Itu akibat ketegasan hukum di Negara republik indonesia ini seperti di Film 
India,persis.....sambil mengangguk tapi mengatakan Tidak....menggeleng tapi 
judulnya ya...

[email protected]

--- Pada Kam, 12/11/09, Mariana Amiruddin <[email protected]> menulis:






      Toyo, aku pernah diwawancara soal Rani. Kebetulan bukan program 
infotaiment,

tapi berita sore gitulah.. Topik rani ini kaitannya dengan korupsi. Yang

ditanya itu aneh seperti: apakah Rani merusak keluarga orang? Lalu saya

jawab, persoalan Rani ini harus dimulai dulu dari persoalan korupsi. Di

sini, masalah korupsi berarti masalah politik di belakangnya. Rani, adalah

bagian kecil dari topik besar yang mengerikan itu. Kubilang, asumsi saya,

Rani sebagai istri ketiga, sesuai pengakuannya yang ternyata benar dengan

asumsiku, lebih digunakan sebagai bagian dari permainan politik itu. Dan

karena dia perempuan dan orang biasa yang mudah sekali dimanfaatkan, persis

banyak perempuan dipacari, dikawini jadi istri sekian, lalu digunakan

sebagai pengedar narkoba. (lihat penjara wanita adalah kebanyakan kena kasus

seperti ini).



Seperti kukatakan lama, negeri ini negeri mafia, tak ada bedanya dengan

mafia narkoba.



Ada yang aneh dari pengakuan Rani: Ia diminta suaminya (nasrudin) untuk

menemui antasari dan disuruh membuka handphone-nya ketika menemui antasari

di sebuah kamar hotel. Nasrudin suaminya itu menurut pengakuan Rani

menunggunya di lobby. Sepuluh menit kemudian Nasrudin naik ke kamar

Antasari, dan melabrak Antasari karena Rani ada di situ. Jelas banget ini

semua sandiwara.



Inilah kedok yang terbuka. Terutama  melihat segitu mudahnya perempuan

dijebloskan untuk menjebak orang yang dia tak tau ada urusan apa dibalik itu

semua. Celakanya yang menyuruhnya itu adalah suaminya sendiri. Celakanya

lagi, ini terkait dengan sindikat mafia hukum, korupsi, dan sebagainya.

Seperti di film-film saja.... Itu perempuan suka jadi sempilan saja, dan

sayangnya media paling senang dengan sisi gosipnya.



Mar

Kirim email ke