Ass. Wr.Wb.

Dear Pak Moderator.

Saya hanya menanyakan masalah forum Alumni AKA ini, setau Saya forum ini
adalah forum mewadahi forum lulusan AKA untuk menjembatani ALUMNI AKA
untuk bisa berdiskusi ataupun bertukar fikiran tetapi bukan sebagai wadah
politik
atau wadah untuk mendukung atau menjelek-jelekan orang lain apalagi kalo
sudah behubungan
dengan SARA.

Di forum ini mungkin ada juga yang non-muslim, atau mungkin juga
ada yang mendukung SBY, atau mungkin MEGA atau mungkin Gusdur... who know
lah �.
karena itu waktu kita nyolok pemilu juga RAHASIA.

Saya sendiri Muslim tapi bukan berarti Saya mendukung atau menentang opini
ini, tapi Saya pikir forum AKA ini bukan wadah yang tepat untuk masalah
ini.
Kenapa ..... ??? karena memang forum ini bukan wadahnya dan juga tidak
semua Alumni AKA tidak berfikiran sama tentang masalah Politik ataupun
SARA.

Sekali lagi Saya hanya tidak ingin forum ilmiah kita ini terjebak dalam
diskusi praktis masalah politik dan sara.

Wasalam
Lukman Nur Aalim

From: [EMAIL PROTECTED] on 07/04/2004 02:38 PM


To: � � � [EMAIL PROTECTED]
cc:
cc: � � � �(bcc: Lukman BKC1048 Nur Aalim/BKCP/BKC)
bcc: � � � �Lukman BKC1048 Nur Aalim/BKCP/BKC

Fax to:

Subject:[AKA Bogor] SANDIWARA??





Sekedar wacana u/ perenungan!

UNTUK MEMBUKA PIKIRAN KITA SEMUA .....

SBY BERSANDIWARA DENGAN MEGA ??

Telaah Panas 1
SBY ternyata direstui MEGA
Kalau ada pemilihan aktor dan artis peraih oscar pemilu 2004 ini pasti
jatuh
ke SBY dan Mega. Mereka berdua telah piawai bermain sandiwara dengan
pemeran
pembantu Bambang Kesowo dan sutradara Taufik Kiemas. Menurut kawan tadi,
sandiwara ini terinspirasi kisah Inul, dan kemudian mendapat "pembenaran"
skenario dari kasus pemilu Taiwan(dimana Chen Shui-bian "bersandiwara"
dengan
menyuruh orang menembak dirinya, sehingga Lien Chan yang sebelumnya leading
jadi kalah di pemilu). INTINYA bahwa secara psikologis rakyat cenderung iba
terhadap pihak yang tersia-siakan. Sebetulnya skenario ini (SBY dipaksa
mundur) sempat ragu-ragu dijalankan, tetapi hasil pemilu Spayol kemudian
Taiwan ternyata memberikan satu keberanian.
Begitu SBY mengundurkan diri, langsung ribuan gambarnya di bendera partai
demokrat terpasang di seluruh Indonesia. Media massa memback up penuh SBY
(coba lihat di TV, hampir tiap hari ada beritanya). Terus sandiwaranya
untuk
apa?
INI YANG PENTING, di lingkungan ring 1 Mega sudah 100% yakin hanya AR
satu-satunya lawan berat. Dengan munculnya SBY sebagai capres, sudah
dihitung
matang HANYA akan mengurangi suara AR tidak bagi Mega. Sebab, pendukung
ATM(Asal Tidak Mega) mempunyai calon alternatif selain AR. Artinya, suara
yang
mustinya ke AR terbagi ke SBY.
Kenapa SBY mau? Ada "hitung-hitungan" tersendiri (dengar-dengar kembali
sebagai menko polkam di kabinet Mega tapi dengan kekuasaan layaknya Perdana
Menteri), dan yang pasti juga sudah dibahas dengan partai Demokrat. AGAR
lebih
jelas, tolong pelototi PLATFORM partai Demokrat (Persis kalau tidak mau
disebut photocopy PDIP) serta menariknya lagi, partai Demokrat, MAAF
ternyata
didominasi oleh nonmuslim disusunan pengurusnya, dari DPP sampai DPD.
Tolong
dicari kebenarannya kalo ragu. Minimal Ketua Umum atau sekjennya pasti
nonmuslim. (Maaf, bukan berarti mau SARA, hanya sebagai pendukung opini
kenapa
Demokrat mengiyakan sandiwara SBY-Mega).

Telaah Panas 2
Ada "kesepakatan" tidak tertulis, untuk menonjolkan parpol Islam tertentu
dengan "menenggelamkan" parpol lain di pemberitaan media massa
terlebih-lebih
yang berbau AR. Kenapa begitu? Soalnya, biar pendukung AR bingung, tidak
pede,
dan ragu-ragu.(Coba lihat TV, setelah banteng dan beringin, pasti PKS dan
demokrat yang riwa-riwi di TV) Ekstrimnya lagi, ada keinginan agar suara
PKS
diatas PAN. (Sebetulnya tadinya �PKB yang 'mau ditonjolkan dengan
"menggarap"
Gus Dur ngotot maju. Tapi Gus Dur kayaknya sudah "ngerti" arah angin
sehingga
buru-buru "menggoda SBY".) Kenapa begitu? Jelas, kalau suara PKS diatas
PAN,
AR jadi teramat wagu dan saru kalo AR ngotot jadi presiden. Dan Nur Wahid
akan
"terjebak" pada permainan Mega untuk maju sebagai capres. Soale Mega
teramat
yakin, Nur Wahid jauh lebih gampang dikalahkan. Isunya, sudah disediakan
setumpuk amunisi buat menyerang Nur Wahid di pemilu presiden. Antara lain,
Hantu Syariat Islam, Talibanisme, Poligami, Riba, kekacauan sistem
perbankan,
dll. Dan Mega yakin, secara umum rakyat Indonesia "takut" bin ngeri dengan
semua itu.

PERCAYA GA PERCAYA, Tolong isu panas ini didiskusikan, siapa tahu berguna.
Jangan sampai kita terlena, tahu-tahu Nyonya Meneer lagi yang terpampang di
sekolah-sekolah. Apa kuat kita harus menanggung sengsara 5 tahun lagi.
Tobat-tobat!!























---------------------------------------------------------------------
Media Komunikasi Alumni, mahasiswa dan seluruh civitas
AKADEMI KIMIA ANALISIS BOGOR
---------------------------------------------------------------------
Unsubscribe, e-mail: [EMAIL PROTECTED]
Untuk melihat perintah, e-mail: [EMAIL PROTECTED]
Website : http://www.alumni-akabogor.org/
Archive : http://www.mail-archive.com/[EMAIL PROTECTED]/






---------------------------------------------------------------------
Media Komunikasi Alumni, mahasiswa dan seluruh civitas
AKADEMI KIMIA ANALISIS BOGOR
---------------------------------------------------------------------
Unsubscribe, e-mail: [EMAIL PROTECTED]
Untuk melihat perintah, e-mail: [EMAIL PROTECTED]
Website : http://www.alumni-akabogor.org/
Archive : http://www.mail-archive.com/[EMAIL PROTECTED]/

Kirim email ke