Pertanyaan besar lainnya yaitu kenapa yang melindungi rhani malah polisi
bukan LPSK.
apa LPSK tugasnya hanya melindungi anggoro? :D

regards

2009/11/12 jam gadang <[email protected]>

>
>
> Saat saya mengikuti berita kasus pembunuhan Nasrudin yang tersangkanya
> adalah Antasari (Mantan ketua KPK).  Ada banyak orang-orang yang terlibat
> dalam kasus tersebut. Salah satunya adalah Rani Juliani, seorang perempuan
> yang menjadi istri ke-3 Nasrudin (korban pembunuhan). Selain itu Rani juga
> diduga melakukan perselingkuhan dengan Antasari (tersangka).
>
> Kemudian sekarang Rani harus menjadi saksi dalam kasus pembunuhan itu.
> Malah sekarang Rani dibawah kontrol penyidik (kepolisian) dengan alasan
> untuk memudahkan proses penyidikan dan keamanan Rani dan keluarganya. Hal
> ini yang diduga oleh pengacara tersangka akan mengakibatkan Rani mendapatkan
> tekanan dari pihak penyidik (dalam hal ini kepolisian). Karena akan
> memungkinkan sekali kesaksian Rani dibawah kontrol dari pihak yang
> berkepentingan.
>
> Sehingga kesaksian Rani jika tidak benar atau tidak dapat dibuktikan maka
> akan berdampak buruk kepada Rani sendiri. Dan mungkin saja Rani juga bisa
> masuk tahanan karena kesaksiannya itu. Ini jelas sekali merugikan diri Rani
> sendiri.
>
> Dalam soal Rani, saya pribadi mencoba melihat posisi Rani sebagai
> perempuan, yang secara sosial maupun politik dirugikan. Sehingga  ada
> beberapa hal yang mungkin saja dihadapi oleh Rani, diantaranya :
>
> 1. Rani sebagai korban Poligami Nasrudin, mempunyai persoalan sendiri bagi
> Rani.
> 2. Rani terjadi perselingkuhan dengan Antasari, yang sangat mungkin sekali
> itu diketahui oleh Nasrudin yang notabenenya adalah suaminya. Kejadian ini
> hampir sama dengan para perempuan pekerja sex yang dijual oleh suaminya atau
> pasangan dengan laki-laki lain hanya untuk kepentingan pasangan tersebut.
> Dan Rani sangat mungkin mengalami itu dijual oleh suaminya (Nasrudin) kepada
> Antasari yang hanya untuk kepentingannya(Nasrudin).
> 3.kemudian bagaimana dapat melihat latar belakang Rani bagaimana? Misalnya
> dari pihak keluarganya. Apakah ada persoalan ekploitasi kepada diri Rani
> dalam konteks Ekonomi oleh keluarganya. Karena sepertinya Rani ini adalah
> tulang punggung keluarga sehingga harus rela menjadi istri ketiga bahkan
> dijual oleh suaminya sendiri. Karena perselingkuhan Rani dengan Antasari
> yang diduga sebagai alat suaminya "menekan" Antasari. Dan ini yang
> mengakibatkan diduga Antasari membunuh Nasrudin.
> 4. Kemudian mungkin sekali pengacara Rani tidak melihat Rani dengan
> menggunakan perpektif perempuan, tetapi hanya untuk kepentingan hukum formal
> saja atau mungkin saja"pesanan" dari pihak lain, bisa saja itu dilakukan
> oleh pihak polisi misalnya.
>
> Menurut saya teman-teman aktivis perempuan dapat membela Rani dalam konteks
> feminis. Ini akan membantu menguatkan Rani secara pribadi sebagai perempuan.
> Dan mungkin sekali Rani menjadi korban dari sistem yang ada dalam kasus ini.
> Padahal kasus ini sangat banyak sekali kepentingan politik.
>
> Terlepas apakah benar Antasari membunuh Nasrudin atau ini sebuah rekayasa
> belaka untuk menghancurkan KPK. Tapi faktanya Rani telah masuk dalam
> lingkaran pertarungan politik ini, yang saya yakin sangat berat bagi Rani
> untuk menghadapinya. Walau mungkin saja Rani mendapatkan imbalan uang(kalau
> memang benar ini rekayasa). Tapi lagi-lagi Rani  sebagai perempuan yang
> harus bekerja demi uang walau harus menjual tubuhnya dengan pihak lain. Ini
> fenomena perempuan pekerja sex langsung maupun tidak lansung. Dalam konteks
> ini Rani bisa dikatakan sebagai perempuan pekerja sex tidak langsung.
>
> Sayangnya sampai sekarang belum ada aktivis perempuan  melihat latar
> belakang kehidupan Rani sebagai perempuan. Sehingga kalau Rani mendapatkan
> dampingan atau penguatan dari perpektif perempuan. Minimal ini baik bagi
> diri Rani sendiri maupun membantu pengungkapan kasus yang sebenarnya
> terjadi. Apakah Antasari benar melakukan pembunuhan murni kriminal ataupun
> ada rekayasa sistematis menghancurkan KPK misalnya. Sehingga dampak besarnya
> dapat menunjukkan kepada publik keadilan dan hukum yang benar.  Tetapi
> memang dalam hal ini Rani harus dikuatkan dalam hal ini, karena mungkin saja
> ada pihak yang akan mengancam diri atau keluarga Rani kalau mengatakan
> kejujuran tersebut.
>
> Mudah2an ini bisa menjadi renungan dan akhirnya dapat melakukan strategi
> apa yang bisa membantu Rani dan akhirnya dapat menunjukkan kebenaran yang
> terjadi.
> Yang saya yakin Rani dalam konteks ini orang yang tidak mempunyai posisi
> tawar baik terhadap Nasrudin, Antasari,keluarga Rani, pengacaranya maupun
> pihak polisi.
> Sehingga bagaimana teman-teman aktivis dapat melihat persoalan ini dari
> perpektif perempuan untuk dapat membantu Rani khususnya dan menegakan hukum
> yang benar di Indonesia.
>
> Belum lagi kalau kita lihat posisi  istri Antasari, walau  suaminya
> (Antasari) melakukan perselingkuhan dengan perempuan lain(dalam hal ini
> dengan Rani). Mungkin saja perselingkuhan ini bukan yang pertama dilakukan
> Antasari.
> Tetapi kita dapat lihat bagaimana istri Antasari begitu tekun menungguin
> suaminya pada proses pengadilan. Termasuk mengantarkan semua keperluan
> sehari-hari Antasari ditahanan maupun dipersidangan. Dan mungkin saja istri
> Antasari akan menyalahkan Rani,bahkan meyebutnya perempuan murahan atau
> pelacur yang tidak tahu diri. Dalam konteks ini benar-benar perempuan
> menjadi korban baik Rani maupun istri Antasari.
>
> Salam
>
> Toyo

Kirim email ke