Milisers
yang budiman,
 
Bagi
pegawai Ditjen Perbendaharaan yang masih produktif dan lulusan program Diploma
ke atas sebaiknya jangan dulu berandai-andai akan ditawari program pensiun 
dini.  Informasi dalam detikFinance berikut mungkin bisa
dijadikan acuan tentang pegawai yang akan mendapatkan tawaran program pensiun
dini ( 
http://finance.detik.com/read/2011/07/05/162655/1675122/4/cuma-lulus-sma-2000-pns-kemenkeu-bakal-kena-pensiun-dini?991101mainnews
 ).
 
Saya kira Ditjen Perbendaharaan tidak ingin kehilangan para
pegawainya yang sangat produktif.  Di
sisi lain, ia juga tidak mau membayar mahal para pegawainya yang tidak
produktif yang telah memenuhi syarat untuk mengikuti program pensiun dini.  Hal 
penting lainnya adalah bahwa, berdasarkan
peraturan kepegawaian yang ada, pemerintah tidak bisa memaksa para pegawainya
yang tidak produktif untuk mengambil program pensiun dini.  Dengan kata lain, 
program pensiun dini hanya
bisa dilaksanakan atas persetujuan kedua belah pihak, Ditjen Perbendaharaan dan
pegawai yang bersangkutan.
 
Saran saya, program pensiun dini yang sudah pernah digagas di
masa Pak Herry Purnomo tersebut agar lebih dimatangkan sebelum diajukan ke
Menpan.  
 
Tantangan di Menpan mungkin terkait dengan apakah program
pensiun dini (termasuk tabel insentif Golden
Handshake-nya) yang disetujui oleh Menpan nanti berlaku khusus untuk Ditjen
Perbendaharaan, Kementerian Keuangan, atau berlaku untuk semua
Kementerian.   Tantangan berikutnya adalah sejauhmana para
pegawai yang dinilai tidak produktif tersebut akan menerima Golden Handshake 
pensiun dini yang
ditawarkan oleh pemerintah.   Jika program pensiun dini tersebut gagal, 
konsekuensinya
adalah pemerintah harus menunggu 5-6 tahun lagi hingga pegawai yang tidak
produktif tersebut memasuki usia pensiun.
 
Sekadar mengingatkan, ketika tahun depan SPAN sudah bisa jalan, pengurangan
pegawai yang dibutuhkan tentu tidak akan berhenti pada angka 2000.   Dengan
kata lain, pada saat itu pengertian pegawai yang tidak produktif perlu dikaji
kembali.   Kecuali kalau implementasi
SPAN masih belum bisa dipastikan.
 
 
Salam,
budisan  

Kirim email ke