ESN:
aku mau ber-opini juga :)

"jamur_kuping" <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
>
> Sekadar ber-opini
> Tugas belajar bukanlah HAK PEGAWAI. Melainkan Penugasan dari Kantor.
> Namanya saja jelas : Tugas Belajar.
> Jadi kita di kasih tugas sama kantor buwat belajar...

ESN:
SETUJU 120 %, Hak Pegawai cuma Gaji dan Cuti, bahkan TC itu bukan Hak
murni kita (karena diperhitungkan dengan kehadiran kita :) )
tapi kalo mengambil istilah hukum, selain ada ketentuan hukum baik
tertulis maupun tidak tertulis ada 1 lagi aspek yang penting yaitu
'rasa keadilan' mas 
simpelnya gini: masa kita diijinin ikut tes, tapi ga diijinin lulus? :)  
(note: tidak semua lho yang mau ikut tes D4 diperbolehkan oleh kepala
kantornya)


> Jadi, misalnya sewaktu-waktu tidak diijinkan kantor... ya itu nasib.
> Resiko...

ESN: 
hehehe...klo saya sih termasuk orang yang seide dengan Naruto, bahwa
nasib bisa di ubah :) 
dan seperti posting dulu di perbendaharaan-list jika jawaban macam ini
dimakrokan, masa kita menyalahkan nasib terus?? apa global warming,
kemiskinan rakyat Indonesia cuma karena nasib??
saya rasa ada peranan manusia dalam proses tersebut, sama dengan
masalah D4 dan D3 khusus, ada peranan manusia, (baik pimpinan dan
bawahan) dalam masalah ini :) bukan cuma nasib ... hehehe


> Bukan bermaksud tidak berempati dengan rekan2 yang tidak lulus...

maksudnya berempati pada yg lulus atau tidak lulus mas?sebenernya ini
penting untuk kedua pihak tersebut sih :), saya merasa kepastian
masalah ini bukan cuma menyangkut pihak yg lulus :) , kita semua kan
bersaudara..hehehe

Empati dari wikipedia:
Empathy (from the Greek &#949;&#956;&#960;&#940;&#952;&#949;&#953;&#945;, 
"physical affection, partiality") is
commonly defined as one's ability to recognize, perceive and feel
directly the emotion of another.
.......... it can be overwhemling but is considered by many to be a
rare gift.

jadi empati digolongkan sebagai "rare gift" (hadiah yang jarang),
mungkin saya juga tidak termasuk orang yang memiliki empati


> Tetapi, tindakan reaktif, lebih sering berakibat semakin tidak
menyenangkan.

ESN:
setuju mas hanafi, lebih baik kita semua bersabar sambil menunggu
pimpinan kita dan rekan2 dipusat yang sedang mengurus surat ijin
belajar buat temen2 yang lulus D4..hehehe (amin... :) )
lagipula masih ada 5 minggu lagi kok sampai daftar ulang, sabar
sedikit ga rugi :)
tahun lalu aja temenku nunggu 1 bulan dari pengumuman sampe dapet
surat ijin dari kanpus dan ga ketinggalan daftar ulang :) ..yang
pengen buru2 sebenernya pengen buru2 mudik bukan buru2 kuliah :)

> Hanya meluruskan ketika banyak yang bilang bahwa pendidikan adalah hak.
> Dan itu benar, sudah ada di UUD.
> 
> Namun kondisinya adalah berbeda dengan Tugas Belajar.
> Tugas Belajar adalah kewajiban, bukan hak.
> Karena itu butuh izin dari pimpinan. 
> Karena harus meninggalkan jam dinas.
> Padahal, posisi kita di kampus (entah di dalam maupun luar negeri)
> Dimana status GAJI masih dibayar... (saya tidak bicara tunjangan
de-el-el)
> 

ESN:
setuju 120 % mas, makanya pas dulu kita mau tes (yang mungkin aja
lulus) kita semua menghadap ke kepala kantor mohon ijin dan restu,
setelah itu tidak lupa melapor ke kanwil :) 
karena KLO KAMI LULUS nanti kami akan meninggalkan kantor sementara,
dan ternyata kepala kantor dan kepala kanwil mengijinkan kami ikut tes
yang mungkin lulus :)

> Yang ingin saya komentari :
> 
> >> 1. Latar belakang pendidikan saya adalah Program Diploma III
> Perbendaharaan Negara STAN, jadi saya lebih memilih melanjutkan
pendidikan
> saya melalui Program Diploma IV Akuntansi STAN;
> 
> 
> well, saya juga lulusan D3, tapi yang sering saya dengungkan adalah,
di STAN
> mutu pendidikan sangat 'menyedihkan'.
> Kualitas input tidak dibarengi dengan proses yang bagus...
untungnya, yang
> keluar bukan proses :
> Garbage In -> Garbage Process -> Garbage beneran
> Melainkan :
> Kualiti di input -> Garbage di Proses -> Kualiti yang menurun dikit.
> 

ESN:
setuju 120 % mas, emang agak memprihatinkan mutu pendidikan di STAN
(masa klo mau ujian anak2 lebih mengandalkan kisi2 dibanding pertemuan
kuliah..hihihi), tapi kenapa lulusannya dianggap hebat2 semua dan
dicari2 ma perusahaan swasta??apalagi lulusan D4nya, memang aneh...hehehe

> >> 2. Lulusan Diploma IV STAN tidak harus mengikuti Ujian Penyesuaian
> Kenaikan Pangkat (UPKP) untuk naik ke golongan III/a, sehingga hal
ini akan
> mempermudah dalam hal karier saya;
> 
> Semua yang namanya Tugas Belajar di PTK itu kan memang ndak pake UPKP.
> Udah jelas di aturan kok.
> Karir itu tidak hanya UPKP kok.
> Kenapa tidak berminat dengan Jabatan Fungsional ? 
> yang jelas-jelas bisa naik pangkat 1 tahun sekali dan naik golongan
2 tahun
> sekali ?

ESN:
klo saya sendiri baru tau tentang hal ini, terimakasih mas atas
pencerahannya, tapi saat ini jabatan fungsional di kantor saya udah
ada yang megang jadi ga salah dong klo nyoba kesempatan yang lain?? :)

> >> 3. Diploma IV Akuntansi STAN memiliki prestise lebih tinggi
> dibandingkan lulusan S1 universitas-universitas lain di Indonesia.
> 
> Setahu saya STAN ndak masuk daftar 500 UNIVERSITAS TOP DI DUNIA.
> UGM masuk, jadi mana nih yang lebih TOP ?
> 

ESN:
UGM yang lebih top, coba aja kita masuk2 presentasi STAN di SMA2,
masih banyak tuh yang ga kenal STAN :)

> >> 2. Di Sibolga tidak terdapat Universitas yang memadai dan
terkareditasi
> dengan baik, bahkan sepengetahuan saya di lingkup sibolga yang telah
saya
> telusuri, saya tidak menemukan satu pun universitas berdiri di Sibolga.
> universitas yang ada di wilayah Tapanuli [Sibolga berada di Tapanuli
Tengah]
> adalah di Kabupaten Tapanuli Utara.
> 
> Kenapa ndak daftar di UT ? saya mahasiswa UT... disitu berkualias, baik
> modul dan nilai.

ESN:
setuju ma mas hanafi, mas QQ kan bisa daftar UT, saya juga daftar UT
(berjaga2 begitu denger isu pembatalan tersebut), bersama temen2 lain
dan udah beli bukunya...hehehe tapi ternyata BPPK mengumumkan
kelulusan D4 juga yang banyak anak DJPBnya :)

> Walau banyak yang bilang IPK Nasakom, tapi menurut anda : yang penting
> kualitas atau nilai ?

ESN:
22nya penting, karena bangsa kita masih termasuk bangsa tradisional,
masih suka melihat kualitas dari aspek kuantitatif salah satunya nilai
:) (liat aja di sekolah2, di kampus2 orang2 dengan nilai lebih baik
sering dianggap lebih cerdas :) )
dan itu (kualitas dan nilai) bisa didapatkan baik di UT dan di D4,
cuma kalo di UT bisa ngulang mata kuliahnya klo nilai kurang,
sedangkan di STAN IP kurang sedikit aja udah bisa di DO, jadi jelas
lebih keras filter STAN :)

> Di Kepegawaian Pusat sini ada mahasiswa UT yang sudah lulus dengan
IPK 3,6.
> Walau IPK saya di UT baru menyentuh 2 koma, Bisa anda buktikan dan tiru
> rekan saya itu ? 

ESN:
mas hanafi lucu, orang mas QQ gak ikut UT masa ditanya bisa
membuktikan dan meniru??seharusnya itu buat mas, saya dan temen2 yang
ikut UT ... hehehe mari kita tiru rekan kita di kantor pusat tersebut :)
tapi bisa aja mas, pembuktian dan peniruan itu dilakukan di STAN :)
tidak mesti di UT juga kan, yang penting kita tiru kualitas dan nilai
rekan kita tersebut, mari kita kejar IP 3,6 di D3 khusus dan D4 STAN!! :)

> >> 3. Kesempatan yang saya peroleh dengan tidak cara *instant* ini belum
> tentu akan datang dua kali atau belum tentu akan ada kesempatan
senada dalam
> waktu dekat. Sehingga saya memandang hal ini sebagai *one-lifetime
> opportunity* [kesempatan sekali seumur hidup] sehingga saya tidak akan
> melepaskannya begitu saja tanpa perjuangan yang maksimal;
> 
> Kesempatan itu tidak ada yang instan, tapi siapa bilang kesempatan tidak
> datang dua kali ?
> Jika memang kesempatan hanya datang 1 kali seumur hidup, berarti roda
> kehidupan itu tidak pernah berputar.
> Nyatanya, kadang orang dibawah, kadang diatas.
> Yang beda itu bentuk kesempatannya saja.
 
ESN:
setuju 120 % mas, KESEMPATAN itu memang tidak datang 1 kali saja, tapi
mungkin yang dimaksudkan mas QQ adalah kesempatan untuk masuk D4 STAN,
memang kalo yang ini belom tentu datang 2 kali, mungkin aja di tahun2
mendatang, saingannya lebih jago, soal lebih sulit atau kita belum
tentu diijinkan kepala kantor untuk ikut tes..jadi saya rasa maksud
mas QQ ada benarnya
klo masalah kesempatan yang berbeda bentuk ada satu masalah mas, TIDAK
SEMUA orang peka melihat kesempatan :) , terkadang kita tidak sadar
kesempatan itu melewati kita, nah mumpung sekarang lagi melek ga ada
salahnya kesempatan masuk D4 ini diperjuangkan :)

> So bagaimana ?

ESN:
mari tetep berdoa semoga para pimpinan kita yang terhormat bisa
mengijinkan para bawahannya yang lulus untuk tetap kuliah D3 Khusus
dan D4 STAN..amin 

sabar sedikit tidak ada salahnya :)

dan dengan ini saya juga mengajak temen2 ketika ijin tersebut sudah
diberikan JANGAN ADA LAGI KASUS LULUSAN D4 DJPB YANG KABUR KE SWASTA 
(apalagi sampai membawa uang perjalanan dinasnya)

dan saya lebih setuju kalo ada pihak2 demikian 'digebuk' aja (ini juga
kewenangan DJPB kan :) ), kan tindakan tersebut juga merugikan negara,
dan merugikan kawan2 generasi berikutnya, karena akan bepotensi dicap
sama seperti mereka yang kabur, padahal kan belum tentu!


Salam Damai dari Serui

ESN

Kirim email ke