REMO adalah singkatan dari REVISIONISME MODERN. Dalam sejarah perkembangan ilmu Marxisme-Leninisme-Maoisme, terdapat penyelewengan/perubahan/revisi terhadap prinsip-prinsip pokok M-L-M. Yang dimaksud prinsip-prinsip pokok, misalnya, prinsip perjuangan kelas, kelas borjuasi tidak pernah menyerahkan kekuasaannya dengan suka rela alias dengan damai, dan masih banyak lagi.
Ada revisionisme klasik dan revisionisme modern. Ketika orang bicara tentang revisionisme klasik, ia menunjuk pada tokoh utamanya, Eduard Berstein, pada akhir abad 19 dan awal abad 20. Intinya tidak mengakui perjuangan kelas , berkolaborasi dengan kaum borjuasi, tidak mengakui perlunya Kediktaturan proletariat untuk membangun sosialisme. Hasilnya adalah sosial demokrasi (sosdem) yang sekarang banyak dianut oleh Partai sosialis dan komunis (revisionis) di negara-negara Welfare state di Eropa Barat. Revisionisme Modern muncul dengan penyelewengan yang dilakukan oleh tokoh utamanya, Nikita Khrushchov, tahun 1956. Teori revisionis yang dijajakan antara lain peralihan secara damai ke sosialisme, Partai dan Negara seluruh rakyat yang berarti tidak mengakui adanya perjuangan kelas dalam masyarakat sosialis, koexistensi damai dengan imperialisme yang berarti melarang /tidak mendukung rakyat melakukan perjuangan termasuk yang bersenjata melawan imperialisme yang dikepalai AS. Klasik atau modern, inti dari revisionisme adalah melanggar prinsip-prinsip dasar Marxisme. Sekarang, coba simak ajaran Mao yang berkaitan dengan Revisionisme. Both dogmatism and revisionism run counter to Marxism. Marxism must certainly advance; it must develop along with the development of practice and cannot stand still. It would become lifeless if it remained stagnant and stereotyped. However, the basic principles of Marxism must never be violated, or otherwise mistakes will be made. It is dogmatism to approach Marxism from a metaphysical point of view and to regard it as something rigid. It is revisionism to negate the basic principles of Marxism and to negate its universal truth. Revisionism is one form of bourgeois ideology. The revisionists deny the differences between socialism and capitalism, between the dictatorship of the proletariat and the dictatorship of the bourgeoisie. What they advocate is in fact not the socialist line but the capitalist line. In present circumstances, revisionism is more pernicious than dogmatism. One of our current important tasks on the ideological front is to unfold criticism of revisionism. Agen remo selalu menggunakan dalih “zaman berubah”, “kenyataan berubah”, etc dan menuduh saya seolah-olah saya ngeloni “dogma”atau teori-teori yang dia anggap sdh usang. Mao mengingatkan “prinsip-prinsip dasar Marxisme selama-lamanya tidak boleh dilanggar”. Dengan jelas Mao mengajukan bahwa Revisionisme adalah satu bentuk ideologi borjuis. Mereka tidak membedakan kediktaturan proletar dengan kediktaturan borjuis. Kediktaturan apa yang ada di tiongkok sekarang? Proletar atau borjuis? Kalau proletar, mengapa UU dan peraturan yang dulu berlaku dipreteli? Dulu buruh punya hak mogok, punya sida, artinya 4 kebebasan: bebas mengexpresikan pendapat, bebas berdiskusi, bebas menulis koran dinding berhuruf besar… Dulu buruh punya hak libur, layanan kesehatan dan Pendidikan gratis…Kenapa semua itu sekarang tidak ada?? 6 juta buruh yang menderita penyakit karena pekerjaannya sama sekali tidak mendapat layanan kesehatan yang memadai dan gratis!! Kenapa sampai ada buruh yang bunuh diri karena tidak tahan lagi dengan rezim kerja yang ada dipabriknya?? Mao juga mengajukan bahwa dala keadaan sekarang, revisionisme lebih berbahaya dari pada dogmatism!! Ini Mao lagi bicara tentang revisionsime. Revisionism, or Right opportunism, is a bourgeois trend of thought that is even more dangerous than dogmatism. The revisionists, the Right opportunists, pay lip-service to Marxism; they too attack "dogmatism". But what they are really attacking is the quintessence of Marxism. They oppose or distort materialism and dialectics, oppose or try to weaken the people's democratic dictatorship and the leading role of the Communist Party, and oppose or try to weaken socialist transformation and socialist construction. After the basic victory of the socialist revolution in our country, there are still a number of people who vainly hope to restore the capitalist system and fight the working class on every front, including the ideological one. And their right-hand men in this struggle are the revisionists. Sekali lagi Mao bilang revisionisme lebih berbahaya dari pada dogmatism. Yang diserang kaum revisionis adalah inti sari Marxisme. Mereka memutarbalik materialism dan dialektika. Mao mengingatkan “setelah kemenangan revolusi sosialis di negeri kita, masih ada orang yang berharap merestorasi system kapitalis dan menyerang kelas buruh di tiap front termasuk di bidang ideologi.” Celakanya Mao sudah meninggal, ketika kaum revisionis berhasil mengalahkan kaum Marxis-Leninis-Maois dan akhirnya merestorasi kapitalisme!!! Sent from Mail for Windows 10 From: Jaya Suprana Sent: Sunday, August 8, 2021 4:55 AM To: Tatiana Lukman Cc: Lusi D.; Chan CT; GELORA45_In Subject: Re: [GELORA45] Lencana Ketua Mao MOHON PENCERAHAN TENTANG APA SEBENARNYA ARTI ISTILAH REMO. Salam hormat dari jaya suprana Pada tanggal Sab, 7 Agu 2021 pukul 23.23 'Tatiana Lukman' via GELORA45 <[email protected]> menulis: Inilah kesempatan untuk melihat lagi kemunafikan agen Remo dalam hubungannya dengan Mao. Memuji Mao hanya sebagai polesan bibir saja!! Betapa tidak!!! Orang yang sudah memcemooh ratusan kali karya rakyat tiongkok di bawah pimpinan Mao dalam membangun Sosialisme dengan mengkwalifikasinya sebagai “meratakan kemiskinan”, kadang-kadang terpaksa harus mengeluarkan pujian-pujian palsu terhadap Mao. Menuduh Mao “terlalu pagi membabat kaum kapitalis”, “terlalu cepat membangun komune rakyat, masuk sosialisme”, Gerakan maju melompat kedepan salah, RBKP salah, lantas mana karya Mao setelah pembebasan 1949 yang tidak dicemooh oleh kaum revisionis serta para agennya??? Bahwa rakyat Tiongkok mencintai Mao, itu betul!!! Tapi kaum remo SANGAT MEMBENCI MAO, MAKA PENGIKUTNYAPUN DIHANCURKAN SETELAH KUDETA 1976!!!SOSIALISME DIHANCURKAN, KOMUNE RAKYAT DIHANCURKAN, SEBAGAI GANTINYA KAPITALISME DAN IMPERIALISME!!! MASIH KURANG BUKTI TKK KAPITALIS DAN IMPERIALIS??? SIMAK BAIK-BAIK SAMPAI SELESAI DISKUSI WEBINAR 100 TAHUN PKT OLEH WAKIL DARI AS, CANADA, INDIA DAN FILIPINA!! Sent from Mail for Windows 10 From: Lusi D. Sent: Saturday, August 7, 2021 2:41 PM To: Chan CT Cc: GELORA45_In; nasional-list; GELORA45_In; chalik.hamid Subject: Re: [GELORA45] Lencana Ketua Mao Saya memandangnya bukan karena sangkaan yang bung persamakan itu. Tapi dari segi patriotisme. Apa ada mirip-miripnya. Am Sat, 7 Aug 2021 20:03:16 +0800 schrieb "Chan CT" <[email protected]>: > Memang kenapa harus sama dengan Lieus, ... hanya karena sama-sama > Tionghoa? Lalu, bung yang Jawa juga sama dengan Soeharto yang Jawa? > Hehehee, ... > > -----原始郵件----- > From: Lusi D. > Sent: Saturday, August 7, 2021 5:17 PM > To: nasional-list ; GELORA45_In ; chalik.hamid > Subject: Fw: [GELORA45] Lencana Ketua Mao > > Maksud kalimat bung ". . . hati saya masih saja melekat tertinggal di > Indonesia, dimana saya dilahirkan dan dibesarkan." apa maunya seperti > Lieus Sungkharisma ini? > https://www.youtube.com/watch?v=z3Ae4nDYgVw > > > > Beginn der weitergeleiteten Nachricht: > > Datum: Sat, 7 Aug 2021 10:30:59 +0800 > Von: "Chan CT" <[email protected]> > An: "Jaya Suprana" <[email protected]>, "GELORA45_In" > <[email protected]> Betreff: Re: [GELORA45] Lencana Ketua > Mao > > > Ooouh, ... jadi dirasakan saya tak gentar membela negara dan bangsa > Tiongkok? Dilihat dari KTP yang saya pegang sekarang, tentu > WN-Tiongkok, tapi hati saya masih saja melekat tertinggal di > Indonesia, dimana saya dilahirkan dan dibesarkan. Membela keadilan > dan kebenaran! Itulah yang sesungguhnya! > > Terimakasih atas sanjungan begitu tinggi, bung Jaya! Hehehee, ... > > > From: Jaya Suprana > Sent: Saturday, August 7, 2021 8:57 AM > To: Chan CT > Cc: GELORA45_In > Subject: Re: [GELORA45] Lencana Ketua Mao > > Saya mengagumi kegigihan semangat maju tak gentar pak Chan membela > negara dan bangsanya ! Bravissimo Pak Chan ! > > On Sat, 7 Aug 2021 at 07.42 Chan CT <[email protected]> wrote: > > Lencana Ketua Mao > > > > Disaat penobatan Medali-emas Olympic-Tokyo bagi Pembalap-sepeda > Tiongkok, panitia Olympic memprotes bahkan memberi peringatan bisa > membatalkan pemenang Tiongkok karena mereka berdua kenakan Lencana > Ketua Mao, yang dianggap propaganda politik! Katanya melanggar > ketentuan Olympic, pasal-50! Apa dan dimana salahnya? > > Dimedsos juga terjadi banyak komentar atas teguran dan peringatan > panitia Olympic itu, ... ada yang sangat menarik menjadi perhatian > saya: Apa itu propaganda politik? Coba saja perhatikan, saat > Olympiade Musim Dingin di Salt Lake City, Amerika Serikat, polisi AS > menyanyikan lagu kebangsaan dan membawa bendera Amerika yang > compang-camping kelapangan, > > > Lalu, saat program "Tokyo Eight Minutes" Rio, mantan Perdana Menteri > Jepang Shinzo Abe berlari sebagai Mario; tahun ini, Kaisar Jepang > berada di Tokyo Pidato pada upacara pembukaan Olimpiade, Jepang > mengusulkan untuk mengamati ledakan nuklir Hiroshima di Olimpiade > Tokyo ... Bukankah ini merupakan "politisasi" yang sesungguhnya! > Itulah POLITIK, itulah "depolitisasi", ...! Jadi, ketika atlet dari > berbagai negara menangkan kejuaraan, saat mereka mengibarkan bendera > nasional dan memngumandangkan lagu kebangsaan, itu juga POPLITIK! > Lalu, dimana salahnya??? > > Satu contoh lagi, "The March of the Volunteers" awalnya adalah lagu > anti-Jepang, penuh dengan sentimen nasionalis. Jadi, apakah Komite > Olympiade akan melarang kumandangkan lagu Olympiade itu? Lagu > kebangsaan setiap negara di dunia seringkali mewakili sejarah > berdirinya satu negara dan memiliki ekspresi politik yang jelas, > apakah harus dilarang? TENTU SAJA TIDAK! > > Ketidak adilan harus dilawan, ...! Tak ada yang perlu ditakuti, ... > Ketua Mao adalah pemimpin bangsa Tionghoa yang seanantiasa dicintai > dan dihormati Rakyat Tiongkok! Ketua Mao itulah yang membuka jalan > kehidupan baru bagi 1,4 milyar Rakyat Tiongkok sekarang ini, kenapa > kami tidak boleh kenakan Lencana Ketua Mao saat menerima > Medali-emas! Menyandingkan lencana Ketua Mao dengan lambang Nasional > RRT tidak ada salahnya! Yang mempermasalahkan itulah “politisasi” > usaha nyata anti-Tiongkok! -- Anda menerima pesan ini karena > berlangganan grup "GELORA45" di Google Grup. Untuk berhenti > berlangganan dan berhenti menerima email dari grup ini, kirim email ke > [email protected]. Untuk melihat diskusi ini > di web, kunjungi > >https://groups.google.com/d/msgid/gelora1945/AB585DC391804BCFB8753E6FC63B7702%40A10Live. > -- Anda menerima pesan ini karena Anda berlangganan grup "GELORA45" dari Google Grup. Untuk berhenti berlangganan dan berhenti menerima email dari grup ini, kirim email ke [email protected]. Untuk melihat diskusi ini di web, kunjungi https://groups.google.com/d/msgid/gelora1945/20210807144123.735e93b9%40lilik-ThinkPad-T420s. -- Anda menerima pesan ini karena berlangganan grup "GELORA45" di Google Grup. Untuk berhenti berlangganan dan berhenti menerima email dari grup ini, kirim email ke [email protected]. Untuk melihat diskusi ini di web, kunjungi https://groups.google.com/d/msgid/gelora1945/610eb395.1c69fb81.f8a6d.5017SMTPIN_ADDED_MISSING%40gmr-mx.google.com. -- Anda menerima pesan ini karena berlangganan grup "GELORA45" di Google Grup. Untuk berhenti berlangganan dan berhenti menerima email dari grup ini, kirim email ke [email protected]. Untuk melihat diskusi ini di web, kunjungi https://groups.google.com/d/msgid/gelora1945/CALcuTPTtAjM2ORtinyEQVj6BSDjthFOdJy9c_bU9aPj-U5TpyA%40mail.gmail.com. -- Anda menerima pesan ini karena Anda berlangganan grup "GELORA45" dari Google Grup. Untuk berhenti berlangganan dan berhenti menerima email dari grup ini, kirim email ke [email protected]. Untuk melihat diskusi ini di web, kunjungi https://groups.google.com/d/msgid/gelora1945/6110ff18.1c69fb81.2cca.0004SMTPIN_ADDED_MISSING%40gmr-mx.google.com.
