Suatu pengakuan dan pembenaran dari bung Chan terhadap kesimpulan Li Keqiang, bahwa perekonomian RRT sudah melebur sepenuhnya dengan perekonomian kapitalisme internasional seperti yang diungkapkannya dalam Kongres Partai Komunis Tiongkok yang diselenggarakan di bulan November 2012. Seperti yang dikemukakan dalam laporan tsb Li Keqiang, orang kedua pada hierarkhi PKT dan Perdanamenteri RRT sekarang mengemukakan, bahwa Perekonomian RRT dewasa ini sudah “melebur mendalam” dengan perekonomian dunia kapitalis.
Dengan kata lain, kesimpulannya, politik luarnegeri RRT itu sama seperti negara-negara kapitalisme lainnya. Karena itu anggapan bahwa RRT itu negara komunis itu salah. Disini letak kontradiksi pandangan dunia kita yang antagonistis. Yang fundamental lagi dalam perbedaan kita: Bung Chan beranggapan kapitalisme perlu digalakkan dulu di Tiongkok untuk "mengentaskan kemiskinan". Saya menentang itu, karena periode zaman sekarang adalah periode kapitalisme sudah mencapai tingkat monopoli dunia dan berwatak imperialisme. Gambaran bung Chan ttg watak kapitalisme selama ini adalah kapitalisme pada periode sebelum pecahnya Perang Dunia Pertama. Artinya pandangan bung itu masih pandangan kuno dalam menganalisa watak kapitalisme sebelum pada zaman imperialisme dunia ini. Gus Dur lebih maju pandangannya ttg kapitalisme dibanding bung Chan, karena kapitalisme zaman sekarang justru sudah menjadi biang kerok sumber kesengsaraan dan kemelaratan rakyat maupun bencana alam semesta. Alinea bung Chan selanjutnya itu hanyalah sekedar gambaran nyata tentang kelihaian dan kelicikan bagaimana masing-masing kaum imperialis bersama kompradornya melaksanakan politik neo-liberalisme atau politik nekolim tipe baru terhadap Indonesia. Hakekat penghisapannya terhadap klas tertindas tetap seperti sediakala. Dua alinea terakhir ulasan bung dibawah ini menunjukkan kecongkaan bung terhadap nasion Indonesia dan berlagak spt guru yang pernah ikut berrevolusi. Masalahnya bukan spt yang bung katakan: "... (RRT) ... akhirnyasekarang bukan saja BERDIKARI, tapi juga berkemampuan menjadi ANCAMAN yang ditakuti negara-negara imperialisme, termasuk dedengkotnya AS!". Karakter berdikarinya Tiongkok dimana dan pernah saya kemukakan berdasar kepemilikan kapital di bidang industri-berat Tiongkok yang 60% sebagai kapital asing dan swasta. Dari sini kan jelas sekali kepada siapa hasil kerja kaum buruh maupun kaum pekerja lainnya itu diabdikan. Pertanyaan; apanya yang berdikari? Masalah "menjadi ANCAMAN" ini bukan soal ditakuti atau tidak, tapi adalah masalah medan pertempuran yang akan terjadi di antara kaum imperialis itu yang sudah mulai nampak di sekitar Asia Tenggara, termasuk wilayah perairannya. Nah kalau ini terjadi sudah terfikirkan pada bung politik apa yang harus diambil? Bung mau jadi pengikutnya siapa? Am Sat, 11 Mar 2017 15:15:58 +0800 schrieb "Chan CT" <[email protected]>: > Lho, bung Lusi, ... yang saya ajukan bagaimana kisah kapitalis2 > Tiongkok ikut mengentaskan kemiskinan di Tiongkok, didalam negeri > sendiri! Bukan mempropagandakan eksport kapital keluar negeri. Bahwa > kenyataan tidak sedikit pengusaha TIongkok yang keluar, termasuk > menjelajah ke Indonesia menanamkan modalnya juga boleh-boleh > saja, ... dimana masalahnya? Jadi IMPERIALISME? Takut kalau DUNIA > dikuasai RRT? Hehehee, ... > > Melihat reklamasi di Teluk Jakarta itu, sepintas saya bisa > mengatakan, nampak jelas persengketaan terjadai karena sementara > penguasa-pengusaha yang merasa terdesak dan sangat dirugikan dengan > makin gencarnya modal Tiongkok masuk ke Indonesia. Begitu takutnya > sampai-sampai sudah menuding ANCAMAN Tiongkok komunis menguasai > Indonesia, ... pembeli real estate di tanah reklamasi itu lebih 80% > pemkbelinya warga Tiongkok! Entah darimana data-data pembeli itu > didapatkan, ... sekalipun katanya iklan sudah didengungkan lebih > dahulu didaratan Tiongkok sana. Tarohlah lebih hebat lagi, 100% real > estate rumah mewah di reklamasi Teluk Jakarta, juga SULIT meyakini > dengan demikian Tiongkok komunis menguasai Indonesia! Berapa jumlah > warga penghuni pulau2 reklamasi itu seluruhnya, memangnya ada berapa% > penduduk Jakarta??? Bukankah itu hanyalah suara sumbang yang tidak > masuk akal dari ketakutan pengpeng yang merasa terdesak dan sangat > DIRUGIKAN oleh masuknya modal Tiongkok? > > Padahal kenyataan tidak BEGITU! Dan Pemerintah yangf berfkuasa mudah > saja kok untuk membatasi warga-asing, termasuk warga Tiongkok membeli > rumah di Indonesia, kasih saja PAJAK-PEMBELIAN bagi warga asing agak > tinggi, buat pemasukan APBN, ... biar pemerintah bisa lebih mudah > jalankan tunjangan sosial bagi warga miskin! Kalau ternyata dirasakan > masih saja terlalu banyak orang-asing yang membeli, diganjar saja > pajak lebih tinggi untuk harga rumah lebih dari sekian M dan > pembelian rumah lebih dari satu! Begitu aja kok repot! > > Yang PENTING, reklamasi itu kenyataan sudah disahkan oleh Suharto > ditahun 1995, dan sedang berjalan, kontrak kerja tidak mungkin > dihentikan begitu saja! Indonesia sendiri akan jadi RUGI lebih BESAR! > Akan jauh lebih bijaksana kalau reklamasi itu dijalankan terus, > sedang dikoreksi pelanggaran yang terjadi, jangan sampai terjadi > kerusakan lingkungan yang berlebihan saja. Yang saya TIDAK HABIS > PIKIR, kenapa RR bisa masih gunakan data-lama yang belumj dikoreksi! > Padahal pelaksanaan reklamasi pulau G jelas sudah dikoreksi dan sudah > TIDAK lagi terjadi pelanggaran seperti yang dituduhkan itu! > > Dan yang LEBIH PENTING lagi, Pemerintah RI dan BANGSA Indonesia harus > tegakkan kepala menghadapi masuknya modal-asing darimanapun > datangnya, jangan mau dijadikan BUDAK! Tetaplah jadi TUAN di > Nusantara ini, gunakanlah sebaik-baiknya modal-asing yang masuk itu > untuk membantu pertumbuhan, perkembangan ekonomi nasional dan > meningkatkan kesejahteraan rakyat banyak, berusahalah BELAJAR > mengusai teknologi dan manajemen dari mereka untuk kemudian jalankan > usaha itu sendiri! BERDIKARI! > > Begitulah pengalaman Tiongkok lebih 30 tahun yl, katakanlah sejak > tahun 1980 RRT menjalankan politik buka pintu, mengundang masuk > modal-asing sebanyak-banyaknya, termasuk modal-IMF, ... untuk > mendorong maju ekonomi nasional dan, ... akhirnyasekarang bukan saja > BERDIKARI, tapi juga berkemampuan menjadi ANCAMAN yang ditakuti > negara-negara imperialisme, termasuk dedengkotnya AS! > > Salam, > ChanCT > > > From: 'Lusi D.' [email protected] [GELORA45] > Sent: Saturday, March 11, 2017 7:05 AM > To: Jonathan Goeij [email protected] [GELORA45] ; GELORA_In ; > [email protected] Cc: Tatiana Lukman ; ajeg ; Gol ; Billy > Gunadi ; Daeng ; Marsiswo Dirgantoro ; [email protected] ; > Lingkar Sitompul ; Karma I Nengah [PT. Altus Logistic Service > Indonesia] ; Farida Ishaja ; [email protected] ; > [email protected] ; Oman Romana ; C. Manuputty ; Ronggo > A. ; Ajeg ; Mang Broto ; Roeslan ; Rachmat Hadi-Soetjipto ; Harry > Singgih ; [email protected] Subject: Re: [GELORA45] Pesan nyelekit > Rizal Ramli buat Jokowi dan Ahok > > > Yang diharapkan sebenarnya argumen yang membantah pandangan Rizal > Ramli dalam masalah reklamasi di Indonesia. Karena apa yang > dikemukakan itu adalah salah satu pandangan para elite kubu-kubu yang > sedang berkontradiksi di tanahair kita. > Tapi kok bung Chan sibuk sekali mempropagandakan masalah ekspor > kapital RRT? Apa bung Chan ingin mengemukakan bahwa masalah reklamasi > ini sebenarnya memang merupakan bagian dari pelaksanaan politik ekspor > kapital RRT, yang kalau kita mengikuti berita mainstream internasional > sekarang ini juga sedang mengalami kesulitan mencari wilayah negeri > untuk menanam kapital mereka di dunia ini. > > Am Fri, 10 Mar > 2017 20:46:43 +0000 (UTC) schrieb "Jonathan Goeij > [email protected] [GELORA45]" <[email protected]>: > > > Bung Chan, kelihatanuah pengakuan-daa anda sedemikian kesengsemnya > > sama CSR dgn contoh yg dilakukan Wanda Group itu. Pingin tahu sampai > > sejauh mana para billioner dan milliuner itu berhasil mengentaskan > > kemiskinan sehingga bagi anda kelihatannya itulah jalan yg terbaik. > > > > ---In [email protected], <SADAR@...> wrote : > > > > Yang pasti nenek yang satu ini sudah TIDAk ADA KEKUATAN masih saja > > main hantamkromo, semua dihajar jadi MUSUH yang harus dibasmi, dari > > renegad remo sampai kapitalis. Bagaimana bisa menang kan revolusi > > dan wujudkan impian indahnya jadi kenyataan kalau begitu? Kecuali > > dalam mimpi saja!!! Hehehee, ... Gimana anda mau sejahterakan > > rakyat banyak yang MISKIN kalau tidak ada uang??? Beli kolor saja > > tidak bisa! Lalu? Ngerampok, merampas kekayaan kapitalis saja??? > > Bagaimana anda mau kembangkan usaha-RAKYAT kalau tidak ada yang > > tanamkan modal disitu? Menjilat kapitalis dan konglomerat? Tentu > > saja tidak usah menjilat! Cukup TARIK-lah mereka-mereka dikalangan > > kapitalis itu untuk ikut serta membantu mengentaskan kemiskinan, > > itu yang saya lihat dijalankan di Tiongkok dalam usaha membantu > > perkampungan miskin berubah menjadi kampung makmur bermunculan > > dimana-mana! Itulah KENYATAAN yang terjadi, sekalipun anda tuduh > > renegad remo, tapi PKT BERHASIL sekalipun tetap menggunakan > > kapitalis, konglomerat ikut serta mengentaskan kemiskinan! Lalu, > > dimana peran pemerintah? Pemerintah jadi bisa lebih menitik > > beratkan pada pembangunan infrastruktur, dari meneruskan kembangkan > > jaringan KA-Cepat, jalan2 tol sampai memindahkan jalur sungai, > > menaikkan aliran sungai keatas pegunungan, membangun > > pembangkit-listrik didaerah terbelakang dsb. dsb nya. Karena > > masalah utama untuk bangkitkan kampung terbelakang menjadi maju, > > yaa terutama masalah air dan listrik, jalan-raya, KA untuk mencapai > > dan mendekatkan hubungan tukar-menukar hasil produksi > > diperlancar, ... Itu yang TERJADI sekarang ini di Tiongkok! > > Salam,ChanCT > > > From: Tatiana LukmanSent: Friday, March 10,2017 4:01 > > PMTo: [email protected] ; Lusi D. ; Chan CTCc: DISKUSI FORUM > > HLD ; YahoogroupsSubject: Re: [GELORA45] Pesan nyelekit Rizal Ramli > > buat Jokowi dan Ahok Bolak balik logika orang remo, renegad dan > > pendukung setia kapitalisme adalah uang!!! Titik tolaknya, tanpa > > uang tidak akan ada gerakan!!! Kalau Lenin bilang tanpa teori > > revolusioner tidak akan ada gerakan revolusioner. Sedangkan fokus > > pendukung kapitalisme UANG!! MAKANYA HARUS MENJILAT KEPADA KAUM > > KONGLOMERAT!!! > > > > On Friday, March 10, 2017 7:04 AM, "'Chan CT' SADAR@... [GELORA45]" > > <[email protected]> wrote: > > > > > > Lalu, ... maksudnya BAGAIMANA memulai dan SIAPA yang bisa > > menggerakkan dan bangkitkan akr-rumput itu untuk menjadi sejahtera > > dalam waktu bersamaa, ... darimana bisa dapatkan DANA, > > KEAHLIAN/PENGETAHUAN dan KADER yang cukup untuk itu dalam > > seketika????? Itulah mimpi nenek dalam tempurung yang sangat TIDAK > > REALIS dan TIDAK MUNGKIN diwujudkan menjadi > > kenyataan!!! From: Tatiana Lukman jetaimemucho1@... > > [GELORA45]Sent: Friday, March 10, 2017 3:39 > > AMTo: [email protected] ; Lusi D.Cc: DISKUSI FORUM > > HLD ; YahoogroupsSubject: Re: [GELORA45] Pesan nyelekit Rizal Ramli > > buat Jokowi dan Ahok Kalau memang jujur berpendapat begitu, sudah > > waktunya turun kebawah, dukung gerakan akar rumput. jangan mulai > > dari kelas menengah. Mulai dari kelas yang berada di jenjang paling > > bawah dalam piramid. > > > > On Wednesday, March 8, 2017 1:19 PM, "'Lusi D.' lusi_d@... > > [GELORA45]" <[email protected]> wrote: > > > > > > Nylekitnya pendapat Rizal ini dimana? Dia kan mengajukan kenyataan > > kejadiannya secara historis dan mengemukakan pendapat versi dia > > secara apa adanya. > > > > Baiknya yang mengharapkan tidak nylekit kasih argumen balik donk. > > Misalnya Rizal mengemukakan hasil penilaiannya bahwa "... pemerintah > > selama ini justru mengakomodir kepentingan konglomerat..." atau "Nah > > struktur inilah hasil daripada neoliberalisme,...". > > > > Bisa diterima nggak alasan yang dikemukakan Rizal itu. > > > > Salam > > Lusi.- > > > > Am 08 Mar 2017 02:21:50 +0000 > > schrieb "jonathangoeij@... [GELORA45]" <[email protected]>: > > > > > Pesan nyelekit Rizal Ramli buat Jokowi dan Ahok > > > https://www.merdeka.com/politik/pesan-nyelekit-rizal-ramli-buat-jokowi-dan-ahok.html > > > Rabu, 8 Maret 2017 06:04Reporter : Yayu Agustini Rahayu > > > https://www.merdeka.com/reporter/yayu-agustini-rahayu/, Randy > > > Ferdi Firdaus > > > https://www.merdeka.com/reporter/randy-ferdi-firdaus/ > > > https://facebook.com/sharer.php?u=http%3A%2F%2Fwww.merdeka.com%2Fpolitik%2Fpesan-nyelekit-rizal-ramli-buat-jokowi-dan-ahok.html > > > https://twitter.com/share?text=Pesan%20nyelekit%20Rizal%20Ramli%20buat%20Jokowi%20dan%20Ahok%20%7C%20merdeka.com&url=http%3A%2F%2Fwww.merdeka.com%2Fpolitik%2Fpesan-nyelekit-rizal-ramli-buat-jokowi-dan-ahok.html&via=merdekadotcom > > > https://plus.google.com/share?url=http%3A%2F%2Fwww.merdeka.com%2Fpolitik%2Fpesan-nyelekit-rizal-ramli-buat-jokowi-dan-ahok.html > > > 366 SHARES > > > > > > > > > > > > Menko Kemaritiman dan Ahok di pulau reklamasi. ©2016 > > > merdeka.com/muhammad luthfi rahman > > > > > > > > > Merdeka.com - Mantan Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan > > > Sumber Daya Rizal Ramli kembali buka suara. Dia menyoroti > > > pembangunan ekonomi Indonesia yang dipimpin oleh Presiden Joko > > > Widodo (Jokowi). > > > > > Menurut dia, pemerintah selama ini justru mengakomodir > > kepentingan > > > konglomerat. Maka tidak heran, banyak usaha bidang ekonomi kelas > > > kakap yang dikuasai oleh beberapa pengusaha kaya raya saja. > > > > > > Rizal yang hanya bertahan satu tahun di kabinet kerja Jokowi ini > > > menilai, merosotnya perekonomian di Indonesia dikarenakan > > > pemerintahan yang menganut neoliberalisme. Paham tersebut > > > berdampak pada terjadinya ketimpangan antara konglomerat dan > > > warga miskin. > > > > > > "Dampaknya seperti gelas anggur yang atasnya ini big business > > > (pengusaha besar) baik BUMN maupun swasta. Ada sekitar 200 > > > keluarga yang menguasai ekonomi Indonesia dan sekitar 180 BUMN. > > > Selama ini, sejak orde baru mereka dilindungi, diproteksi, dan > > > diberikan subsidi langsung maupun tidak langsung sehingga makin > > > lama makin besar," ujar Rizal saat menjadi pembicara di Rakornas > > > PKS yang digelar di Hotel Bumi Wiyata, Depok, Jawa Barat, Selasa > > > (7/3). > > > > > > Sementara itu, di bawahnya ada bagian tipis dan panjang yang > > > berfungsi sebagai pegangan. Rizal menyebut bagian tersebut sebagai > > > golongan menengah yang independen. > > > > > > "Jumlah golongan menengah sedikit sekali, di bawahnya lagi alas, > > > ada 40 juta sampai 60 juta usaha kecil dan rumah tangga yang > > > negara bantunya cuma ecek-ecek, yang negara bantunya cuma charity > > > tapi negara tidak membantu secara struktural supaya mereka lebih > > > hebat," terang Rizal. > > > > > > Menurut Rizal, seharusnya golongan alas tersebut yang harus > > > dibantu oleh pemerintah. Namun pada kenyataannya, pemerintah > > > lebih cenderung menyokong para pengusaha besar. > > > > > > "Nah struktur inilah hasil daripada neoliberalisme, sehingga aneh > > > buat saya, PKS yang mewakili umat yang mewakili golongan menengah > > > harusnya berjuang untuk yang di bawah ini. Memperbesar yang > > > menengah yang independen dan mengubah yang atasnya," ungkap Rizal. > > > > > > Golongan atas, atau para pengusaha besar, menurut Rizal, saat ini > > > hanya jago kandangNah struktur inilah hasil daripada > > > neoliberalisme,. Artinya, mereka hanya mengeruk keuntungan dari > > > dalam negeri sendiri tanpa memberi kontribusi yang lebih > > > menguntungkan baik bagi negara, maupun rakyat kecil dan menengah. > > > > > > "Kebanyakan mereka mengambil untung dari yang di bawah di dalam > > > negeri, kalau udah dapat uang ia kirim uang ke luar negeri," ujar > > > Rizal. > > > > > > Hal ini, menurut Rizal, sangat bertolak belakang dengan negara > > > maju di Asia seperti di Korea dan Jepang. Di sana, perusahaan > > > besar menjadi jago dunia yang artinya aktif mengekspor hasil > > > produksi ke luar negeri sehingga mereka mengambil untung dari > > > luar dan mensejahterakan warga di negaranya. > > > > > > "Mereka bukan jago kandang, mereka jago dunia. Sedot untung dari > > > luar negeri, nilai tambah dibawa ke dalam negeri supaya mereka > > > besar di dunia internasional dan mereka mesti membina yang kecil > > > (di dalam negeri) dan supaya yang menengah bisa jadi pemasok untuk > > > spare part misalnya, pemasok untuk komponen sehingga yang > > > menengahnya juga kuat dan yang kecil akhirnya dikembangkan," > > > terang Rizal. > > > > > > Tidak cuma Jokowi yang kena sindir oleh Rizal, Gubernur DKI > > > Jakarta http://www.merdeka.com/tag/j/jakarta/ Basuki T Purnama > > > ( Ahok https://www.merdeka.com/tag/a/ahok/) pun kena serang. Rizal > > > diketahui memang pernah terlibat perseteruan dengan Ahok saat > > > membahas proyek reklamasi teluk Jakarta saat masih jadi menteri. > > > Tak selang dari perseteruan itu, Rizal dicopot. > > > > > > "Terganggu dengan kehadiran Ahok, terganggu karena penistaan > > > agama, terganggu karena memakai slogan bersih tetapi tidak, > > > terganggu karena selama ini pakai slogan transparan pada > > > praktiknya tidak, terganggu dengan kampanye profesional pada > > > praktiknya tidak," kata Rizal. > > > > > > Rizal bahkan mewanti-wanti PKS agar jangan sampai menjadi partai > > > politik yang mendukungnya. "Saya yakin PKS bisa lebih besar. Jika > > > mendukung Ahok, akan tenggelam bersama-sama Ahok," ujar Rizal. > > > > > > Rizal juga menyoroti merosotnya pamor beberapa parpol besar > > > setelah menyatakan dukungannya kepada Ahok. Rizal menjelaskan, > > > partai yang tadinya bisa meraup suara sebesar 18 persen maka > > > setelah partai tersebut mendukung Ahok, kemungkinan akan drop > > > menjadi 12 persen. > > > > > > "Apa yang kami sebut sebagai Ahok Effect. Efek tenggelamnya > > > partai-partai besar yang mendukung Ahok di Jakarta," tandas Rizal. > > > [rnd] > > > > > > > > > > > > > > > > > > > > > > > > > > >
