salam damai, ngomongin soal tidak puas vs tidak bersyukur sepertinya terlalu filsafat yaa..
saya berusaha mencerna apa artinya tidak bersyukur dan tidak puas, klo menurut saya sih sebenarnya identik cuma sudut pandangnya aja lain, tidak bersyukur lebih ke arah rohani, sedangkan tidak puas lebih ke arah duniawi. contoh tindakan tidak bersyukur: kok rambut saya keriting yaa.. kok yang lain kebanyakan lurus :) (mempertanyakan kebijakan Yang Maha Kuasa kenapa, kenapa, dan kenapa) contoh tindakan tidak puas: udah coba pake sampo merek apapun tetep aja rambutku ga bisa lurus :) (mempertanyakan kemampuan buatan manusia untuk memenuhi apa yang kita inginkan) jadi buat saya, tindakan tidak bersyukur itu tidak dapat 'diatasi' oleh manusia tetapi harus diterima, sedangkan tidak puas mungkin masih bisa 'diatasi' mungkin juga tidak, maksud 'diatasi' yaitu sesuai keinginan kita. sebaiknya buat milister yang tidak puas jangan ngomel aja. lakukan sesuatu misalnya berjoeang jadi pengganti pejabat yang bikin kita tidak puas, atau mem PTUN kan kebijakan yang tidak memuaskan, atau mengajukan judicial review di MK, de el el dah.. yang penting jangan ngomel doang :) met berjoeang. semoga ketidak puasan bisa segera 'diatasi' kalau tidak bisa berjoeang, terpaksa harus disyukuri saja (karena ternyata kebijakan yang tidak memuaskan adalah buatan Yang Maha Kuasa). bagaimana?? :) maaf klo salah, soalnya saya juga sedang belajar bersyukur :D Salam GAWAT Gaut.
