Muter muter itu suatu teknik mengelak sambil kadang2 menyerang.
Probleemnya apa bisa dikatakan berdiskusi.
Muter muter itu bahasa Melayunya  berpusing pusing, supaya lawannya pusing,
boohuaaaat, kelenger....

2016-12-08 13:20 GMT+01:00 'Chan CT' [email protected] [GELORA45] <
[email protected]>:

>
>
> Duuuuh, ... susahnya menghadapi intelektual yang keminter! Boouuuhuuaat,
> deh. Maunya apa siiih? Padahal masalah SEDERHANA banget, kok! Anak-anak SD
> saja bisa segera menangkap maksud saya, ... SEBENARNYA apa! Ini orang yang
> mengaku intelektual dan pinter-pinter amat kok masih saja berputar-putar
> berulangkali dijelaskan tidak juga bisa mengerti.
>
> Dalam berdiskusi, katakanlah dalam melihat/menilai program politik/ekonomi
> Jokowi atau Ahok, setiap orang tentu boleh-boleh saja SETUJU maupun
> MENENTANG, yang setuju bisa kasih argumentasi, dan yang menentang juga
> kasih alasan-alasannya. Tapi, setelah seseorang berulang kali mendukung dan
> membela kebijakan Jokowi, Ahok, ... kalau bung tidak bisa membantah dengan
> mengajukan alasan dan argumentasi yang meyakinkan, yaa, jangan lalu dikasih
> label penjilat-pantat! Kalau bung sudah TIDAK ada argumentasi lebih lanjut,
> yaa diam saja! Diskusi selesai! Tidak usah kasih label macam-macam pada
> lawan diskusi! Nah, itulah yang ternyata diTUNTUT bung Nesare, kasih
> argumentasi dan penjelasan bahwa Nesare penjilat-pantat penguasa! Atau
> mungkin Bung Nesare berambisi jadi penguasa, ...kuatir menjadi saingan
> bung??? Hehehee, ...
>
> Mudah-mudahan dengan ketegasan demikian, ... bung bisa mengerti! Dan untuk
> selanjutnya bung selesaikan sendiri dengan bung Nesare!
>
> Dan, ... Permintaan saya menghentikan menggunakan kata-kata
> “Penjilat-Pantat” dalam diskusi, sama sekali TIDAK ada hubungan dengan saya
> alergie dengan “Penjilat-Pantat”!
>
> Salam,
> ChanCT
>
>
> *From:* [email protected] [GELORA45]
> *Sent:* Thursday, December 8, 2016 12:27 PM
> *To:* [email protected]
> *Subject:* Re: [GELORA45] Penjilat pantat
>
>
>
>
> perkara anda setuju dgn argumentasi Nesare atau tidak itu lain cerita, dan
> sejujurnya saya menganggap beliau sebagai penjilat pantat pencari muka
> penguasa.
>
> ngomong apa adanya sebenarnya tidak ada apa2nya gambar karikatur itu, juga
> istilah jilat pantat istilah yg umum saja yg seringkali dipakai bahkab
> dimuka umum, contohnya saya Ruhut Sitompul pernah melabel Setya Novanto
> jilat pantat dan dimuat banyak media tapi itu sebelum mereka sama jadi
> pendukung Ahok.
>
> anda belum menjawab pertanyaan saya apakah anda alergi pada jilat pantat?
>
>
> ---In [email protected], <SADAR@...> wrote :
>
> Dengan keintelektualan saya yang rendah, saya tetap bisa menangkap
> pembelaan bung Nesare pada Jokowi maupun Ahok dengan argumentasi yang telah
> diberikan. Setiap orang tentu saja boleh setuju, boleh juga tidak
> sependapat! Dalam berdiskusi, hendaknya saling memberikan data dan
> argumentasi kuat untuk membenarkan pembelaan ataupun penentangannya saja!
> Tapi tidak seperti bung bilang hanya membuta memuja-muji itu, ... bahkan
> memberi label “penjilat pantat” saja tanpa argumentasi!
>
> Cara dan sikap demikian ini yang menyalahi diskusi sehat, ...! Dan tidak
> saya kehendaki terjadi berkepanjangan di GELORA45. Harap bung bisa
> mengerti, ...
>
> Salam-damai,
> ChanCT
>
> *From:* jonathangoeij@... [GELORA45]
> *Sent:* Thursday, December 8, 2016 10:29 AM
> *To:* [email protected]
> *Subject:* Re: [GELORA45] Penjilat pantat
>
>
>
> sederhana saja opini2 beliau hanya sekedar memuja muji dan membela membuta
> penguasa begitu saja atau katakanlah cari muka, dan itulah kesan yg didapat
> selama diskusi dgn beliau sekian lama. kurang lebih sama dgn alasan anda
> waktu memberi komentar "jilat pantat SBY" itu, hanya saja dalam hal ini
> jilat pantat Jokowi ataupun jilat pantat Ahok.
>
> kenapa bung Chan? apakah anda alergi dgn gambar karikatur penjilat pantat
> itu?
>
>
> ---In [email protected], <SADAR@...> wrote :
>
> TIDAK begitu, bung Goei! Tidak ada maksud saya meminta bung untuk
> mengaduk-aduk data lama, ... cukup memasuki masalah/kasus terakhir ini
> saja, dalam diskusi sampai pada penggunaan “penjilat pantat”. Yang menurut
> saya ada BETULNYA tuntutan bung Nesare, bung Goei hendaknya memberikan
> argumentasi/penjelasan dengan pemberian label itu! Jadi, jangan lari dan
> pindah berbelok mempermasalahkan merendahkan intelektual saya sebagai
> moderator!
>
> Itu saja, ... harap bisa dimengerti!
>
> Salam-damai,
> ChanCT
>
>
>
> *From:* Jonathan Goeij jonathangoeij@... [GELORA45]
> *Sent:* Thursday, December 8, 2016 12:14 AM
> *To:* Yahoogroups
> *Subject:* Re: [GELORA45] Penjilat pantat
>
>
>
> ya bersyukurlah kalau begitu ha ha ha. si orang lain itu sesudah memuaskan
> nafsu me-maki2 kelihatannya masih kurang puas bikin karangan penuh sumpah
> serapah yang intinya sesumbar gak bakalan ditegur karena diundang
> moderator. kasihan juga moderator yg dengan maksud baik mengundang beliau
> malah di-koar2kan sambil menepuk dada dan di-kuya2 secara tidak langsung.
>
> ---In [email protected], <ajegilelu@...> wrote :
>
> Tenang, kalem. Semua paham kok yang Anda tulis di bawah sana:
>
> "saya tidak berniat eyel2an tidak ada isinya seperti ini, diskusi dgn
> anda saya akhiri."
>
> Pada thread lain semua juga paham waktu Lusi mengambil langkah serupa:
> "tidak perlu diperpanjang dengan bung"
>
> Jadi, kenapa tidak coba memahami Chan dengan cara menegur Anda
> di atas posting orang lain begini?
>
> Bersyukurlah Anda masih ditegur, karena yang satu jelas sudah kagak mempan.
>
> Hehe..
>
> --- jonathangoeij@... wrote:
>
> lho...... saya yg mengikuti diskresi moderator kok malah ditegor lagi
> bahkan dihukum utk memberi penjelasan label ber-macam2 apa saya mesti
> menelusuri bermacam diskusi panjang penuh eyel2an selama bulanan bahkan
> tahunan tiap topik nggak habis2 itu buat ngasih bukti.... ya keberatanlah.
> yang bisa saya katakan tiap label tsb ya cocoklah buat beliau.
>
> tapi saya ngasih label baru buat beliau "ular berbisa" yang lempar batu
> sembunyi tangan, ini contohnya omongan hari ini juga tanpa ba bi bu beliau
> dengan lantang menuding "Menghormati moderator sembari merendahkan
> intelektualnya itu menghormati ya?!!!! Hahahahahaha.
> <https://groups.yahoo.com/neo/groups/GELORA45/conversations/messages/198201?soc_src=mail&soc_trk=ma>"
> coba lihat disatu sisi beliau memaki moderator "intelektual rendah" disisi
> lain beliau memfitnah seakan orang lain yg berkata. ha ha ha betapa
> culasnya hasrat me-maki2 keturutan tapi orang lain yg dituduh khan benar2
> ular berbisa.
>
>
> --- SADAR@... wrote :
>
> Nampaknya masih ada masalah MENGGANJEL yang PERLU diseleaikan antara
> kalian berdua, bung Nesare dan Jonathan, ... saya yang rendah intelektual
> mencoba mengangkat dan mengharapkan sangat bung Goei bisa memenuhi
> permintaan saya yang menjadi TUNTUTAN bung Nesare itu: *“Bukan labelnya
> yg orang2 permasalahkan, tetapi argument/alasannya yg tidak ada dimana
> artinya ente menuduh orang, mencerca orang, bashing orang secara tidak
> bertanggungjawab!”*
>
> Ada BENERNYA! Yang perlu di-STOP itu eyel-eyelan dengan sebutan “penjilat
> pantat” nya, jadi coba bung Goei beri ARGUMENTASI, alasan kuat mengapa bung
> Nesare diberi label begitu banyaknya, sampai dituduh “penjilat-pantat”, ...
> selama ini TANPA argumentasi yang meyakinkan dan bisa diterima bung Nesare,
> ...!!!
>
> Jadi sekali lagi, HENTIKAN eyel-eyelan nya, dan bisa memasuki masalah
> sesungguhnya yang berarti dan berguna bagi kita semua!
>
> Mudah-mudahan saja dengan demikian bisa mencapai penyelesaian dengan baik,
> ... kembali berDISKUSI dengan SEHAT!
>
> Salam-damai,
> ChanCT
>
>
> *From:* nesare1@...
>
> Koq ane eyel2an?
> Yang eyel2an itu ente!
> Koq disebut diskusi kaya’ gini?
> Ini bukan diskusi! Ini eyel2an dan eyel2an itu ente yg mulai!
> Dasar goblok eyel2an dan diskusi saja tidak mengerti apa bedanya.
> Suka menyerang pribadi orang lain tanpa alasan!
> Belagak paling pinter!
> Indonesia menerapkan hukuman mati, ente label Jokowi vampire penghisap
> darah!
> Sedangkan dari dulu Indonesia dan negara ente menerapkan hukuman mati.
> Ente tidak mau lihat alasan/argument orang lain dana ne.
> Ente melabel orang.
> Begitu juga penjilat pantat, kunyuk, mental disorder dst….dst….
> Label2 ini tidak ente kasih argument/alasan.
> *Bukan labelnya yg orang2 permasalahkan, tetapi argument/alasannya yg
> tidak ada dimana artinya ente menuduh orang, mencerca orang, bashing orang
> secara tidak bertanggungjawab!*
> INI MASALAHNYA!!!!!
> Ane ini masih baek hati, biarin dan diterusin….
> Walaupun label2 umpatan2 ente itu ane pake’, sebetulnya utk mengingatkan
> ente bahwa ente itu salah.
> Ini umpatan2. Belum lagi substansi yg jelas2 ente salah seperti rupiah
> melemah, effective interest rate, private company dll itu jelas2 sekali
> ente itu ndak ngerti bisnis!
> Tapi ente ngeyel, ente maen Bahasa, ente lari dst….
> Ini kalibernya ente. Diluar itu ente memposisikan diri sebagai pejuang
> demokrasi, pejuang ham, pejuang rakyat kecil dst…yang hampir semua member
> milis ini sangat mengerti. Jauh lebih mengerti daripada ente!
> Sudah ane tulis berulang2 kali ente itu cupat pikirannya.
> Ane sudah kalibernya ente itu dari obralan2 singkat ini.
> Orang2 seperti inilah yg bikin minoritas runyam!!!
> Persis dengan hendrotan. Persis jalan pikirannya. Seakan2 mengerti
> semuanya sdangkan tidak.
> Semua digeneralisir. Semua yg bertentangan dicaci maki.
> Dari mana ente tahu ane itu penjilat ahok dan Jokowi? Kalau pertanyaan
> sesederhana ini ente tidak bisa jawab, kan berarti ente bikin2!
> Salama ini ane hanya menyalahkan pendapat ente yang memang salah. Tidak
> ada satupun yang ane komentari itu ente benar! Tidak ada!
> Ane belum mulai sama sekali membela ahok dan Jokowi! Baru menyalahkan ente
> saja! Bayangkan kalau ane sudah belah ahok dan Jokowi!
> Nesare
> *From:* jonathangoeij@...
> bung nesare saya tidak berniat eyel2an tidak ada isinya seperti ini,
> diskusi dgn anda saya akhiri.
>
> --- nesare1@... wrote :
> Ngomong apa ini. Bahasa dewa jangan dibawa2 kesini. Kalau Bahasa dunia ane
> masih ngerti.
> Begitu juga kalau ndak tahu ane disekitar ahok dan Jokowi koq bisa menuduh
> ane “penjilat dan yes man”?
> memang para penjilat dan yes-man seperti anda, para dorna dan sengkuni, yg
> selalu memuja muji membela membabi buta sang junjunganlah yg justru
> menjerumuskan beliau.
> sudah gila ya? Tulisan sendiri dari dulu dan barusan ditulis lagi tidak
> dimengerti?!!
> Minta ampun gobloknya!!!!
> Ini pasti kunyuk yang nulis begini! Kunyuknya dari dunia laen bukan dari
> dunia sini!
> Hehehehehe
> Nesare
>
>
> 
>

Kirim email ke