Waduh, saya malah lebih terharu lagi membaca apa yang Bapak 
sampaikan. Saya tidak berhak untuk mengklaim sebagai wakil DJPB, 
tetapi kami, seluruh eks prajurit Bapak di ujung timur Pulau Bali, 
tetap menghormat Bapak sama seperti waktu Bapak masih memimpin kami. 
Rasa hormat kami tidak tergeser karena masalah yang harus Bapak 
hadapi. Bahkan kami sekeluarga turut prihatin. Kami berharap dan 
yakin Bapak pasti kuat menghadapinya, sekuat Bapak mengitari lapangan 
Renon. Ato sekuat jalan dari rumah dinas ke Mushola GKN untuk sholat. 
Sekarang ini, saya masih berharap suatu saat saya dapat memenuhi 
janji saya mengantar Bapak ke Nusa Penida.

Salam hangat dan penuh hormat,
saya dan teman-teman di KPPN Amlapura.

--- In [email protected], tardjani Umar <[EMAIL PROTECTED]> 
wrote:
>
> Saudara-saudara peserta Forum Prima yang tercinta,
> 
> Saya benar-benar terharu atas sambutan Saudara-saudara
> sekalian ketika saya ikut gabung di Forum ini. Saya
> benar-benar tidak mengira jika masih diterima di
> lingkungan teman-teman di DJPBN. 

Kirim email ke