Mas Ted : Gimana jadinya jika kita sudah tidak dapat bekerja lagi sementara isteri kita masih mengandalkan kemampuan kita???? pertanyaan yg ndalem...hehehheh... apalagi bwt temen2 yang istrinya memang full ibu rumah tangga ( semoga Alloh merahmati mereka ) nggak mudah menjawabnya ya...
kebetulan istri saya juga bekerja tapi syukur bisa dilakukan dimana saja, ... dia Bidan di RS Swasta tapi sekarang saya tugaskan dia full Ibu rumah tangga ( untuk sementara saya yg gaji hehehe...) penghasilan berkurang ... ya tentu, pertama tama dia agak bete biasa sibuk jd agak santai, ya resiko ibu rumah tangga tapi kebahagiaan batin saya dan keluarga tidak ternilai harganya mas. anak anak lebih terjaga, lebih terbimbing dan banyak keuntungan lainnya ( yg memang bukan berupa materi ) ada baiknya kita tidak suudzon akan apa yang akan terjadi dimasa depan kita, beberapa dari kita percaya Alloh itu maha Kaya tapi tidak tertutup kemungkinan pendapat Mas Ted ada benarnya... Maaf kalo saya salah2 kata salam zamzam --- In [email protected], "Family In Love" <[EMAIL PROTECTED]> wrote: > > Yth. Bapak Hari Ribowo dan mas Bedes > > Saya sependapat dengan keputusan Bapak Hari Ribowo. > Sebagai kepala keluarga yang baik, Bapak (minta maaf) > telah mengambil keputusan yang tepat dengan mengorbankan > salah satu kepentingan isteri untuk berhenti bekerja. > Tetapi Bapak, kalau boleh saya berpendapat.... kita itu > bekerja bukan untuk hari ini saja, kita bekerja juga > menabung untuk dimasa-masa mendatang. Dengan isteri > bekerja dan berkarier di bidangnya, kita juga telah > mendidik isteri kita belajar mandiri sebagai salah satu > sumber cadangan pendapatan/pengasilan kita dalam > berkeluarga, dan kita juga bisa mengandalkan isteri kita > jika kita sewaktu-waktu sudah tidak dapat bekerja lagi. > Demi kelangsungan keluarga kita. Gimana jadinya jika kita > sudah tidak dapat bekerja lagi sementara isteri kita masih > mengandalkan kemampuan kita???? > > Someone >
