Benar mbak Mariana, dari analisa sementaraku Rani mirip sekali dengan fenomena 
perempuan korban prostitusi. Yang dilakukan oleh keluarga,suami maupun sistem 
negara. Benar seperti yang dilakukan oleh para pengedar Narkoba, dinikahi hanya 
untuk kepentingan bisnis narkoba saja.

Mudah2an ada media atau orang yang dapat menggali sisi lain Rani. Mungkin saja 
kalau ini bisa dilakukan dapat membantu membongkar persoalan besar dalam kasus 
Antasari ini. Karena kemungkinan Rani tidak bagian dari sistem ini. Tapi Rani 
minimal dapat memberikan informasi yang benar tentang apa yang terjadi 
sebenarnya. Termasuk awal perkenalan dgn Nasrudin. Mengapa Rani yang dinikahi? 
mengapa Rani dikenalkan dengan Antasari? teka-teki itu dapat ditelusuri agar 
dapat membongkar kasus besar ini semua. Mungkin Nasrudin juga korban dari 
pelaku besarnya.

Sayang karena masih dianggap bahwa persoalan perselingkuhan atau seksualitas 
tidak berkaitan dengan politik "besar" oleh publik. Sehingga tidak banyak orang 
melihat sisi lain kehidupan Rani.

Salam


Toyo


--- In [email protected], Mariana Amiruddin <mari...@...> 
wrote:
>
> Toyo, aku pernah diwawancara soal Rani. Kebetulan bukan program infotaiment,
> tapi berita sore gitulah.. Topik rani ini kaitannya dengan korupsi. Yang
> ditanya itu aneh seperti: apakah Rani merusak keluarga orang? Lalu saya
> jawab, persoalan Rani ini harus dimulai dulu dari persoalan korupsi. Di
> sini, masalah korupsi berarti masalah politik di belakangnya. Rani, adalah
> bagian kecil dari topik besar yang mengerikan itu. Kubilang, asumsi saya,
> Rani sebagai istri ketiga, sesuai pengakuannya yang ternyata benar dengan
> asumsiku, lebih digunakan sebagai bagian dari permainan politik itu. Dan
> karena dia perempuan dan orang biasa yang mudah sekali dimanfaatkan, persis
> banyak perempuan dipacari, dikawini jadi istri sekian, lalu digunakan
> sebagai pengedar narkoba. (lihat penjara wanita adalah kebanyakan kena kasus
> seperti ini).
>
> Seperti kukatakan lama, negeri ini negeri mafia, tak ada bedanya dengan
> mafia narkoba.
>
> Ada yang aneh dari pengakuan Rani: Ia diminta suaminya (nasrudin) untuk
> menemui antasari dan disuruh membuka handphone-nya ketika menemui antasari
> di sebuah kamar hotel. Nasrudin suaminya itu menurut pengakuan Rani
> menunggunya di lobby. Sepuluh menit kemudian Nasrudin naik ke kamar
> Antasari, dan melabrak Antasari karena Rani ada di situ. Jelas banget ini
> semua sandiwara.
>
> Inilah kedok yang terbuka. Terutama  melihat segitu mudahnya perempuan
> dijebloskan untuk menjebak orang yang dia tak tau ada urusan apa dibalik itu
> semua. Celakanya yang menyuruhnya itu adalah suaminya sendiri. Celakanya
> lagi, ini terkait dengan sindikat mafia hukum, korupsi, dan sebagainya.
> Seperti di film-film saja.... Itu perempuan suka jadi sempilan saja, dan
> sayangnya media paling senang dengan sisi gosipnya.
>
> Mar

Kirim email ke