. Andi M sudah diingatkan oleh Forum Rektor bahwa pemilihan kata dalam kalimat yang diucapkannya tidak tepat sehingga berpotensi menjadi multi tafsir. Untuk itu Forum Rektor meminta agar Sdr. Andi M meluruskan pernyataannya dan meminta maaf bila dia telah menggunakan kata yang tidak tepat sehingga bisa diartikan lain oleh lawan politiknya. Tetapi ternyata Sdr. Andi M menolak permintaan tersebut mentah - mentah, malah membuka "Front Permusuhan" dengan Forum Rektor, sehingga Forum Rektor yang tadinya berpendapat bahwa Sdr. Andi M telah melakukan "kesalahan kata" berubah menjadi telah terjadi "kesalahan otak". Saya masih percaya kepada Forum Rektor yang memiliki integritas yang tinggi terhadap bangsa ini dan berupaya untuk menengahi "sengketa" tersebut agar masalahnya tidak melebar kemana - mana. Jadi saran saya: Jangan membuka peluang untuk diserang. Caranya: Jangan membuat kesalahan yang tidak perlu sehingga menimbulkan persoalan yang serius. Sdr. Andi M seharusnya memahami hal ini dengan baik. Salam, Adyanto Aditomo
--- Pada Kam, 9/7/09, loekyh <[email protected]> menulis: Dari: loekyh <[email protected]> Judul: Re: Bls: [Forum-Pembaca-KOMPAS] AM tidak rasis/berbau SARA Kepada: [email protected] Tanggal: Kamis, 9 Juli, 2009, 3:57 AM Saya menyerang mereka yang bereaksi berlebihan dg mengatas-namakan SARA. Ini yang lebih berbahaya karena sudah sering terjadi orang begitu gampangnya bertindak anarkis dengan mengatas-namakan suku, agama, dsb. Memang AM berbuat salah, dari sisi etika. Tetapi sasaran (walaupun secara tak langsung) dari dari AM adalah JK. Para penjilat JK lah yang tampak memprovokasi dg memperlebar dan menambah-nambah bobot kesalahan AM sampai melebar ke masalah SARA dan konstitusi yang rentan dg gejolak anarkis. Salam
