Assalamu'alaikum Wr.Wb.

Khusus untuk Bapak Subasita kami ucapkan terima kasih
atas kesediaan Bapak mengangkat tema ini di forum ini,
kami tahu Bapak sejak lama sangat peduli dengan wacana
ini. Sebelumnya ijinkan saya atas nama pribadi dan
keluarga mengucapkan selamat hari raya Idul Fitri
mohon maaf lahir batin atas segala kekhilafan dan
kesalahan.

Selanjutnya menanggapi tulisan Bapak, saya setuju
bahwa perlu direvisi pasal 36 UU No.33 Tahun 2004,
namun hal ini akan memakan ongkos politik yang cukup
besar, terutama resistensi dari pihak daerah
(Gubernur/Bupati/Walikota dan DPRD) . Untuk itu perlu
adanya semacam "langkah terobosan" antara pemerintah
dan DPR dalam rangka pemecahan masalah tesebut antara
lain :
1. Perlu adanya pemahaman yang sama diantara semua
pihak bahwa penyaluran DAU secara tetap 1/12 tiap
bulan ternyata menimbulkan ekses negatif bagi
perekonomian Nasional secara keseluruhan;
2. Terkait dengan angka 1 di atas, pemerintah dengan
persetujuan DPR sepakat untuk "tidak"  melaksanakan
ketentuan pasal 36 UU No. 33 Tahun 2004, sebagaimana
pemerintah dengan berbagai alasan belum dapat
melaksanakan ketentuan dalam UUD 1945 amandemen yang
mensyaratkan alokasi Anggaran Pendidikan 20% dari dana
APBN. 
3. Selanjutnya Pemerintah melalui Peraturan Pemerintah
ataupun Peraturan Menteri Keuangan mengatur ulang
mekanisme penyaluran DAU dengan memperhatikan kondisi
kas Pemda terutama pada Triwulan I, dimana kegiatan
pengadaan Barang dan Jasa belum berjalan karena adanya
proses tender dll.
Demikian tanggapan saya mohon maaf bila ada kata yang
tidak berkenan.

Wassalam,

Maryono
Dari Kota Pahlawan Surabaya     

 
--- suba sita <[EMAIL PROTECTED]> wrote:

> Komisi XI DPR RI sedang mencari solusi atas
> rendahnya
> penyerapan anggran. Juga ingin melibatkan BI untuk
> mencari jalan keluar agar dana APBN tidak terpendam
> lama di Sertifikat Bank Indonesia (SBI). (Kompas,
> Selasa  9 Oktober 2007). Demikian disampaikan oleh
> Ketua Komisi XI Awal Kusumah hari Senin. Selanjutnya
> "....... kami juga akan mengatur pengiriman uang
> dari
> pusat ke daerah agar tidak ada peluang
> mengendapkannya
> di SBI"
> 

Kirim email ke