"heryanto sijabat" <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
>
> Memang benar manusia itu tidak pernah puas
> dengan apa yg dimiliki dan selalu ingin yg lebih lagi
> Seharusnya teman2 yg mendapat bea siswa
> baik D3/D4/S1/S2 mengucap syukur sudah diberikan
> kesempatan sekolah dg gratis
> kok malah "proteeeeeeeeeees" terus..............
> Jd gimana dg aku dan rekan2 yg lain
> sekolah biaya sendiri (utk sekolah SK digadaikan)
> toh hasilnya sama utk diri sendiri, depkeu dan djpbn
> ayo siapa yg lebih beruntung????
> Ya belajar bersyukurlah!!!!!!
> 
> Mohon maaf jika ada kata yg salah dan kurang berkenan.
> 
> 
> Salam Damai
> 
> 
> Heryanto Sijabat


Tidak Puas VS Tidak Bersyukur 

entah berapa kali sering saya perhatikan tanggapan2 (mungkin semacam
tanggapan "morfin" atau "pain killer", 
seperti "sabar", "itu sudah nasib", "dunia belum kiamat") seperti ini
yang klo menurut agak kurang kena ke konteks masalah yang
diperdebatkan :)klo menurut saya 'ketidakpuasan' tidak bisa disamakan
dengan 'tidak bersyukur', justru dua2nya adalah kontradiktif
kalo menurut saya 'ketidakpuasan' justru menunjang manusia untuk
selalu mencari hal yang lebih baik (yang mungkin belum ada pada
dirinya: pendidikan, penghasilan, dll), sedangkan 'ketidakbersyukuran'
adalah selalu mencari yang kurang pada dirinya :) bukan untuk
menjadikan dirinya lebih baik tetapi lebih kurang

klo saya liat pada masalah TC tugas belajar menjadi 50 % konteksnya
bukan "ketidakbersyukuran" tapi memang "ketidakpuasan", hal ini
dikarenakan "take home pay" para pegawai (yang sedang tugas belajar)
cenderung berkurang bahkan dengan take home pay sebelum remunerasi
ini, dan alasan2 yang dikemukakan ada yang masuk akal juga, mungkin
ada baiknya jika ketika permasalahan ini dikemukakan kita berusaha
melihat secara objektif karena kalo "rasa bersyukur", "keyakinan akan
nasib dan kapan dunia kiamat", dan "tingkat kesabaran" pada setiap
orang sangatlah subjektif

tanggapan2 objektif bisa membawa kita melihat berbagai sisi mengapa
kebijakan tersebut di ambil (baik untuk membela kebijakan maupun
menolaknya)pada masalah tc dan tugas belajar mungkin dengan melihat
apakah tugas dan tanggungjawab dari tugas belajar dan bekerja di
kantor dapat disamakan :) , 
waktu yang dipergunakan untuk belajar dan bekerja, maupun kontribusi
kepada organisasi (pada saat bekerja dan belajar), 
dengan memperbandingkan variabel2 yang ada dan dihubungkan dengan
tingkat penghasilan "yang sepatutnya" 
tentu kita bisa melihat duduk masalah ini lebih jelas lagi

dan mengenai tindakan/kesimpulan "kita/mereka sepatutnya bersyukur"
adalah dengan membandingkan dengan orang lain yang "tidak seberuntung"
kita/mereka atau dengan membandingkan keadaan pada masa lalu kayanya
menurut saya itu bukan "bersyukur yang sebenarnya" itu lebih ke upaya
"menghibur diri" :) supaya tidak down 
atau mungkin juga (konotasi buruknya) "menari2 di atas penderitaan
orang", karena kalo menurut saya kebersyukuran sejati adalah ketika
kita menerima dengan rasa bahagia, ikhlas dan puas apa yang ada dan
terjadi pada kita tanpa melihat orang lain (baik dy melebihi atau
kekurangan dari kita), dengan rasa syukur sejati itu kita bisa
menolong seseorang yang kekurangan dengan perasaan senasib dan ingin
mereka menjadi sebaik atau bahkan lebih baik dari kita sekarang :)

contohnya lagi, saya sangat sedih dengan keadaan anak2 perbendaharaan
angkatan 2006 yang sampai sekarang belum jelas statusnya (SK CPNS), 
saya tidak akan menanggapi keluhan mereka bahwa mereka "tidak
bersyukur", atau saya "bersyukur" saya tidak seperti mereka :)
tapi mencoba memahami kenapa mereka "tidak puas" dan membandingkan
dengan hal2 yang mungkin "sepatutnya" bisa mereka dapat :)

dibandingkan permintaan tc tugas belajar klo buat saya sih yang tidak
bersyukur itu contoh adanya pejabat2 yang masuk SK honor satker,
klo pegawai yang tugas belajar take home paynya jadi berkurang setelah
remunerasi, jadi mereka merasa "tidak puas" :)
tapi bandingkan dengan adanya pejabat2 yang take home paynya bertambah
signifikan (setelah remunerasi), eehh..masih mau nyari "sabetan" 
ini baru namanya"tidak bersyukur" :)


Salam damai dari Serui

ESN
(terkadang sangat tidak puas dengan beberapa kebijakan yang ada..tapi
berupaya untuk tetap bersyukur) :)

Kirim email ke