Assalam'mualaikum Wr.Wb.

Buat Mas Kad Fold dan Akinari Hattori serta Rekan Form Prima,

Sesungguhnya manusia itu diciptakan dalam keadaan resah dan gelisah,
bila senang... sombong, bila susah... putus asa, kecuali manusia yang
sholat, dan sholatnya berkepanjangan.

Sungguh... dulu... waktu tahun 75-an, saat masih muda belia, saya
begitu membayangkan mutasi agar dapat melihat indahnya budaya dan
panorama nusantara, kata Pa Tardjani, di pulau dewata, sambil
bekerja... sambil tamasya. Tapi kenyataannya selama 20 tahun tidak
beranjak dari tempat tugas... bosan dan jenuh merupakan musuh utama.
Dan Alhamdulillah... tidak sampai deserter. Bukan mencari kambing
hitam ataupun kebo ijo, tapi kenyataan waktu itu mutasi atau alihtugas
menjadi komoditi langka, pendanaan tidak transparan, sang "Koki"
(=bagian kepegawaian) ga mau pusing-pusing... ga mau capek-capek...
membiarkan yang senang... mandi terus, tidak berkehendak melakukan
rolling tugas penyegaran.

Sekarang... saat menjelang purna bhakti... jaman berganti...
transparan dan reformasi merebak ke dalam instansi DJPBN. Sungguh...
ada timbul rasa iri dalam hati dengan pola mutasi DJPBN saat ini. Yang
muda... yang berpotensi, diputar... berkeliling nusantara, menambah
wawasan... menambah pengalaman... eh diberi sangu jalan lagi... dengan
pengharapan hasilnya matang merata.

Sungguh... tidak terbayangkan betapa sibuk dan rumitnya meramu yang
dilakukan sang "Koki" (=bagian kepegawaian), kalaulah bahan baku akan
ditambah lagi dengan sisa-sisa laskar DJPBN 50 tahunan (non Prodip),
"tidak mati berdiri" saja sudah untung. Tapi... kita patut berkaca,
apakah dengan melakukan mutasi atas laskar 50 tahunan (non Prodip)
hasilnya akan pantas dengan biaya tinggi yang dikeluarkan negara.
Kalaulah dilakukan mutasi, mungkin dapat dilakukan secara regional
antar KPPN dan/atau Kanwil.

Oleh karena itu, hai... para Prodip, biarkanlah kami laskar 50 tahunan
menikmati sisa kejenuhan, dan bersyukurlah kalian bekerja di masa
reformasi, bersyukurlah kepada Bapak Pimpinan DJPBN beserta "juru
Koki" DJPBN yang masih mau memasak untuk kalian, yang masih mau
memikirkan mutasi kalian, dan janganlah pernah curiga... marah...
ngambek... kepada mereka, dikasih sambel tau rasa loh, eh...eh...
eh... canda, Bu Anan baik kok.

Mohon maaf kalau ada salah, semoga ada manfaat.

Wassalam'mualaikum Wr.Wb. Agung Sayuta.



Kirim email ke