Moderator, ane, gus dur dan semua orang setuju menggunakan kata2 umpatan kalau ada basisnya, ada dasarnya, ada alasannya, ada argumennya.
Kenapa setuju? Karena memang ada orang2 yang keblinger. Ane bilang ente goblok ada alasannya, ada konteksnya. Silahkan dibawa kesini kalau ane label ente goblok itu tidak ada konteksnya! Gus dur melabel kizlan zen sebagai jendral kunyuk ada alasannya: memang dia abri hijau yang mengacau Ambon. Begitu juga moderator dan lain2nya. Kalau ente gimana? Melabel orang ada alasan dan argument tidak? Ente melabel Jokowi sbg vampire haus darah apa alasan/argumennya? Ente melabel ane penjilat pantat Jokowi dan ahok apa alasan/argumennya? Kalau tidak ada alasan/argument itu termasuk hatred/hate speech. Lucunya orang yang menggunakan cara ini mempunyai tujuan misalnya menjatuhkan, memfitnah, menuduh dll. Lebih lucu lagi, ente ini tidak ketahuan ada tujuannya???!!! Nesare From: [email protected] [mailto:[email protected]] Sent: Thursday, December 8, 2016 10:54 AM To: Yahoogroups <[email protected]> Subject: Re: [GELORA45] Penjilat pantat Bung Chan, Pertama, selain saya bukan intelektual yang keminter juga dengan memakai kata "keintelektualan saya yang rendah" segala sewaktu berbicara dengan saya padahal itu tidak biasanya anda gunakan hal itu seakan anda membenarkan tuduhan berbisa seakan saya "merendahkan intelektual" anda. Saya tegaskan sekali lagi, perkara orang lain memaki anda "intelektual rendah" dengan cara memutar, ataupun anda sendiri merasa "intelektual rendal" hal itu sama sekali bukan urusan saya. Kedua, saya bertanya apakah anda alergi thd gambar karikatur ataupun kata penjilat pantat itu sama sekali bukan tanpa alasan. Sudah ratusan atau mungkin ribuan posting yang berisi berbagai macam umpatan yg tidak kalah keras atau kotor dengan kata penjilat pantat yg ditujukan pada lawan diskusi dan sama sekali tidak pernah terjadi sso disuruh memberikan argumentasi kenapa kok menggunakan kata2 itu, tetapi kenapa kok justru pada posting gambar karikatur yg sebenarnya lucu dan menarik itu kok malah anda memberi teguran bahkan mengejar untuk memberi alasan segala macam. Dan lucunya anda sendiri juga pernah melabel sso "jilat pantat" sungguhpun anda berkilah itu hanya sekedar komentar menanggapi posting orang lain, tetapi esensinya toh sama saja anda melabel sso "jilat pantat." Bukankah aneh bin ajaib anda sendiri melabel sso "jilat pantat" tetapi anda menegur posting gambar karikatur jilat pantat. Ketiga, maksud diskresi moderator itu khan agar berdiskusi yang sehat dengan menghindari makian thd lawan diskusi (please correct me if I am wrong). Tetapi setelah dua kali diskresi itu dikeluarkan tetap saja ada sso yg dgn entengnya mengabaikan dan tetap saja memaki goblok dan pengecut, dan herannya kenapa kok moderator diam saja bahkan biarpun sudah diforward kepada beliau dengan penegasan highlight dan bold apa yg dikatakan lengkap dgn keseluruhan posting. Kenapa? Apakah moderator memperlakukan member milis ber-beda2, ada kasta diantara sesama member? Terima kasih! ---In [email protected] <mailto:[email protected]> , <SADAR@... <mailto:SADAR@...> > wrote : Duuuuh, ... susahnya menghadapi intelektual yang keminter! Boouuuhuuaat, deh. Maunya apa siiih? Padahal masalah SEDERHANA banget, kok! Anak-anak SD saja bisa segera menangkap maksud saya, ... SEBENARNYA apa! Ini orang yang mengaku intelektual dan pinter-pinter amat kok masih saja berputar-putar berulangkali dijelaskan tidak juga bisa mengerti. Dalam berdiskusi, katakanlah dalam melihat/menilai program politik/ekonomi Jokowi atau Ahok, setiap orang tentu boleh-boleh saja SETUJU maupun MENENTANG, yang setuju bisa kasih argumentasi, dan yang menentang juga kasih alasan-alasannya. Tapi, setelah seseorang berulang kali mendukung dan membela kebijakan Jokowi, Ahok, ... kalau bung tidak bisa membantah dengan mengajukan alasan dan argumentasi yang meyakinkan, yaa, jangan lalu dikasih label penjilat-pantat! Kalau bung sudah TIDAK ada argumentasi lebih lanjut, yaa diam saja! Diskusi selesai! Tidak usah kasih label macam-macam pada lawan diskusi! Nah, itulah yang ternyata diTUNTUT bung Nesare, kasih argumentasi dan penjelasan bahwa Nesare penjilat-pantat penguasa! Atau mungkin Bung Nesare berambisi jadi penguasa, ...kuatir menjadi saingan bung??? Hehehee, ... Mudah-mudahan dengan ketegasan demikian, ... bung bisa mengerti! Dan untuk selanjutnya bung selesaikan sendiri dengan bung Nesare! Dan, ... Permintaan saya menghentikan menggunakan kata-kata “Penjilat-Pantat” dalam diskusi, sama sekali TIDAK ada hubungan dengan saya alergie dengan “Penjilat-Pantat”! Salam, ChanCT From: jonathangoeij@... [GELORA45] Sent: Thursday, December 8, 2016 12:27 PM To: [email protected] <mailto:[email protected]> Subject: Re: [GELORA45] Penjilat pantat perkara anda setuju dgn argumentasi Nesare atau tidak itu lain cerita, dan sejujurnya saya menganggap beliau sebagai penjilat pantat pencari muka penguasa. ngomong apa adanya sebenarnya tidak ada apa2nya gambar karikatur itu, juga istilah jilat pantat istilah yg umum saja yg seringkali dipakai bahkab dimuka umum, contohnya saya Ruhut Sitompul pernah melabel Setya Novanto jilat pantat dan dimuat banyak media tapi itu sebelum mereka sama jadi pendukung Ahok. anda belum menjawab pertanyaan saya apakah anda alergi pada jilat pantat? ---In [email protected] <mailto:[email protected]> , <SADAR@... <mailto:SADAR@...> > wrote : Dengan keintelektualan saya yang rendah, saya tetap bisa menangkap pembelaan bung Nesare pada Jokowi maupun Ahok dengan argumentasi yang telah diberikan. Setiap orang tentu saja boleh setuju, boleh juga tidak sependapat! Dalam berdiskusi, hendaknya saling memberikan data dan argumentasi kuat untuk membenarkan pembelaan ataupun penentangannya saja! Tapi tidak seperti bung bilang hanya membuta memuja-muji itu, ... bahkan memberi label “penjilat pantat” saja tanpa argumentasi! Cara dan sikap demikian ini yang menyalahi diskusi sehat, ...! Dan tidak saya kehendaki terjadi berkepanjangan di GELORA45. Harap bung bisa mengerti, ... Salam-damai, ChanCT From: jonathangoeij@... [GELORA45] Sent: Thursday, December 8, 2016 10:29 AM To: [email protected] <mailto:[email protected]> Subject: Re: [GELORA45] Penjilat pantat sederhana saja opini2 beliau hanya sekedar memuja muji dan membela membuta penguasa begitu saja atau katakanlah cari muka, dan itulah kesan yg didapat selama diskusi dgn beliau sekian lama. kurang lebih sama dgn alasan anda waktu memberi komentar "jilat pantat SBY" itu, hanya saja dalam hal ini jilat pantat Jokowi ataupun jilat pantat Ahok. kenapa bung Chan? apakah anda alergi dgn gambar karikatur penjilat pantat itu? ---In [email protected] <mailto:[email protected]> , <SADAR@... <mailto:SADAR@...> > wrote : TIDAK begitu, bung Goei! Tidak ada maksud saya meminta bung untuk mengaduk-aduk data lama, ... cukup memasuki masalah/kasus terakhir ini saja, dalam diskusi sampai pada penggunaan “penjilat pantat”. Yang menurut saya ada BETULNYA tuntutan bung Nesare, bung Goei hendaknya memberikan argumentasi/penjelasan dengan pemberian label itu! Jadi, jangan lari dan pindah berbelok mempermasalahkan merendahkan intelektual saya sebagai moderator! Itu saja, ... harap bisa dimengerti! Salam-damai, ChanCT From: Jonathan Goeij jonathangoeij@... [GELORA45] Sent: Thursday, December 8, 2016 12:14 AM To: Yahoogroups Subject: Re: [GELORA45] Penjilat pantat ya bersyukurlah kalau begitu ha ha ha. si orang lain itu sesudah memuaskan nafsu me-maki2 kelihatannya masih kurang puas bikin karangan penuh sumpah serapah yang intinya sesumbar gak bakalan ditegur karena diundang moderator. kasihan juga moderator yg dengan maksud baik mengundang beliau malah di-koar2kan sambil menepuk dada dan di-kuya2 secara tidak langsung. ---In [email protected] <mailto:[email protected]> , <ajegilelu@... <mailto:ajegilelu@...> > wrote : Tenang, kalem. Semua paham kok yang Anda tulis di bawah sana: "saya tidak berniat eyel2an tidak ada isinya seperti ini, diskusi dgn anda saya akhiri." Pada thread lain semua juga paham waktu Lusi mengambil langkah serupa: "tidak perlu diperpanjang dengan bung" Jadi, kenapa tidak coba memahami Chan dengan cara menegur Anda di atas posting orang lain begini? Bersyukurlah Anda masih ditegur, karena yang satu jelas sudah kagak mempan. Hehe.. --- jonathangoeij@... wrote: lho...... saya yg mengikuti diskresi moderator kok malah ditegor lagi bahkan dihukum utk memberi penjelasan label ber-macam2 apa saya mesti menelusuri bermacam diskusi panjang penuh eyel2an selama bulanan bahkan tahunan tiap topik nggak habis2 itu buat ngasih bukti.... ya keberatanlah. yang bisa saya katakan tiap label tsb ya cocoklah buat beliau. tapi saya ngasih label baru buat beliau "ular berbisa" yang lempar batu sembunyi tangan, ini contohnya omongan hari ini juga tanpa ba bi bu beliau dengan lantang menuding " <https://groups.yahoo.com/neo/groups/GELORA45/conversations/messages/198201?soc_src=mail&soc_trk=ma> Menghormati moderator sembari merendahkan intelektualnya itu menghormati ya?!!!! Hahahahahaha." coba lihat disatu sisi beliau memaki moderator "intelektual rendah" disisi lain beliau memfitnah seakan orang lain yg berkata. ha ha ha betapa culasnya hasrat me-maki2 keturutan tapi orang lain yg dituduh khan benar2 ular berbisa. --- SADAR@... wrote : Nampaknya masih ada masalah MENGGANJEL yang PERLU diseleaikan antara kalian berdua, bung Nesare dan Jonathan, ... saya yang rendah intelektual mencoba mengangkat dan mengharapkan sangat bung Goei bisa memenuhi permintaan saya yang menjadi TUNTUTAN bung Nesare itu: “Bukan labelnya yg orang2 permasalahkan, tetapi argument/alasannya yg tidak ada dimana artinya ente menuduh orang, mencerca orang, bashing orang secara tidak bertanggungjawab!” Ada BENERNYA! Yang perlu di-STOP itu eyel-eyelan dengan sebutan “penjilat pantat” nya, jadi coba bung Goei beri ARGUMENTASI, alasan kuat mengapa bung Nesare diberi label begitu banyaknya, sampai dituduh “penjilat-pantat”, ... selama ini TANPA argumentasi yang meyakinkan dan bisa diterima bung Nesare, ...!!! Jadi sekali lagi, HENTIKAN eyel-eyelan nya, dan bisa memasuki masalah sesungguhnya yang berarti dan berguna bagi kita semua! Mudah-mudahan saja dengan demikian bisa mencapai penyelesaian dengan baik, ... kembali berDISKUSI dengan SEHAT! Salam-damai, ChanCT From: nesare1@... Koq ane eyel2an? Yang eyel2an itu ente! Koq disebut diskusi kaya’ gini? Ini bukan diskusi! Ini eyel2an dan eyel2an itu ente yg mulai! Dasar goblok eyel2an dan diskusi saja tidak mengerti apa bedanya. Suka menyerang pribadi orang lain tanpa alasan! Belagak paling pinter! Indonesia menerapkan hukuman mati, ente label Jokowi vampire penghisap darah! Sedangkan dari dulu Indonesia dan negara ente menerapkan hukuman mati. Ente tidak mau lihat alasan/argument orang lain dana ne. Ente melabel orang. Begitu juga penjilat pantat, kunyuk, mental disorder dst….dst…. Label2 ini tidak ente kasih argument/alasan. Bukan labelnya yg orang2 permasalahkan, tetapi argument/alasannya yg tidak ada dimana artinya ente menuduh orang, mencerca orang, bashing orang secara tidak bertanggungjawab! INI MASALAHNYA!!!!! Ane ini masih baek hati, biarin dan diterusin…. Walaupun label2 umpatan2 ente itu ane pake’, sebetulnya utk mengingatkan ente bahwa ente itu salah. Ini umpatan2. Belum lagi substansi yg jelas2 ente salah seperti rupiah melemah, effective interest rate, private company dll itu jelas2 sekali ente itu ndak ngerti bisnis! Tapi ente ngeyel, ente maen Bahasa, ente lari dst…. Ini kalibernya ente. Diluar itu ente memposisikan diri sebagai pejuang demokrasi, pejuang ham, pejuang rakyat kecil dst…yang hampir semua member milis ini sangat mengerti. Jauh lebih mengerti daripada ente! Sudah ane tulis berulang2 kali ente itu cupat pikirannya. Ane sudah kalibernya ente itu dari obralan2 singkat ini. Orang2 seperti inilah yg bikin minoritas runyam!!! Persis dengan hendrotan. Persis jalan pikirannya. Seakan2 mengerti semuanya sdangkan tidak. Semua digeneralisir. Semua yg bertentangan dicaci maki. Dari mana ente tahu ane itu penjilat ahok dan Jokowi? Kalau pertanyaan sesederhana ini ente tidak bisa jawab, kan berarti ente bikin2! Salama ini ane hanya menyalahkan pendapat ente yang memang salah. Tidak ada satupun yang ane komentari itu ente benar! Tidak ada! Ane belum mulai sama sekali membela ahok dan Jokowi! Baru menyalahkan ente saja! Bayangkan kalau ane sudah belah ahok dan Jokowi! Nesare From: jonathangoeij@... bung nesare saya tidak berniat eyel2an tidak ada isinya seperti ini, diskusi dgn anda saya akhiri. --- nesare1@... wrote : Ngomong apa ini. Bahasa dewa jangan dibawa2 kesini. Kalau Bahasa dunia ane masih ngerti. Begitu juga kalau ndak tahu ane disekitar ahok dan Jokowi koq bisa menuduh ane “penjilat dan yes man”? memang para penjilat dan yes-man seperti anda, para dorna dan sengkuni, yg selalu memuja muji membela membabi buta sang junjunganlah yg justru menjerumuskan beliau. sudah gila ya? Tulisan sendiri dari dulu dan barusan ditulis lagi tidak dimengerti?!! Minta ampun gobloknya!!!! Ini pasti kunyuk yang nulis begini! Kunyuknya dari dunia laen bukan dari dunia sini! Hehehehehe Nesare
