Top banget pendapatnya Pak Musukhal ini: Paradigma leadership telah
berevolusi dari 'authoritarian' (otoriter) ke 'democratic' (demokratis) dan 
terakhir 'servant' (pelayan) terhadap bawahannya. Jadi... 

Tapi sayangnya kadang2 hal ini hanya disadari oleh pucuk pimpinan pusat dan 
sering kali tidak menular ke jajaran manajemen di tingkat regional. Apalagi 
budaya feodalisme kita kental banget, masih banyak yang berpikir bahwa bawahan 
itu tinggal manut aja, bos is the bos, dan sadar tidak sadar kita masih sering 
menerapkan UU Feodalisme:
  Pasal 1 : Bos tidak pernah salah
  Pasal 2 : Bila bos salah.... lihat pasal 1.
   
  Semoga perubahan itu cepat datang:)
   
  
musukhal <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
          Mas Agung dan milisers yang budiman,

Sedikit menambahkan...Semoga bermanfaat

Barangkali ada baiknya juga para pembuat kebijakan 'assessment' untuk
men-desseminasikan kebijakan itu (shared vision), apa maksud dan
tujutannya, apa konsekuensinya bagi yang lulus, bagaimana peluang
tawar-menawar dalam menolak/menerima hasil tes, dll, dsb. karena
kebijakan tersebut masih terdengar asing, bahkan menakutkan, di
sebagian telinga pegawai PBN (termasuk saya).

Saya yakin para pembuat kebijakan di PBN punya tujuan untuk memajukan
organisasi ini, tapi keberhasilan sebuah perubahan tidaklah terletak
pada kesuksesan para pemimpin untuk menelurkan ide, melainkan pada
sejauh mana perubahan itu disambut, diterima, dan ber-efek pada
mayoritas anggota organisasi.

Biar bagaimana pun juga para pemimpin bukanlah Tuhan yang setiap
kebijakannya tidak perlu dipertanyakan. Paradigma leadership telah
berevolusi dari 'authoritarian' (otoriter) ke 'democratic'
(demokratis) dan terakhir 'servant' (pelayan) terhadap bawahannya.
Jadi... 

Wallohu a'lam

--- In [email protected], "Agung_Sayuta" <[EMAIL PROTECTED]> wrote:

> > Setelah hasil test, serahkan Pimpinan
> menentukan kebijakan... yang kita semua di daerah tidak tahu seperti
> apa. Insya Allah kebijakan itu pasti baik buat kejayaan DJPBN. Kalau
> kita di daerah ikut memikirkan... campur aduk namannya.

> Mohon maaf, semoga bermanfaat.
> 
> Wassalam'mualaikum Wr.Wb. Agung Sayuta.
>



                           

       

[Non-text portions of this message have been removed]

Kirim email ke