Bung Billy,
Ada yang kurang tepat di tulisan Dr. Ong Han Ling tentang berdirinya
Technishe Hogeschool Bandung seolah olah bukan didirikan oleh Belanda.
Sumbangan dari masyarakat Tionghoa, dari orang2 kaya yang dikumpulkan oleh
Phoa Keng Hek, kapitein der Chinezen Nio Hoey Oen dan H.H. Kan memang
banyak sekali f.500.000. Tetapi sumbangan yang terkumpul dari kaum
industrialis Belanda, pengusaha2 perkebunan Belanda dalam semalam lebih
banyak yaitu f. 3000.000 dan sumbangan 30 ha tanah oleh walikota Bandung,
sehingga akhirnya Bandung dan bukan Batavia yang terpilih sebagai tempat
berdirinya TH Bandung. Semua ex mahasiswa bagian Teknik ITB pasti pernah
praktikum Fisika Dasar di Lab. Bosscha, sumbangan Bosscha, pengusaha
perkebunan tehyang banyak sumbangannya pada TH Bandung dan yang mendirikan
Bosscha Sterrenwacht di Lembang (Patungnya Bosscha dipindahkan ke dalam).
Ayah Bosscha pernah jadi rektor TH Delft.
Sehabis Reunion TFI ( TH Bandung, Fakultas Ilmu Pasti Ilmu Alam-Fakultas
Teknik sebagai bagian dari UI, ITB), kami ikut Post Reuinion Tour dari
Shanghai ke Korea Selatan dan Jepang. Waktu balik di Shanghai, kami
dijemput Sucipto Nagaria (Liong Sie Tjin) mau diajak lihat penjualan real
estatenya (Summarecon Agung) di Pudong Shanghai,dan dikelilingkan Shanghai,
antaranya daerah Bund dulu. Di tengah jalan, dalam bus, saya disodori Sie
Tjin copy surat tercetak. Saya baca lho Staatsblad jaman Hidia Belanda
tentang pembentukan komisi Keuangan13 orang untuk Mendirikan Suatu sekolah
tinggi Teknik.
Saya baca ada nama Phoa Keng Hek, Nio Hoey Oen, dan HH Kan. Saya bilang
Phoa Keng Hek dan kapitein der Chinezen Nio Hoey Oen yang dirikan
perkumpulan THHK dan setahun kemudian dirikan sekolah PaHoa (Patekoan Tiong
Hoa Hwee Koan), tempat Sie Tjin sekolah dan lulus SMA nya. Dia tanya saya,
kok saya tahu. Saya bilang, saya baca di bukunya Benny Gator Setiono,”
Tionghoa dalam Pusaran Politik”.
Sie Tjin bilang, Nio Hoey Oen itu engkong buyutnya. Saya tanya, apa engkong
luar? Dia jawab, engkong dalam, nama lainnya adalah Liong Yin Tang.
Belakangan tentang komisi 13 orang itu ditulis lengkap di buku biografi
dari keluarga Liong : Pancaran Cahaya 7 generasi.
Istri saya, setelah kerja beberapa tahun di Geologisch Instituut di Leiden,
oleh direkturnya ditawari belajar ambil ijasah di Delft mengingat akan ada
fusi beberapa tahun lagi antara Leiden dan Utrecht. Karena istri saya
alumni TH Delft, jadi kami terima majallah berkala dari TU Delft, dan pada
waktu ITB berdiri 100 tahun, TU Delft memuat tulisan tentang berdirinya ITB
dan sangkut pautnya dengan TU Delft. Dan dari bahan2 itu saya menulis
artikel di Hua Yi blad negeri Belanda tentang 100 tahun berdirinya ITB.
Ini terjemahannya ke bahasa Indonesia : * 100 tahun
Institut Teknologi Bandung.*
Diterjemahkan dari majallah Hua Yi
Belanda.
Seratus tahun lalu, tepatnya 3 Juli 1920, Institut Teknologi Bandung
didirikan.
Sekitar tahun 1900, 25 - 30% dari semua insinyur Delft bekerja di Hindia
Belanda, tetapi ini terhenti karena Perang Dunia Pertama (1914-1918).
Pada bulan Februari 1914, Pemerintah Hindia Belanda membentuk Komite
Keuangan untuk Yayasan Eener Technische Hoogerchool dengan Ketua Gubernur
Batavia H Rijfsnijderf dan Sekretaris Mr. I.Hen, dengan anggota:
1. E.A. Zelinga Azn, Presiden Javasche Bank
2. C. Canne, Ketua Dewan Kota Batavia
3. F.H.K. Pemimpin Redaksi Bataviasch Handelsblad
4. G.P.N. Elenbaas, Arsitek
5. R.M. Ario Dhipokoesoemo, Bupati Batang
6. Raden Batin Djaja Negara, Kepala Jaksa di Batavia
7. Kapiten der Chinezen Nio Hoey Oen (Liong Yin Tang)
8. Phoa Keng Hek, Presiden Perkumpulan Tiong Hwa Hwee Kwan
9. H.H. Kan, Tuan Tanah, Anggota Dewan Kota Batavia
10. Dr. J. Noordhoek, Direktur S.T.O.V.I.A
11. Dr. Ingr.P.N. Degens, Guru K.W.S.
12. F.J.H Cowan, Sekretaris Departemen Kehakiman
13. Dr. W.M.G. Schumann, Ambtenaar ter beschikking b/d Burg. Geneeskundige
Dienst
Namun pada tahun 1915, Menteri Pendidikan Belanda menggagalkan rencana
pendirian Technische Hogeschool di Hindia Belanda, dengan alasan jumlah
siswa yang mungkin mendaftar terlalu sedikit.
Pada tahun 1917 delegasi dari Hindia Belanda mendatangi parlen Belanda yang
kali ini mendapat perhatian dari pemerintah di Belanda yang menyetujui
rencana pendirian Technische Hogeschool di Hindia Belanda.
Mengapa Technische Hogeschool akhirnya bisa didirikan di Hindia Belanda?
1. Ada kebutuhan besar akan insinyur di bidang pertambangan dan pengeboran
minyak bumi.
2. Pengaruh politik etis.
3. Tumbuhnya seruan untuk kemerdekaan Indonesia.
4. Saat itu jumlah lulusan HBS dan AMS cukup banyak.
5. Ide untuk mendirikan TH didukung oleh K.A.R. Bosscha, sejumlah pemilik
industri, pengusaha, dan pengusaha perkebunan. Bosscha adalah seorang
pengusaha perkebunan yang sangat kaya, filantroop dan putra dari Dr. J.
Bosscha, salah satu rektor TH Delft.
Nio Hoey Oen (Liong Yin Tang), Phoa Keng Hek dan H.H. Kan telah
mengumpulkan 500.000 gulden dari orang-orang Tionghoa kaya. Bosscha dan
pengusaha lainnya telah mengumpulkan 3 juta gulden dalam 1 malam. Walikota
Bandung telah menawarkan lahan seluas 30 ha secara gratis untuk pendirian
Perguruan Tinggi Teknik ini. Kemudian Bandung ditetapkan sebagai lokasi
Sekolah Menengah Teknik ini.
Insinyur Delft terlibat dalam pendirian TH Bandung. Guru besar matematika
dan mekanik terapan Jan Klopper, misalnya, berkontribusi pada Program
Pembelajaran dan menjadi rektor magnificus pertama di Bandung. Awalnya,
sekolah tersebut hanya menawarkan jurusan teknik sipil. Gelombang pertama
terdiri dari 25 siswa, termasuk seorang perempuan. Pada tahun kedua
keberadaannya, mahasiswa paling terkenal dari Bandung mendaftar: Sukarno,
presiden pertama Indonesia merdeka.
Bung Karno pernah dipanggil rektornya karena adanya laporan polisi tentang
aktivitas politiknya.Bung Karno diminta memilih terus sebagai mahasiswa
atau keluar dan aktif di politik. Bung Karno berjanji akan menyelesaikan
studienya. Setahun kemudian bung Karno menghadap Jan Klopper, minta pada
sang rektor agar bung Karno dibebaskan dari janjinya, mengingat rakyat
begitu menderita dan bung Karno harus aktif di politik. Jan Klopper
memberikan ijin dan mengagumi kejantanan bvung Karno yang datang berterus
terang.
Bahkan kini ada ikatan khusus antara Bandung dan Delft. Kolaborasi terjadi
di berbagai bidang seperti pengelolaan air dan pendidikan arsitektur.
Kuliah Karel Luyben tahunan yang rencananya akan berlangsung di Bandung
pada bulan Juli ini telah ditunda karena adanya krisis korona. Pameran di
Arsitektur dan Teknik Sipil juga akan dibatalkan untuk sementara waktu.
TH Bandung kemudian menjadi bagian dari Universitas Indonesia. Pada tanggal
2 Maret 1959, TH Bandung dipisahkan dari Universitas Indonesia dan
ditetapkan sebagai Institut Teknologi Bandung (ITB). 38 tahun setelah
berdirinya TH Bandung pada tahun 1920, Cicit Nio Hoey Oen (Liong Ying Tang)
Liong Sie Tjin (Soetjipto Nagaria) menjadi mahasiswa Teknik Kimia ITB. Dia
lulus pada tahun 1964.
What a wonderful world - Paduan Suara Guru dan Alumni ITB- 100 tahun ITB :
https://www.youtube.com/watch?v=1PEUHiyezuY
Summaecon Agung menyumbang 2 ha tanah untuk innovation-park ITB :
https://industri.kontan.co.id/news/summarecon-hibah-lahan-itb-innovation-park
Kiri Herman Nagaria. Sebelahnya, ayahnya, Soetjipto Nagaria, dari
Summarecon Agung.
Soetjipto Nagaria (Liong Sie Tjin, alumni ITB, buyut Nio Hoey Oen)
menyumbangkan 1 ha lahan untuk ITB dan 1 ha lagi untuk pembangunan ITB
Innovation Park di Gedebage, Bandung.
Bila kakek buyutnya, Nio Hoey Oen bersama Phoa Keng Hek dll. mendirikan
sekolah Pahoa (Patekoan Tiong Hoa Hwee Koan) ditahun 1901, Liong Sie Tjin
(Soetjipto Nagaria) dan kawan2nya alumni PaHoa mendirikan sekolah Pahoa
integrated dari Taman Kanak-kanak hingga SMA di Serpong kurikulum nasional
dengan tambahan bahasa Mandarin dan pendidikan Confucianisme ( Di Zi Gui).
Sekarang focus pada 3 M : Moral, Mandarin, Matematika. Jumlah siswanya
sudah mencapai 4000 orang.
Sumber:
Delft Outlook, No.2, Juli 2020
https://industri.kontan.co.id/news/summarecon-hibah-lahan-itb-innovation-park
--
Anda menerima pesan ini karena Anda berlangganan grup "GELORA45" dari Google
Grup.
Untuk berhenti berlangganan dan berhenti menerima email dari grup ini, kirim
email ke [email protected].
Untuk melihat diskusi ini di web, kunjungi
https://groups.google.com/d/msgid/gelora1945/CAG8tavghS9xhG1SH_mgC3ELpShwNV2de0bWsc6Uqr4M23ZFS2A%40mail.gmail.com.