Banyak ujian, satu tujuan: mencetak gelombang kuli berijazah 
untuk kepentingan korporasi nekolim.
--- jonathangoeij@... wrote:
Banyak sekali ujian-nya, ada ujian nasional setelah itu ujian masuk perguruan 
tinggi lagi. Apa ujiannya sama/mirip2 atau beda sama sekali?
--- ajegilelu@... wrote :
UN mengakibatkan bimbingan belajar jadi laris memang tak terelakan.
Yang seru kalau bimbingan belajar yang menyebabkan diadakannya UN..Tapi yah 
dua-duanya sejalan saja sebagai fabrikasi pendukung semangatkorporatif: bisnis 
yang menguntungkan :)
Madrasah dan SMK juga kena UN, wong yang diuji cuma 3 mata pelajaran 'pokok' 
yaitu, Bahasa Indonesia, Matematik, dan Bahasa Inggris!
Untuk tingkat SMA/sederajat ditambah mata pelajaran jurusan / kejuruan seperti 
Kimia; Sosiologi; Sastra; Mesin; atau Fiqh untuk madrasah.
Masuk perguruan tinggi ada lagi tesnya, walau yang lebih menentukan 
diterima-tidaknya adalah jawaban meyakinkan dari soal-soal yang menjurus ke 
kekuatan finansial ortu, hahaha....! Bedebah betul kalautujuan pendidikan hanya 
untuk menjadikan sekolahan sebagai toko ijazah.
Barangkali setelah 10 tahun disemai dan ditanam rezim SBY-JK, para cukong 
menanggap di era Jokowi-JK-Ahok ini Indonesia sudah memiliki generasi awal yang 
kooperatif sebagai pendukung mekanisme korporasi.Setidaknya sebagai kuli 
berijazah merangkap pasar / konsumen.
--- jonathangoeij@... wrote:
kelihatannya UN itu cuman bikin laris bisnis bimbingan belajar, apakah begitu?
Di US juga ada test SAT biasanya utk masuk perguruan tinggi, dan tidak 
menentukan kelulusan SMA.
Apakah madrasah juga harus UN?
--- ajegilelu@... wrote :
Betul, ujian nasional bukan cuma mengakibatkan stresspada siswa secara nasional 
tapi sudah sampai ketahap bunuhdiri - tahun ini kalau tidak salah 
menimpapelajar SMP di Jawatengah.
Selain itu, standar 'nasional' dinilai tidak masuk akal mengingat kualitas guru 
serta prasarana pendidikan yang tidak/belum merata di semua daerah. MA & 
MKmemerintahkan UN dihentikan sebelum pemerintah memenuhi persyaratan standar 
di seluruh Indonesia.
--- jonathangoeij@... wrote:
Sebenarnyabagaimana kasus ujian nasional itu? saya kok kurang begitu 
paham.apakah kalau sso tidak lulus UN itu artinya tidak lulus SMA 
biarpunmisalnya menurut nilai rapor seharusnya lulus?
--- ajegilelu@... wrote :
Ujian nasional yang sejak jaman SBY saja sudah dilarang oleh MA & MK tetap mau 
diteruskan Jokowi.
Bayangkan, membangkang putusan lembaga-lembaga hukum tertinggi itu kan sama 
saja pembangkangan terhadap konstitusi. Kalau dirinya tidak mau patuh pada 
hukum (dan cuma pandai meniru IMF) ya jangan salahkan orang lain yang juga 
tidak mau patuh pada hukum dan belajar meniru pemerintah.
Bukan begitu?

Kirim email ke