Karena paling mudah mencerca perempuan dikaitkan dengan moralitas! Sang laki2 akan senantiasa agung, bermartabat, apalagi diperhadapkan dengan perempuan miskin macam Rani yang u/sekolah pun harus bersedia 'dijual tubuhnya'. Keluarga Rani pun berbahagia atas status istri ke-3 sang anak atau kakak/adik maupun kemenakannya karena di balik itu Sang Kerabat yang Telah Diperselir ini menjadi pengangkat 'derajat' keluarga. Seperti itulah bangunan keluarga di negeri ini hendak dibangun makanya dengan bertamengkan tafsir agama dan budaya! Perempuan sebagai gadaiannya!
ED Sent from my BlackBerry® smartphone from Sinyal Bagus XL, Nyambung Teruuusss...! -----Original Message----- From: Mariana Amiruddin <[email protected]> Subject: [Forum-Pembaca-KOMPAS] Re: Rani oh Rani........ Toyo, aku pernah diwawancara soal Rani. Kebetulan bukan program infotaiment, tapi berita sore gitulah.. Topik rani ini kaitannya dengan korupsi. Yang ditanya itu aneh seperti: apakah Rani merusak keluarga orang? Lalu saya jawab, persoalan Rani ini harus dimulai dulu dari persoalan korupsi. Di sini, masalah korupsi berarti masalah politik di belakangnya. Rani, adalah bagian kecil dari topik besar yang mengerikan itu. Kubilang, asumsi saya, Rani sebagai istri ketiga, sesuai pengakuannya yang ternyata benar dengan asumsiku, lebih digunakan sebagai bagian dari permainan politik itu. Dan karena dia perempuan dan orang biasa yang mudah sekali dimanfaatkan, persis banyak perempuan dipacari, dikawini jadi istri sekian, lalu digunakan sebagai pengedar narkoba. (lihat penjara wanita adalah kebanyakan kena kasus seperti ini). Seperti kukatakan lama, negeri ini negeri mafia, tak ada bedanya dengan mafia narkoba. Ada yang aneh dari pengakuan Rani: Ia diminta suaminya (nasrudin) untuk menemui antasari dan disuruh membuka handphone-nya ketika menemui antasari di sebuah kamar hotel. Nasrudin suaminya itu menurut pengakuan Rani menunggunya di lobby. Sepuluh menit kemudian Nasrudin naik ke kamar Antasari, dan melabrak Antasari karena Rani ada di situ. Jelas banget ini semua sandiwara. Inilah kedok yang terbuka. Terutama melihat segitu mudahnya perempuan dijebloskan untuk menjebak orang yang dia tak tau ada urusan apa dibalik itu semua. Celakanya yang menyuruhnya itu adalah suaminya sendiri. Celakanya lagi, ini terkait dengan sindikat mafia hukum, korupsi, dan sebagainya. Seperti di film-film saja.... Itu perempuan suka jadi sempilan saja, dan sayangnya media paling senang dengan sisi gosipnya. Mar ------------------------------------ ===================================================== Pojok Milis Komunitas Forum Pembaca KOMPAS [FPK] : 1.Milis Komunitas FPK dibuat dan diurus oleh pembaca setia KOMPAS 2.Topik bahasan disarankan bersumber dari http://cetak.kompas.com/ , http://kompas.com/ dan http://kompasiana.com/ 3.Moderator berhak memuat,menolak dan mengedit E-mail sebelum diteruskan ke anggota 4.Moderator E-mail: [email protected] [email protected] 5.Untuk bergabung: [email protected] KOMPAS LINTAS GENERASI ===================================================== Yahoo! Groups Links <*> To visit your group on the web, go to: http://groups.yahoo.com/group/Forum-Pembaca-Kompas/ <*> Your email settings: Individual Email | Traditional <*> To change settings online go to: http://groups.yahoo.com/group/Forum-Pembaca-Kompas/join (Yahoo! ID required) <*> To change settings via email: [email protected] [email protected] <*> To unsubscribe from this group, send an email to: [email protected] <*> Your use of Yahoo! Groups is subject to: http://docs.yahoo.com/info/terms/
