Setelah tempo hari anda sedemikian memuji si Anhar Gonggong sekarang anda 
sedemikian kerasnya menyangkal telah memuji bahkan mengatakan orang menuduh 
segala, sebenarnya kenapa? Apakah anda balik kucing ganti posisi? Orang ganti 
posisi tidak apa2 kok, biasa saja. Tidak perlu sewot ngotot segala macam.

---In [email protected], <nesare1@...> wrote :

Ditulis lagi hehehehe.Sampai ngakak ane ini. Nesare  From: 
[email protected] [mailto:[email protected]] 
Sent: Wednesday, March 15, 2017 11:39 AM
To: Yahoogroups <[email protected]>
Subject: RE: [GELORA45] Sejarawan UI: Peristiwa Supersemar Sudah,Selesai   
Omongan si kunyuk ini khan jelas sekali berisi pujian, easily perceive. Saya 
rasa tidak perlu penjelasan tambahan lagi. Omongan si kunyuk:Anhar gonggong ini 
salah satu sejarahwan Indonesia yang masih waras.Dia tidak membela PKI maupun 
Soeharto. Dia melihatnya dari sudut pandang sejarah. Disini dia objektif Dia 
tidak personal. "Anhar gonggong ini salah satu sejarahwan Indonesia yang masih 
waras." hal ini menyatakan kebanyakan sejarahwan Indonesia tidak waras dan si 
Gongong ini dikatakan salah satu yang waras, bukankah hal ini berarti si 
Gonggong itu exceptional salah satu dari sedikit yang waras, atau dengan kata 
nge-trend disebut "one of the best". Kalau hal ini bukan pujian, terus apa 
lagi? "Dia tidak membela PKI maupun Soeharto." disini khan beliau bermaksud 
mengatakan si Gonggong itu imparsial, tidak memihak, pandangannya lurus, tidak 
membela salah satu pihak baik PKI ataupun Soeharto. Kalau ini bukan pujian, 
terus apa lagi? "Dia melihatnya dari sudut pandang sejarah." terlihat sekali 
dalam konteks diatas "PKI maupun Soeharto" sang penulis mengatakan si Gonggong 
melihat dari sudut pandang sejarah, dus maksud beliau sejarah yg dikemukakan si 
Gonggong itu benar. Kalau ini bukan pujian, terus apa lagi? "Disini dia 
objektif." si penulis memperjelas lagi betapa si Gonggong dalam mengemukakan 
sejarah "PKI maupun Soeharto" dengan objektif. Kalau ini bukan pujian, terus 
apa lagi? "Dia tidak personal." lagi2 disini menyangatkan arti, dalam konteks 
"PKI maupun Soeharto" tidak ada hal personal yg dikemukakan si Gonggong. Kalau 
ini bukan pujian, terus apa lagi?  ---In [email protected], 
<nesare1@...> wrote :

Oh sekarang lari ke EQ ya.Hehehehe.Sengaja ane gak mau nyinggung masalah EQ 
ini. Koq EQ tinggi bisa pake’ kunyuk kunyuk segala?Orang yg punya EQ itu 
empatinya tinggi. Kunyuk2in, goblok2in, oon2 in orang lain itu 
EQ?!!!Hehehehehe…. Ane sudah bilang kalau ente ini sudah defensive tambah parah 
ngeyelnya! Koq sekarang ada tambahan lagi bahwa ane “berdebat keras agar orang 
menerima pendapatnya”.Ente kan nuduh ane memuji anhar gonggong. Wong tuduhannya 
ngawur, lalu ane kasih tahu salah dan ngawurnya dimana.Apakah ente mau ane diam 
saja. Kalau iya itu namanya ente yg mau “berdebat keras agar orang menerima 
pendapatnya”.Dengan kata lain ente mau ngasih tahu khalayak ramai 
bahwa:Objektif = memuji?Waras = memuji?Tidak personal = memuji?  Obvious kali 
ya? Mana ada obious. Gimana sih bhs inggris ente ini. ente ini katanya sdh 
tinggal dan warganegara amerika koq kaya’ gini aja gak tahu. Yang obvious itu 
apa?Objektif = memuji?Waras = memuji?Tidak personal = memuji? Hehehehe coba 
refleksi diri sendiri. mulailah dari kunyuk, eyel2an dan EQ ini.Siapa yg lebih 
pantas menyandang gelar2 ini? Nesare  From: [email protected] 
[mailto:[email protected]] 
Sent: Wednesday, March 15, 2017 11:14 AM
To: Yahoogroups <[email protected]>
Subject: RE: [GELORA45] Sejarawan UI: Peristiwa Supersemar Sudah,Selesai   Saya 
bisa melihat kebenaran simpton orang yg emotionalnya rendah "Biasanya mereka 
pun akan berdebat keras agar orang menerima pendapatnya." bahkan hal yang 
obious-pun tetap didebat habis. ---In [email protected], <nesare1@...> 
wrote :


Ane gak ngeyel loh. Ente nuduh ane muji anhar gonggong. Ane kasih argumennya 
dan bilang ente salah.Ente gak terima terus bilang ini eyel2an. Yg ngeyel itu 
ente. Ente bawa tulisan ane yg lama tapi gak ngerti membacanya. Terus ente 
main2 bahasa tarik kesimpulan sendiri bilang objektif = memuji; tidak personal 
= memuji; waras = memuji dst…dst… Ane salahkan dan kasih argument. Ente lari ke 
kunyuk dll tapi argumennya gak ada. Yg ada hanyalah Bahasa yg dibolak 
balik.Sekarang mau menuduh ane eyel2an? Hehehehehe. Ente tahu ndak prilaku ente 
itu kaya’ si habib siriq yg menyerang ahok pake’ almaidah? Ngerti ndak 
persamaannya? Kalo gak ngerti beginilah persamaannya:Ente menyerang ane pake’  
anhar gonggong dengan tujuan menyalahkan aneHabib Siriq menyerang ahok pake’ al 
maidah dengan tujuan memenangkan pilkada. Coba dikunyah 3 kalimat diatas ini 
dan belajar instropeksi diri sendiri. Nesare  From: [email protected] 
[mailto:[email protected]] 
Sent: Wednesday, March 15, 2017 10:27 AM
To: Yahoogroups <[email protected]>
Subject: RE: [GELORA45] Sejarawan UI: Peristiwa Supersemar Sudah,Selesai  Saya 
tidak merasa perlu melanjutkan eyel2an tidak ada gunanya seperti ini. Terserah 
anda saja kata2 itu pujian atau tidak.---Ciri yang nyata dari orang dengan 
kecerdasan emosional yang rendah adalah cepat membuat opini lalu malas 
melakukan konfirmasi. Dengan kata lain, mereka hanya mengumpulkan informasi 
yang mendukung opininya dan mengabaikan bukti dari pendapat sebaliknya. 
Biasanya mereka pun akan berdebat keras agar orang menerima 
pendapatnya.https://groups.yahoo.com/neo/groups/GELORA45/conversations/messages/204589
   ---In [email protected], <nesare1@...> wrote :



Yang jadiin eyel2an itu kan ente! Bukan ane!Sudah ane tulis, kasih komentar, 
koq masih ngeyel.Koq ane yang nulis dan ngasih tahu ane gak pernah muji2 anhar 
gonggong.Kenal juga kagak, emangnya ngapain ane muji2 dia?Dapet duit? Atau duit 
engkongnya anhar bakalan dikasih ke ane?Emangnya anhar gonggong pejabat dan 
orang kaya, sehingga ane harus muji2 dia? Kan bukan ini urusannya?!! Masalahnya 
ente mau menyerang ane! Bukan masalah anhar gonggong! Coba kalau mau diskusi 
yang bener! Jangan suka personal kampungan seperti ini. Malu dibaca public 
(kalau memang ada kemaluan)!Sudah ane tulis sanggahannya ane terhadap tuduhan 
ente:   
   - Waras disamakan dengan memuji?
   - Objektif disamakan dengan memuji?
   - Sudut pandang sejarah dikatakan benar lalu disamakan dengan memuji?
   - Tidak membela PKI dan tidak membela soeharto disamakan dengan memuji?
   - Tidak personal disamakan dengan memuji?
 Ini kan salah semua.Baca juga ndak tulisan ane yg dulu, koq dibawa2 kesini 
sebagai referensi. Lucu banget!Moso’ ente lebih tahu drpd penulis artikel itu 
alias ane memuji anhar gonggong atau tidak?Ane saja kasih tahu ane tidak 
memuji, eh ngotot ndak percaya. Malu nih yeah debat kusirnya gak jalan mau 
nyerang ane secara pribadi. Anhar gonggong bisa ketawa terbahak2 lihat kelakuan 
ente ini! Nesare  From: [email protected] 
[mailto:[email protected]] 
Sent: Tuesday, March 14, 2017 2:11 PM
To: Yahoogroups <[email protected]>
Subject: RE: [GELORA45] Sejarawan UI: Peristiwa Supersemar Sudah,Selesai  
Jadinya juga eyel2an gak bakalan ada habisnya.Tempo hari jelas me-muji2 si 
Gonggong, sekarang balik kucing. Yo karepmu! ---In [email protected], 
<nesare1@...> wrote :




Hehehe seperti biasa kabur lagi.Sekarang larinya ke ge er, jendral dll. Gak 
keruan2 ente ini! Sudah dikasih tahu sama moderator: diam kalau gak bisa 
komentar lagi.Moderator itu baik. Ane juga baik. Ane diam saja ente maki2 dari 
duluAne balas, ente tambah kurang ajar lagi plus caci maki segala.Dibalikin eh 
bilang debat kusir. Mana ada debatnya sama ente itu. Ente maen2 bahasa. 
Argumennya ndak ada! 
(Message over 64 KB, truncated)

Kirim email ke