Nuwun sewu Meneer.Djie atas tambahannya,Selama Ini belum saya lihat university 
Di Indonesia yang bersifat mendidik menjadi manusia teladan.University yang 
mirip suatu badan pemerintahan kecil, komplit dengan hukum, polisi, Mensa, 
tempat.makan, tukang cukur, polisi, arbitrasi untuk jawaban soal ujian, nilai 
dsb..dsb..Dan kenapa tidak terbuka untuk umum, kalau cuma mau mendengarkan 
kuliah, Dan bulan terakhir semester, angket untuk penilaian kuliah seorang 
Dosen/professor..Di Indonesia Dosen itu mirip Dewa?Apa lagi professor? Bukannya 
tugas professor itu ngajar?Mungkin masih bermental kolonial?


Sent from Rogers Yahoo Mail on Android 
 
  On Mon., Jun. 28, 2021 at 6:32 a.m., kh djie<[email protected]> wrote:   Ada 
dari ex siswa Ureca, yang meneruskan tulisan saya ke teman sekolahnya dulu di 
SMA Budi Utomo, seorang Prof. yang sedang mengumpulkan sejarah berdirinya TH 
Bandung. Ya, ada beberapa hal kebetulan, seperti Sucipto Nagariayang dimintai 
sumbangan oleh ITB. Dia jawab, pasti dia sumbang, ITB kan AlmaMaternya. Wakil 
rektornya kaget, tidak tahu kalau dia itu lulusan ITB, juga tidak tahu kalau 
kakek buyutnya salah satu dari 3 orang Tionghoa yang ditunjukdi Panitia 13 
orang untuk dirikan suatu Fakultas Teknik di Hindia Belanda. Suciptonya juga 
tidak cerita pada sang wakil Rektor tentang kakek buyutnya dan 
hubungannyadengan pendirian TH Bandung. Banyak dari ex ITB juga tidak tahu. 
Waktu saya ceritai Ketua Reunie TFI di Surabaya, dia tanya Sucipto Nagaria yang 
duduk semeja dengan kami. Waktu Sucipto bilang benar, lalu sang ketua berdiri, 
dan beritahu semua bahwa cucu buyut orang yang ikut bantu dirikan TH Bandung 
ada ditengah kita. Sucipto diminta berdiri untuk ceritakan asal mula berdirinya 
TH Bandung.
Op ma 28 jun. 2021 om 10:54 schreef BILLY GUNADIE <[email protected]>:

Terima kasih banyak atas tulisan Meneer Djie yang melengkapi Dr. Ong.Kalau 
Belanda yang mendirikan, tentunya atas initiative Mr. Phoa?Ada beberapa yang 
menjadi pertanyaan saya.Tahun 1920 harga mas sekitar 20$/ounce. 
Kompleks gedung kampus ITB Jalan Ganesha, sebesar itu apakah sampai Makan beaya 
3.5juta f.? Rumah di Bandung sekitar jalan Dago, 29-30ribu f..
Juga tidak pernah ada Rektor dari etnis Tionghoa? Yang pernah ada ketua Dewan 
Mahasiswa The Gian.Heng (Seni Rupa 1962?).Bangunan aslinya hanya yang 
menggunakan atas sirap (kayu), dengan pilar batu alam dan semen. Selebihnya 
prefab termasuk gedung lab Kimia, gedung 3 tingkat Geologi, bagian barat 
kampus.Perlu juga diketahui, berpuluhan tahun penerimaan etnis Tionghoa dijatah 
3%, atas dasar populasi kependudukan.1968, Rektor Kuntoadji baru kembali dari 
Belanda, penerimaan atas dasar hasil tes, terjadi istilah Ganesha Sipit, dan 
penskoran pada saat Mapram.
Akan saya usahakan kontak Dr. Ong via editornya atau ex-siswanya.Terima kasih 
yang sebesar besarnya pada Meneer Djie, yang sudi menulis secara detail.






Sent from Rogers Yahoo Mail on Android 
 
  On Mon., Jun. 28, 2021 at 3:10 a.m., kh djie<[email protected]> wrote:   
Bung Billy,

Ada yang kurang tepat di tulisan Dr. Han Ling tentangberdirinya Technishe 
Hogeschool Bandung seolah olah bukan didirikan olehBelanda. Sumbangan dari 
masyarakat Tionghoa, dari orang2 kaya yang dikumpulkan olehPhoa Keng Hek, 
kapitein der Chinezen Nio Hoey Oen dan H.H. Kan memang banyaksekali f.500.000. 
Tetapi sumbangan yang terkumpul dari kaum industrialisBelanda, pengusaha2 
perkebunan Belanda dalam semalam lebih banyak yaitu f.3000.000 dan sumbangan 30 
ha tanah oleh walikota Bandung, sehingga akhirnyaBandung dan bukan Batavia yang 
terpilih sebagai tempat berdirinya TH Bandung. Semuaex mahasiswa bagian Teknik 
ITB pasti pernah praktikum Fisika Dasar di Lab.Bosscha, sumbangan Bosscha, 
pengusaha perkebunan tehyang banyak sumbangannyapada TH Bandung dan yang 
mendirikan Bosscha Sterrenwacht di Lembang (PatungnyaBosscha dipindahkan ke 
dalam). Ayah Bosscha pernah jadi rektor TH Delft.

Sehabis Reunion TFI ( TH Bandung, Fakultas Ilmu Pasti IlmuAlam-Fakultas Teknik 
sebagai bagian dari UI, ITB), kami ikut Post Reuinion Tourdari Shanghai ke 
Korea Selatan dan Jepang. Waktu balik di Shanghai, kamidijemput Sucipto Nagaria 
(Liong Sie Tjin) mau diajak lihat penjualan realestatenya (Summarecon Agung) di 
Pudong Shanghai,dan dikelilingkan Shanghai,antaranya daerah Bund dulu. Di 
tengah jalan, dalam bus, saya disodori Sie Tjincopy surat tercetak. Saya baca 
lho Staatsblad jaman Hidia Belanda tentangpembentukan komisi Keuangan13 orang 
untuk Mendirikan Suatu sekolah tinggiTeknik.

 Saya baca ada namaPhoa Keng Hek, Nio Hoey Oen, dan HH Kan. Saya bilang Phoa 
Keng Hek dan kapiteinder Chinezen Nio Hoey Oen yang dirikan perkumpulan THHK 
dan setahun kemudiandirikan sekolah PaHoa (Patekoan Tiong Hoa Hwee Koan), 
tempat Sie Tjin sekolahdan lulus SMA nya. Dia tanya saya, kok saya tahu. Saya 
bilang, saya baca dibukunya Benny Gator Setiono,” Tionghoa dalam Pusaran 
Politik”. 

Sie Tjin bilang, Nio Hoey Oen itu engkong buyutnya. Sayatanya, apa engkong 
luar? Dia jawab, engkong dalam, nama lainnya adalah LiongYin Tang. Belakangan 
tentang komisi 13 orang itu ditulis lengkap di bukubiografi dari keluarga Liong 
: Pancaran Cahaya 7 generasi.                   

Istri saya, setelah kerja beberapa tahun di GeologischInstituut di Leiden, oleh 
direkturnya ditawari belajar ambil ijasah di Delftmengingat akan ada fusi 
beberapa tahun lagi antara Leiden dan Utrecht. Karenaistri saya alumni TH 
Delft, jadi kami terima majallah berkala dari TU Delft,dan pada waktu ITB 
berdiri 100 tahun, TU Delft memuat tulisan tentangberdirinya ITB dan sangkut 
pautnya dengan TU Delft. Dan dari bahan2 itu sayamenulis artikel di Hua Yi blad 
negeri Belanda tentang 100 tahun berdirinya ITB.

Ini terjemahannya ke bahasa Indonesia :                    100 tahun Institut 
Teknologi Bandung.

                                       Diterjemahkan dari majallah Hua Yi  
Belanda.

Seratus tahun lalu, tepatnya 3 Juli 1920, Institut TeknologiBandung didirikan.

Sekitar tahun 1900, 25 - 30% dari semua insinyur Delftbekerja di Hindia 
Belanda, tetapi ini terhenti karena Perang Dunia Pertama(1914-1918).

Pada bulan Februari 1914, Pemerintah Hindia Belandamembentuk Komite Keuangan 
untuk Yayasan Eener Technische Hoogerchool denganKetua Gubernur Batavia H 
Rijfsnijderf dan Sekretaris Mr. I.Hen, dengan anggota:

1. E.A. Zelinga Azn, Presiden Javasche Bank

2. C. Canne, Ketua Dewan Kota Batavia

3. F.H.K. Pemimpin Redaksi Bataviasch Handelsblad

4. G.P.N. Elenbaas, Arsitek

5. R.M. Ario Dhipokoesoemo, Bupati Batang

6. Raden Batin Djaja Negara, Kepala Jaksa di Batavia

7. Kapiten der Chinezen Nio Hoey Oen (Liong Yin Tang)

8. Phoa Keng Hek, Presiden Perkumpulan Tiong Hwa Hwee Kwan

9. H.H. Kan, Tuan Tanah, Anggota Dewan Kota Batavia

10. Dr. J. Noordhoek, Direktur S.T.O.V.I.A

11. Dr. Ingr.P.N. Degens, Guru K.W.S.

12. F.J.H Cowan, Sekretaris Departemen Kehakiman

13. Dr. W.M.G. Schumann, Ambtenaar ter beschikking b/d Burg.Geneeskundige Dienst

Namun pada tahun 1915, Menteri Pendidikan  Belanda menggagalkan rencana 
pendirianTechnische Hogeschool di Hindia Belanda, dengan alasan jumlah siswa 
yangmungkin mendaftar terlalu sedikit.

Pada tahun 1917 delegasi dari Hindia Belanda mendatangiparlen Belanda yang kali 
ini mendapat perhatian dari pemerintah di Belanda yangmenyetujui rencana 
pendirian Technische Hogeschool di Hindia Belanda.

Mengapa Technische Hogeschool akhirnya bisa didirikan diHindia Belanda?

1. Ada kebutuhan besar akan insinyur di bidang pertambangandan pengeboran 
minyak bumi.

2. Pengaruh politik etis.

3. Tumbuhnya seruan untuk kemerdekaan Indonesia.

4. Saat itu jumlah lulusan HBS dan AMS cukup banyak.

5. Ide untuk mendirikan TH didukung oleh K.A.R. Bosscha,sejumlah pemilik 
industri, pengusaha, dan pengusaha perkebunan. Bosscha adalahseorang pengusaha 
perkebunan yang sangat kaya, filantroop dan putra dari Dr. J.Bosscha, salah 
satu rektor TH Delft.

Nio Hoey Oen (Liong Yin Tang), Phoa Keng Hek dan H.H. Kantelah mengumpulkan 
500.000 gulden dari orang-orang Tionghoa kaya. Bosscha danpengusaha lainnya 
telah mengumpulkan 3 juta gulden dalam 1 malam. WalikotaBandung telah 
menawarkan lahan seluas 30 ha secara gratis untuk pendirianPerguruan Tinggi 
Teknik ini. Kemudian Bandung ditetapkan sebagai lokasi SekolahMenengah Teknik 
ini.

Insinyur Delft terlibat dalam pendirian TH Bandung. Gurubesar matematika dan 
mekanik terapan Jan Klopper, misalnya, berkontribusi padaProgram Pembelajaran 
dan menjadi rektor magnificus pertama di Bandung. Awalnya,sekolah tersebut 
hanya menawarkan jurusan teknik sipil. Gelombang pertamaterdiri dari 25 siswa, 
termasuk seorang perempuan. Pada tahun keduakeberadaannya, mahasiswa paling 
terkenal dari Bandung mendaftar: Sukarno,presiden pertama Indonesia merdeka. 

Bung Karno pernah dipanggil rektornya karena adanya laporanpolisi tentang 
aktivitas politiknya.Bung Karno diminta memilih terus sebagaimahasiswa atau 
keluar dan aktif di politik. Bung Karno berjanji akanmenyelesaikan studienya. 
Setahun kemudian bung Karno menghadap Jan Klopper,minta pada sang rektor agar 
bung Karno dibebaskan dari janjinya, mengingatrakyat begitu menderita dan bung 
Karno harus aktif di politik. Jan Kloppermemberikan ijin dan mengagumi 
kejantanan bvung Karno yang datang berterusterang. 

Bahkan kini ada ikatan khusus antara Bandung dan Delft.Kolaborasi terjadi di 
berbagai bidang seperti pengelolaan air dan pendidikanarsitektur. Kuliah Karel 
Luyben tahunan yang rencananya akan berlangsung diBandung pada bulan Juli ini 
telah ditunda karena adanya krisis korona. Pamerandi Arsitektur dan Teknik 
Sipil juga akan dibatalkan untuk sementara waktu.

TH Bandung kemudian menjadi bagian dari UniversitasIndonesia. Pada tanggal 2 
Maret 1959, TH Bandung dipisahkan dari UniversitasIndonesia dan ditetapkan 
sebagai Institut Teknologi Bandung (ITB). 38 tahunsetelah berdirinya TH Bandung 
pada tahun 1920, Cicit Nio Hoey Oen (Liong YingTang) Liong Sie Tjin (Soetjipto 
Nagaria) menjadi mahasiswa Teknik Kimia ITB.Dia lulus pada tahun 1964.

What a wonderful world - Paduan Suara Guru dan Alumni ITB-100 tahun ITB : 
https://www.youtube.com/watch?v=1PEUHiyezuY

Summaecon Agung menyumbang 2 ha tanah untuk innovation-parkITB :

https://industri.kontan.co.id/news/summarecon-hibah-lahan-itb-innovation-park

Kiri Herman Nagaria. Sebelahnya, ayahnya, Soetjipto Nagaria,dari Summarecon 
Agung.

Soetjipto Nagaria (Liong Sie Tjin, alumni ITB, buyut NioHoey Oen) menyumbangkan 
1 ha lahan untuk ITB dan 1 ha lagi untuk pembangunanITB Innovation Park di 
Gedebage, Bandung.

Bila kakek buyutnya, Nio Hoey Oen bersama Phoa Keng Hek dll.mendirikan sekolah 
Pahoa (Patekoan Tiong Hoa Hwee Koan) ditahun 1901, Liong SieTjin  (Soetjipto 
Nagaria) dan kawan2nyaalumni PaHoa mendirikan sekolah Pahoa integrated dari 
Taman Kanak-kanak hinggaSMA di Serpong kurikulum nasional dengan tambahan 
bahasa Mandarin danpendidikan Confucianisme ( Di Zi Gui). Sekarang focus pada 3 
M : Moral,Mandarin, Matematika. Jumlah siswanya sudah mencapai 4000 orang.

Sumber:

Delft Outlook, No.2, Juli 2020

https://industri.kontan.co.id/news/summarecon-hibah-lahan-itb-innovation-park
  



-- 
Anda menerima pesan ini karena berlangganan grup "GELORA45" di Google Grup.
Untuk berhenti berlangganan dan berhenti menerima email dari grup ini, kirim 
email ke [email protected].
Untuk melihat diskusi ini di web, kunjungi 
https://groups.google.com/d/msgid/gelora1945/CAG8tavhac00xJE4yeB93dNfahQJr9Jf6WPUgs%3DCSjWOZL3wD3w%40mail.gmail.com.
  

-- 
Anda menerima pesan ini karena Anda berlangganan grup "GELORA45" dari Google 
Grup.
Untuk berhenti berlangganan dan berhenti menerima email dari grup ini, kirim 
email ke [email protected].
Untuk melihat diskusi ini di web, kunjungi 
https://groups.google.com/d/msgid/gelora1945/918122976.486771.1624886281650%40mail.yahoo.com.

Reply via email to