Bung hari Setyaka,
�
Kasus Prita Mulyasari ini lebih besar muatan Politisnya katimbang muatan 
Hukumnya karena kasus ini akan digunakan oleh para pemimpin Politik kita untuk 
saling melemahkan lawan politiknya.
�
Jadi menurut saya justru ini kesempatan emas bagi Megawati untuk menekan SBY.
Bila Prita Mulyasari bisa dibebaskan pengadilan akibat tekanan dari PDIP dan 
Megawati, kredibilitas SBY akan rontok dimata masyarakat.
Tetapi bila ternyata Megawati gagal membebaskan Prita Mulyasari, Megawati dan 
PDIP bisa bilang bahwa pada dasarnya SBY dan Boediono adalah antek Neolib yang 
bertujuan untuk mencelakakan masyarakat yang berani mengeluhkan perlakukan 
sewenang - wenang Para Pemilik Modak Kuat.
Bila akibat aksi Megawati dan PDIP tersebut membuat RS OMNI Internasional 
bangkrut akibat diboikot oleh masyarakat, bisa saja itu dinyatakan sebagai 
kemenangan Megawati melawan Neolib.

Jadi bagi Megawati, apakah Prita Mulyasari bebas atau tetap dihukum, akan 
sangat menguntungkan posisinya sebagai Pihak Oposisi dan akan membuat SBY 
sebagai "pecundang" dimata para pendukungnya sendiri.
�
Supaya SBY tidak masuk kedalam "jebakan maut" ini, ya SBY harus secara aktif 
menekan Kejaksaan yang telah bertindak atas nama Negara dan berarti juga atas 
nama SBY sebagai Kepala Negara untuk membebaskan Prita Mulyasari dari segala 
tuntutan hukum.
�
Jadi mari kita tunggu kelanjutan dari cerita Prita Mulyasari ini.
�
Salam,
�
Adyanto Aditomo
--- Pada Sab, 1/8/09, Harya Setyaka <[email protected]> menulis:


Dari: Harya Setyaka <[email protected]>
Judul: Re: [Forum-Pembaca-KOMPAS] Putusan Bebas Dibatalkan, Prita Syok dan 
Menangis
Kepada: [email protected]
Tanggal: Sabtu, 1 Agustus, 2009, 12:57 PM


�



Sayang Mega sudah kalah PilPres..jadi tidak lagi merasa perlu mendukung
Prita..
ini juga ujian bagi Mega.. apakah dia betul-2 mendukung Prita.. atau hanya
numpang ngetop aja..
-K-

Kirim email ke