Yth Bung Umar, Tampaknya perdebatan antara para ahli masih belum tuntas. Ada seorang ahli yang memberi komentar,seandainya seluruh es di kutub mencair,maka paling tinggi hanya 6 meter saja tinggi kenaikan air laut didunia.
Oleh karenanya Amerika Serikat belum mau percaya pada skenario terparah yang dikemukan oleh ahli lingkungan. Mirip debat tentang DPT Pemilu di Indonesia. Mari kita tunggu para peneliti sepakat,namun para peneliti ,kita harus tetap waspada dan terus memantau,oleh karena dari model global warming yang di buat oleh Middlesix University, UK,kepulauan Indonesia dan pulau di Pacific termasuk yang paling parah dalam menerima akibat dari pemanasan global. Salam Hormat, Bakri Arbie. --- On Wed, 8/5/09, Syukur Umar <Syukur_umar@ yahoo.com> wrote: From: Syukur Umar <Syukur_umar@ yahoo.com> Subject: Re: [AlumniPrancis] Skenario Energi Dunia 2030 dan Dunia makin PANAS. To: AlumniPrancis@ yahoogroups. com Date: Wednesday, August 5, 2009, 6:29 PM � Rekan� Alumni, saya masih tanda tanya besar lo terhadap argumentasi bahwa permukaan air laut akan naik karena pencairan es di kutub sebagai konsekuensi kenaikan suhu bumi. Persoalannya air dalam bentuk es di kutub menurut dosen saya dulu di Perancis merupakan 1 persen dari air dunia. Jadi saya berfikir, kalau toh semua es itu mencair tidak bakalan menaikkan permukaan laut. Mungkin yang penting adalah gaya gravitasi bumi yang harus dikalibrasi. Bumi yang semakin kempes dan suhu atmosfir yang berubah bisa jadi faktor penting. Salam Syukur
