dunia tidak berhenti karena hilangnya kesempatan D4/d3
khusus. Sori kalo agak nyolot.
--- Q-Nope <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
> Trims atas tanggapannya...lumayan buat ngisi waktu
> senggang......
>
>
> Silahkan nanggapin...
> Soal tersinggung atau ndak ..
> itu urusan sampeyan, bisa ngolah gimana caranya biar
> orang ndak tersinggung
>
> opini saya sebelumnya itu ada maksudnya...
> apa ? lha ya mbok sebelum protes gede-gedean...
> sampeyan pikirin, reason apa yang ndak bakalan bisa
> disanggah..
>
> lha surat itu saja udah bisa saya tanggapin..
> artinya, poin-poin pembicaraan dalam surat
> sebelumnya itu bisa aja gugur.
>
> Kasarnya gini : lha saya yang bukan pengambil
> kebijakan apapun udah bisa
> nyanggah reason yang dikemukakan sdr. QQ,
> apalagi nanti sama Bu Anandy ?
> Belum lagi Pak Sekretaris,
> Belum juga Pak Dirjen...
>
>
----------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------
> dan sayangnya lagi.....bukannya sanggahan dari Mas
> Hanafi udah saya sanggah
> lagi........???
>
----------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------
>
> Duh, ya mbok kalo' mau protes berat, apalagi sampe
> ke Bu Menkeu... dipikirin
> dulu...
> Alasan yang kuat... sahih... syukur2 kalo' nemu
> dasar hukum yang kuat
> (kaya' undang-undang atau PP)
> Biar gak xxx
>
> Kalo' reasonnya udah kuat banget, saya juga
> ndukung...
> Tapi kalo' reasonnya lemah, artinya :
> tidak bisa memberikan jawaban yang tajam dan valid
> ya udah, saya milih ndak ndukung...
>
> Monggo, dipikirin...
> Kenapa saya harus D4 ?
> Adakah alasan yang lebih reasonable dari Sdr. QQ ?
> Yang bakalan un-debatable
> Karena bagaimanapun D4 itu adalah "Tugas Belajar"
>
>
----------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------
> wah kalo ditanya alasan apa lagi yang buat QQ pengen
> D4 maka tidak lain ya
> selain yang QQ sebut itu...
> kalo misalnya nih QQ di Jakarta atao minimal di
> Palembang atau di Medan
> lah.........
> dimana kesempatan untuk S1 berhamburan
> [kasarnya]........
> jadi mau lanjut S1 tinggal daftar di universitas A,
> universitas B.....dan
> seterusnya.......
>
> Mungkin ibaratnya QQ ga bakal terlalu protes soal
> ini.....
> Masalahnya itu........
> Untuk ikutan Ujiannya berdasarkan surat Kanwil Medan
> dari Sesditjen........
> Ikut test pake ongkos sendiri...kaga pake SPPD.....
> Ikut test pake belajar.....usaha.....do'a.........
> QQ sampe tentir ama temen dan ada dosen BPPK yang
> kebetulan lagi DL di
> Medan...
> Terus tahu-tahu lulus..........
> secara ga langsung sampe tahap ini ibaratnya itu
> kelulusan itu dikasih
> DJPB.....
>
> tapi tiba2......[misalkan] roti yang udah di kasih
> ke tangan QQ itu di suruh
> untuk dibuang begitu aja...padahal Roti itu masih
> bagus, enak dan
> menyehatkan..........
>
> sekarang........Roti yang udah diberi itu....apakah
> bukan menjadi HAK
> QQ...........???
> karena roti itu udah di tangan QQ.............
>
> lain kalo DJPB misalnya bilang.....woooi ada gosip
> penerimaan D4......
> Terus sebelum dikasih kelulusan, bahkan sebelum TEST
> itu gosip di ralat...
> wooooooi ga jadi woooooi...........Ga boleh
> D4..........
>
> mungkin Roti yang belum dikasih tadi tentu aja belum
> menjadi hak si
> penerima, karena belum diberikan........
>
> tapi masalahnya..........ini tuh udah
> dikasih...kelulusan udah di
> tangan..............
> dan inilah yang menjadi argumen QQ dan menjadi dasar
> kenapa QQ ngotot
> bener.....
>
> [lagipula QQ hanya usaha...toh yang akan
> membolak-balikan hati mereka adalah
> 4JJI karena Dia-lah yang Maha Membolak-Balikkan
> Hati................insya
> 4JJI]
>
> Sebuah analogi lagi.................
>
> Ibaranya DJPB tuh orang tua kita.......
> lalu orang tua kita berkata......"Anak-anakku...ada
> kesempatan ikut
> Beasiswa..ikutilah..."
> Lalu si anak-anaknya ini ikut test untuk mendapatkan
> beasiswa...mereka
> berusaha....walau mungkin ada yang bersantai2 aja
> dan ga nganggap test itu
> serius.......
>
> Lalu dari banyak anak-anaknya yang ikut ada yang
> lulus dan ada yang ga
> lulus.........
>
> lalu yang lulus ini dengan gembira datang ke orang
> tuanya tadi, "Ayahanda,
> ibunda......Ananda lulus test dan Ananda dapat
> beasiswa...ananda bisa
> melanjutkan pendidikan ananda tanpa membebani
> ayahanda dan ibunda..."
>
> Tapi tiba-tiba si orang tua ini melarang anaknya
> yang udah usaha keras tadi
> buat menuai hasil yang telah ia capai..........?
> untuk alasan yang sedikit agak kurang jelas, dan
> kontradiktif.....
> sementara anak-anaknya yang lain boleh ikut beasiswa
> S1......
> eh anak-anaknya yang lain ga boleh ikut beasiswa
> D4.........
>
> hmmmmm.................nyambung ga siiiy....nyambung
> deh kayanya....
> maka pertanyaannya adalah.....
> ORANG TUA MACAM APA INI............?
>
> Sekali lagi kembali ke masalah itu TUGAS
> BELAJAR.........
> bedanya D4 ama S1 apaan.........?
> DJPB ga butuh akuntan....? trus Bendahara kerjanya
> ga pake akuntansi....?
> di KPPN ada seksi verifikasi dan AKUNTANSI, di
> kanwil DJPB ada bidang
> AKUNTANSI dan pelaporan..............
> DJPB ga butuh akuntan.......???
>
> DJPB lagi kekurangan pegawai............???
> terus napa yang kemaren dilepas begitu aja ke
> DJKN........?
> Kalo kata yang baru balik dari diklat TSA [treasury
> single account] di
> batam, bu ANANDI bilang kalo DJPB itu kelebihan
> pegawai...........
> kayanya emang pegawai itu terlalu numpuk di jawa
> deh...............
>
> masih kurang kuat-kah argumen ini untuk sebuah dasar
> dari memperjuangkan
> kesempatan untuk mendapatkan pendidikan
> lanjutan...................??????
>
> Karena itu QQ juga mau lihat perjuangan ini sampai
> akhir........
> dan sekedar informasi...di surat yang QQ kirim ke
> Ditjen PB dengan tembusan
> Menkeu, Sesditjen dan kabag kepegawaian itu.....
> QQ melampirkan surat penyataan yang intinya
> 1. QQ ga bakal melarikan diri setelah lulus
> 2. QQ ga dikasih SPPD juga hayuuuu.......
> dan itu ber-materai 6000 for all that matters.....
>
> jadi kalo dibilang QQ ga bersungguh-sungguh atau
> setengah hati dalam masalah
> ini...
> QQ tidak....
> kalo dikasih kesempatan untuk mengadakan audiensi
> dengan Dirjen atau
> sesditjen atau siapapun...QQ siap......karena QQ
> membawa sebuah idealis yang
> QQ rasa bener,,,,,,,,
>
> Tapi masalahnya yang bikin masalah ini makin
> mendesak adalah.....
>
> Libur Lebaran........
>
=== message truncated ===
____________________________________________________________________________________
Take the Internet to Go: Yahoo!Go puts the Internet in your pocket: mail, news,
photos & more.
http://mobile.yahoo.com/go?refer=1GNXIC