Ha...ha... makin banyak kata ajektif yang harus saya sandang. "sangat waras" 
tapi "anti-kanan" dan itu membuat tulisan saya jadi tersamarkan!!! Nanti saya 
postingkan deh pendapat orang lain tentang tulisan saya!! apa orang lain juga 
berpendapat "tulisan saya jadi tersamarkan".Tapi yang jelas saya masih belum 
bisa membuktikan sifat 'dement" dan dalam "tempurung". Bagaimana saya bisa 
dalam "tempurung" kalau hal-hal yang saya postingkan banyak sekali  dari luar 
"tempurung". Sedangkan si Chan yang merasa paling berpengetahuan dan berada di 
luar tempurung kok yang dipostingkan dari dulu sampai sekarang intinya sama: 
pemujaan kepada pengpengkong, dan miskin sekali argumentasinya.... 

    On Monday, March 13, 2017 5:41 PM, "[email protected] [GELORA45]" 
<[email protected]> wrote:
 

     Dari mana tulisan saya ini yang bilang saya memuji2 anhar gonggong?Bisa 
baca endak? Sudah baca keseluruhan tulisan ane?Kalau sudah baca, ngerti ndak 
tulisan saya itu?  Tulisan saya ini “Dia tidak membela PKI maupun Soeharto. Dia 
melihatnya dari sudut pandang sejarah. Disini dia objektif. Dia tidak personal” 
ente anggap ane muji2 anhar gonggong?   Coba kasih argumen ente disini, gimana 
ane memuji anhar gonggong, kenapa ane memuji anhar gonggong dst…dst….  
Bandingkan dengan ikranegara dan taufik ismail yg juga sangat waras tetapi anti 
komunismenya bikin mereka pandangan dalam disiplin ilmunya menjadi tersamarkan. 
 Begitu juga dengan yg dikiri seperti tatyana yg bagi ane sangat waras tetapi 
karena anti kanan bikin tulisan2nya menjadi tersamarkan juga.  Ini ide seorang 
kunyuk. Mana argument ente yang katanya seorang manusia dan bukan kunyuk kan?  
Nesare    From: [email protected] [mailto:[email protected]] 
Sent: Monday, March 13, 2017 12:23 PM
To: [email protected]
Subject: RE: [GELORA45] Sejarawan UI: Peristiwa Supersemar Sudah,Selesai      
yang ngomong kunyuk.  ---Kutipan:Jangan begitu. Peristiwa pembunuhan massal 
1965 ini banyak yang tidak tahu. Yang tahupun tidak sepenuhnya tahu benar apa 
yang sebenarnya sudah terjadi.Anhar gonggong ini salah satu sejarahwan 
Indonesia yang masih waras.Dia tidak membela PKI maupun Soeharto. Dia 
melihatnya dari sudut pandang sejarah. Disini dia objektif. Dia tidak 
personal.https://groups.yahoo.com/neo/groups/GELORA45/conversations/messages/176895

---In [email protected], <nesare1@...> wrote :Siapa yang memuji2 anhar 
gonggong?Jangan pake’ rasanya!Tulis disini siapa: saya atau djie? Nesare  From: 
[email protected] [mailto:[email protected]] 
Sent: Monday, March 13, 2017 11:03 AM
To: [email protected]
Subject: Re: [GELORA45] Sejarawan UI: Peristiwa Supersemar Sudah,Selesai   
tempo hari rasanya ada yg me-muji2 gonggong

---In [email protected], <djiekh@...> wrote :benar2 gonggong double 
gong, goblok sekali.......... 2017-03-13 15:20 GMT+01:00 nesare1@... [GELORA45] 
<[email protected]>:


 Gimana bisa selesai? Supersemar itu cacat hukum. Supersemar itu cacat 
sejarah.Koq bisa seorang anhar gonggong katanya sejarahwan bilang supersemar 
itu sudah selesai?Aduh ini omongan seorang anhar gonggong yang anti 
komunisme.Sayangnya dia lebih memposisikan dirinya sebagai pembenci 
dibandingkan sebagai seorang sejarahwan! Korban nyawa rakyat Indonesia yang 
tidak ketahuan ujung pangkalnya harus di”selesaikan” begitu saja oleh seorang 
anhar gonggong?Sejahrawan satu ini perlu mengetahui artinya hukum dan 
pembalasan sejarah atas suatu peristiwa sejarah.Saya tidak yakin dia ini 
seorang sejahrawan. Sekurang2nya dia perlu mikirin hal ini apakah dia seorang 
sejarahwan. Jelas dia gak akan mengerti bagaimana sejarah hittler nazi dan 
yahudi dimana sampai sekarangpun orang yahudi masih belum selesai nguber 
orang2nya hittler nazi. Nesare   From: [email protected] 
[mailto:GELORA45@yahoogroups. com] 
Sent: Monday, March 13, 2017 4:04 AM
To: [email protected]; [email protected]; 
[email protected]
Subject: [GELORA45] Sejarawan UI: Peristiwa Supersemar Sudah,Selesai [5 
Attachments]   

https://nasional.tempo.co/ read/news/2016/02/13/ 078744643/sejarawan-ui- 
peristiwa-supersemar-sudah-selesai
Sejarawan UI: Peristiwa Supersemar Sudah

Selesai
Sabtu, 13 Februari 2016 | 15:15 WIB   
   - 
   - 
   - 
   - 
Anhar Gonggong. TEMPO/Yosep ArkianTEMPO.CO, Jakarta - Sejarawan Universitas 
Indonesia Anhar Gonggong menyatakan, keberadaan Surat Perintah Sebelas Maret 
(Supersemar) seharusnya tidak perlu diperdebatkan lagi. Menurut dia, salah satu 
kejadian sejarah tersebut telah usai.

"Apalagi Pak Harto sudah meninggal, Bung Karno juga sudah meninggal," ujar 
Anhar dalam diskusi Peringatan 50 Tahun Supersemar yang diselenggarakan oleh 
Keluarga Mahasiswa dan Alumni Penerima Beasiswa Supersemar di Hotel Bidakara, 
Pancoran, Jakarta Selatan, pada Sabtu, 13 Februari 2016.

Menurut Anhar, publik selalu menyangsikan keberadaan dokumen Supersemar yang 
asli. Namun, ia  meyakini bahwa dokumen itu pasti ada. "Pasti ada. Saya 
melakukan berbagai observasi tentang itu. Isinya lah yang menjadi persoalan," 
ujarnya.

Menurut Anhar, ketika Supersemar digunakan oleh Letnan Jenderal Soeharto untuk 
membubarkan PKI, Presiden RI saat itu, Soekarno, marah dan mencabut surat itu 
melalui surat yang dikeluarkan pada 13 Maret. "Tapi, kalau Soeharto tidak 
membubarkan PKI, semakin tinggi tuntutan orang untuk membubarkan itu. Siapa 
yang bisa menahan massa pada saat itu?" 
Baca: Pembuatan KTP Anak Gratis, Biaya Ditanggung APBN Karena itu, menurut 
Anhar, Supersemar bukan sekedar surat perintah yang digunakan oleh Soeharto 
untuk merebut kekuasaan. Supersemar,  dikeluarkan melalui proses yang lama 
untuk mencari jalan penyelesaian. "Wajar jika menimbulkan konflik. Jadi, apanya 
yang perlu dijernihkan?" ujarnya.

Dengan begitu, menurut Anhar, perdebatan mengenai latar belakang dikeluarkannya 
Supersemar oleh Soekarno juga telah berakhir.  Soekarno dan Soeharto memiliki 
perannya masing-masing bagi bangsa ini. "Saya nggak pernah mengartikan Soekarno 
dan Soeharto jelek sepenuhnya." 

Anhar berujar, Supersemar bukan salah satu tonggak sejarah Indonesia. Tonggak 
sejarah hanya lah peristiwa pergerakan nasional 28 Oktober, Proklamasi 
Kemerdekaan 17 Agustus, dan Hari Pahlawan 10 November. "Mari kita tempatkan ini 
sebagai peristiwa sejarah yang biasa saja." 

ANGELINA ANJAR SAWITRI 


    #yiv1168444087 #yiv1168444087 -- #yiv1168444087ygrp-mkp {border:1px solid 
#d8d8d8;font-family:Arial;margin:10px 0;padding:0 10px;}#yiv1168444087 
#yiv1168444087ygrp-mkp hr {border:1px solid #d8d8d8;}#yiv1168444087 
#yiv1168444087ygrp-mkp #yiv1168444087hd 
{color:#628c2a;font-size:85%;font-weight:700;line-height:122%;margin:10px 
0;}#yiv1168444087 #yiv1168444087ygrp-mkp #yiv1168444087ads 
{margin-bottom:10px;}#yiv1168444087 #yiv1168444087ygrp-mkp .yiv1168444087ad 
{padding:0 0;}#yiv1168444087 #yiv1168444087ygrp-mkp .yiv1168444087ad p 
{margin:0;}#yiv1168444087 #yiv1168444087ygrp-mkp .yiv1168444087ad a 
{color:#0000ff;text-decoration:none;}#yiv1168444087 #yiv1168444087ygrp-sponsor 
#yiv1168444087ygrp-lc {font-family:Arial;}#yiv1168444087 
#yiv1168444087ygrp-sponsor #yiv1168444087ygrp-lc #yiv1168444087hd {margin:10px 
0px;font-weight:700;font-size:78%;line-height:122%;}#yiv1168444087 
#yiv1168444087ygrp-sponsor #yiv1168444087ygrp-lc .yiv1168444087ad 
{margin-bottom:10px;padding:0 0;}#yiv1168444087 #yiv1168444087actions 
{font-family:Verdana;font-size:11px;padding:10px 0;}#yiv1168444087 
#yiv1168444087activity 
{background-color:#e0ecee;float:left;font-family:Verdana;font-size:10px;padding:10px;}#yiv1168444087
 #yiv1168444087activity span {font-weight:700;}#yiv1168444087 
#yiv1168444087activity span:first-child 
{text-transform:uppercase;}#yiv1168444087 #yiv1168444087activity span a 
{color:#5085b6;text-decoration:none;}#yiv1168444087 #yiv1168444087activity span 
span {color:#ff7900;}#yiv1168444087 #yiv1168444087activity span 
.yiv1168444087underline {text-decoration:underline;}#yiv1168444087 
.yiv1168444087attach 
{clear:both;display:table;font-family:Arial;font-size:12px;padding:10px 
0;width:400px;}#yiv1168444087 .yiv1168444087attach div a 
{text-decoration:none;}#yiv1168444087 .yiv1168444087attach img 
{border:none;padding-right:5px;}#yiv1168444087 .yiv1168444087attach label 
{display:block;margin-bottom:5px;}#yiv1168444087 .yiv1168444087attach label a 
{text-decoration:none;}#yiv1168444087 blockquote {margin:0 0 0 
4px;}#yiv1168444087 .yiv1168444087bold 
{font-family:Arial;font-size:13px;font-weight:700;}#yiv1168444087 
.yiv1168444087bold a {text-decoration:none;}#yiv1168444087 dd.yiv1168444087last 
p a {font-family:Verdana;font-weight:700;}#yiv1168444087 dd.yiv1168444087last p 
span {margin-right:10px;font-family:Verdana;font-weight:700;}#yiv1168444087 
dd.yiv1168444087last p span.yiv1168444087yshortcuts 
{margin-right:0;}#yiv1168444087 div.yiv1168444087attach-table div div a 
{text-decoration:none;}#yiv1168444087 div.yiv1168444087attach-table 
{width:400px;}#yiv1168444087 div.yiv1168444087file-title a, #yiv1168444087 
div.yiv1168444087file-title a:active, #yiv1168444087 
div.yiv1168444087file-title a:hover, #yiv1168444087 div.yiv1168444087file-title 
a:visited {text-decoration:none;}#yiv1168444087 div.yiv1168444087photo-title a, 
#yiv1168444087 div.yiv1168444087photo-title a:active, #yiv1168444087 
div.yiv1168444087photo-title a:hover, #yiv1168444087 
div.yiv1168444087photo-title a:visited {text-decoration:none;}#yiv1168444087 
div#yiv1168444087ygrp-mlmsg #yiv1168444087ygrp-msg p a 
span.yiv1168444087yshortcuts 
{font-family:Verdana;font-size:10px;font-weight:normal;}#yiv1168444087 
.yiv1168444087green {color:#628c2a;}#yiv1168444087 .yiv1168444087MsoNormal 
{margin:0 0 0 0;}#yiv1168444087 o {font-size:0;}#yiv1168444087 
#yiv1168444087photos div {float:left;width:72px;}#yiv1168444087 
#yiv1168444087photos div div {border:1px solid 
#666666;height:62px;overflow:hidden;width:62px;}#yiv1168444087 
#yiv1168444087photos div label 
{color:#666666;font-size:10px;overflow:hidden;text-align:center;white-space:nowrap;width:64px;}#yiv1168444087
 #yiv1168444087reco-category {font-size:77%;}#yiv1168444087 
#yiv1168444087reco-desc {font-size:77%;}#yiv1168444087 .yiv1168444087replbq 
{margin:4px;}#yiv1168444087 #yiv1168444087ygrp-actbar div a:first-child 
{margin-right:2px;padding-right:5px;}#yiv1168444087 #yiv1168444087ygrp-mlmsg 
{font-size:13px;font-family:Arial, helvetica, clean, sans-serif;}#yiv1168444087 
#yiv1168444087ygrp-mlmsg table {font-size:inherit;font:100%;}#yiv1168444087 
#yiv1168444087ygrp-mlmsg select, #yiv1168444087 input, #yiv1168444087 textarea 
{font:99% Arial, Helvetica, clean, sans-serif;}#yiv1168444087 
#yiv1168444087ygrp-mlmsg pre, #yiv1168444087 code {font:115% 
monospace;}#yiv1168444087 #yiv1168444087ygrp-mlmsg * 
{line-height:1.22em;}#yiv1168444087 #yiv1168444087ygrp-mlmsg #yiv1168444087logo 
{padding-bottom:10px;}#yiv1168444087 #yiv1168444087ygrp-msg p a 
{font-family:Verdana;}#yiv1168444087 #yiv1168444087ygrp-msg 
p#yiv1168444087attach-count span {color:#1E66AE;font-weight:700;}#yiv1168444087 
#yiv1168444087ygrp-reco #yiv1168444087reco-head 
{color:#ff7900;font-weight:700;}#yiv1168444087 #yiv1168444087ygrp-reco 
{margin-bottom:20px;padding:0px;}#yiv1168444087 #yiv1168444087ygrp-sponsor 
#yiv1168444087ov li a {font-size:130%;text-decoration:none;}#yiv1168444087 
#yiv1168444087ygrp-sponsor #yiv1168444087ov li 
{font-size:77%;list-style-type:square;padding:6px 0;}#yiv1168444087 
#yiv1168444087ygrp-sponsor #yiv1168444087ov ul {margin:0;padding:0 0 0 
8px;}#yiv1168444087 #yiv1168444087ygrp-text 
{font-family:Georgia;}#yiv1168444087 #yiv1168444087ygrp-text p {margin:0 0 1em 
0;}#yiv1168444087 #yiv1168444087ygrp-text tt {font-size:120%;}#yiv1168444087 
#yiv1168444087ygrp-vital ul li:last-child {border-right:none 
!important;}#yiv1168444087 

   

Kirim email ke