Saya tidak merasa perlu melanjutkan eyel2an tidak ada gunanya seperti ini. 
Terserah anda saja kata2 itu pujian atau tidak.---Ciri yang nyata dari orang 
dengan kecerdasan emosional yang rendah adalah cepat membuat opini lalu malas 
melakukan konfirmasi. Dengan kata lain, mereka hanya mengumpulkan informasi 
yang mendukung opininya dan mengabaikan bukti dari pendapat sebaliknya. 
Biasanya mereka pun akan berdebat keras agar orang menerima pendapatnya.
https://groups.yahoo.com/neo/groups/GELORA45/conversations/messages/204589



---In [email protected], <nesare1@...> wrote :

Yang jadiin eyel2an itu kan ente! Bukan ane!Sudah ane tulis, kasih komentar, 
koq masih ngeyel.Koq ane yang nulis dan ngasih tahu ane gak pernah muji2 anhar 
gonggong.Kenal juga kagak, emangnya ngapain ane muji2 dia?Dapet duit? Atau duit 
engkongnya anhar bakalan dikasih ke ane?Emangnya anhar gonggong pejabat dan 
orang kaya, sehingga ane harus muji2 dia? Kan bukan ini urusannya?!! Masalahnya 
ente mau menyerang ane! Bukan masalah anhar gonggong! Coba kalau mau diskusi 
yang bener! Jangan suka personal kampungan seperti ini. Malu dibaca public 
(kalau memang ada kemaluan)!Sudah ane tulis sanggahannya ane terhadap tuduhan 
ente:   
   - Waras disamakan dengan memuji?
   - Objektif disamakan dengan memuji?
   - Sudut pandang sejarah dikatakan benar lalu disamakan dengan memuji?
   - Tidak membela PKI dan tidak membela soeharto disamakan dengan memuji?
   - Tidak personal disamakan dengan memuji?
 Ini kan salah semua.Baca juga ndak tulisan ane yg dulu, koq dibawa2 kesini 
sebagai referensi. Lucu banget!Moso’ ente lebih tahu drpd penulis artikel itu 
alias ane memuji anhar gonggong atau tidak?Ane saja kasih tahu ane tidak 
memuji, eh ngotot ndak percaya. Malu nih yeah debat kusirnya gak jalan mau 
nyerang ane secara pribadi. Anhar gonggong bisa ketawa terbahak2 lihat kelakuan 
ente ini! Nesare  From: [email protected] 
[mailto:[email protected]] 
Sent: Tuesday, March 14, 2017 2:11 PM
To: Yahoogroups <[email protected]>
Subject: RE: [GELORA45] Sejarawan UI: Peristiwa Supersemar Sudah,Selesai  
Jadinya juga eyel2an gak bakalan ada habisnya.Tempo hari jelas me-muji2 si 
Gonggong, sekarang balik kucing. Yo karepmu! ---In [email protected], 
<nesare1@...> wrote :

Hehehe seperti biasa kabur lagi.Sekarang larinya ke ge er, jendral dll. Gak 
keruan2 ente ini! Sudah dikasih tahu sama moderator: diam kalau gak bisa 
komentar lagi.Moderator itu baik. Ane juga baik. Ane diam saja ente maki2 dari 
dulu.Ane balas, ente tambah kurang ajar lagi plus caci maki segala.Dibalikin eh 
bilang debat kusir. Mana ada debatnya sama ente itu. Ente maen2 bahasa. 
Argumennya ndak ada! Mana argumennya? Koq bisa:   
   - Waras disamakan dengan memuji?
   - Objektif disamakan dengan memuji?
   - Sudut pandang sejarah dikatakan benar lalu disamakan dengan memuji?
   - Tidak membela PKI dan tidak membela soeharto disamakan dengan memuji?
   - Tidak personal disamakan dengan memuji?
   - Dst…dst….
 Dasar kwalitasnya ente itu dibawah kunyuk ini…… hehehehehehe….Oh ya ane 
ngakuloh ane itu kunyuk. Gak apa2. Tapi dari diskusi ini, ente terima ndak otak 
ente itu masih lebih bodoh daripada kunyuk? Nesare  From: 
[email protected] [mailto:[email protected]] 
Sent: Tuesday, March 14, 2017 12:33 PM
To: Yahoogroups <[email protected]>
Subject: RE: [GELORA45] Sejarawan UI: Peristiwa Supersemar Sudah,Selesai  Ge-Er 
amat sih orang ini. Memangnya siapa yang bilang sang penulis itu jendral, lha 
wong bilangnya cuman kunyuk saja kok. Haiya ada kunyuk yang ge-er-an. Kunyuk 
itu memang binatang, persamaan katanya monyet atau kera. Dalam bahasa Indonesia 
seringkali kiasan menggunakan binatang seperti misalnya dongeng MayJen Kunyuk 
karya Gus Dur ataupun Jendral Kancil yang dibikin sinetron itu, baik kancil 
ataupun kunyuk keduanya sama2 binatang tetapi sso kalau disebut kancil jadi 
senang tersanjung sedang kalau kunyuk jadi kebakaran jenggot, nggak tahu kenapa 
kok bisa begitu.  kutipan:Oh begitu artinya kunyuk ya? Itu istilah ente ya. 
Kalau orang banyak bacanya lain: kunyuk = binatang.Oh ya kalau mau ngutip2 gus 
dur, tolong jangan dilabelkan ke ane karena ane bukan jendral. Atau ente dapet 
wangsit dari dewa dewi bahwa ane itu jendral ya?! Hehehehe.  ---In 
[email protected], <nesare1@...> wrote :


Jonathan: "Anhar gonggong ini salah satu sejarahwan Indonesia yang masih 
waras." hal ini menyatakan kebanyakan sejarahwan Indonesia tidak waras dan si 
Gongong ini dikatakan salah satu yang waras, bukankah hal ini berarti si 
Gonggong itu exceptional salah satu dari sedikit yang waras, atau dengan kata 
nge-trend disebut "one of the best". Kalau hal ini bukan pujian, terus apa 
lagi? Nesare: kalau ane bilang si A, si B, si C waras, apakah ane mendukung si 
A, si B, si C? Gimana logikanya waras = memuji. Lalu konteksnya tulisan dulu 
itu apa? ente tahu ndak? Baca ndak? Kalau sudah baca ngerti ndak? Ane bilang 
anhar gonggong waras karena dia gak bela PKI, juga gak bela soeharto. Ini 
waras. Warasnya dari sudut pandang sejarah. Ketika anhar gonggong bilang PKI 
menangpun akan bunuh2 dan PKI itu atheis, ini ane salahkan. Kenapa? Walaupun 
fakta sejarah bisa begitu, tetapi PKI diindonesia itu konteksnya lain. Semuanya 
atau hampir semuanya manusia Indonesia itu agamais. Bunuh2an kalau PKI menang 
itu adalah salahnya anhar gonggong karena dia tersamarkan. Tersamarkan akibat 
dia anti komunisme. Ini persis terjadi sama yusuf hasyim anaknya kiai haji 
hasyim as’yari yg waktu dulu adalah salah satu ansornya NU. Dia itu ketakutan 
krn banyak bunuh orang PKI sampai trauma. Setelah insyaf dia pernah minta 
ketemu sama salah satu anaknya Aidit tetapi gak digubris. Jonathan: "Dia tidak 
membela PKI maupun Soeharto." disini khan beliau bermaksud mengatakan si 
Gonggong itu imparsial, tidak memihak, pandangannya lurus, tidak membela salah 
satu pihak baik PKI ataupun Soeharto. Kalau ini bukan pujian, terus apa lagi? 
Nesare: baca saja gak becus! Anhar gonggong tidak membela PKI. Anhar gonggong 
tidak membela soeharto. Ini konteks tulisan itu! Apakah ini bukan objektif? 
Anhar gak bela kedua belah pihak dalam tulisan ini. Gimana bisa diklaim ane 
muji anhor gonggong? Ini masalah objektifitas. Moso’ ini masalah puji memuji? 
Jonathan: "Dia melihatnya dari sudut pandang sejarah." terlihat sekali dalam 
konteks diatas "PKI maupun Soeharto" sang penulis mengatakan si Gonggong 
melihat dari sudut pandang sejarah, dus maksud beliau sejarah yg dikemukakan si 
Gonggong itu benar. Kalau ini bukan pujian, terus apa lagi? Nesare: koq bisa 
jump to conclusion dari "Dia melihatnya dari sudut pandang sejarah” ke “nesare 
memuji anhar gonggong”? Lah jelas sekali pendapat anhar gonggong adalah tidak 
membela PKI dan tidak membela soeharto. Koq memuji? Kalau anhar gonggong 
membela PKI atau membela soeharto, ente mau bilang ane membenci alias tidak 
membenci anhar gonggong? Gitu logikanya ya? Koq aneh2 saja permainan logika 
ente ini?!! Jonathan: "Disini dia objektif." si penulis memperjelas lagi betapa 
si Gonggong dalam mengemukakan sejarah "PKI maupun Soeharto" dengan objektif. 
Kalau ini bukan pujian, terus apa lagi? Nesare: jelas anhar gonggong objektif. 
Dia gak bela PKI maupun soeharto. Apakah anhar gonggong benar, itu lain 
perkaranya. Kenapa? Karena objektif tidak sama dengan benar. Kalau anhar 
gonggong yg memang dari sononya benci komunisme bilang dia bela soeharto, ini 
baru namanya tidak objektif. Kenapa dia tidak objetif kalau bilang dia 
mendukung soeharto? Itu karena dia mendukung posisinya yang anti komunisme.  
Tetapi dia gak bilang dia mendukung soeharto makanya dia objektif. Otak ente 
itu gak nyampe! Otak itu lebih parah drpd otak kunyuk! Makanya jangan sombong! 
Jonathan: "Dia tidak personal." lagi2 disini menyangatkan arti, dalam konteks 
"PKI maupun Soeharto" tidak ada hal personal yg dikemukakan si Gonggong. Kalau 
ini bukan pujian, terus apa lagi? Nesare: jelas sekali dia tidak personal. 
Salahnya dimana? Dia anti komunisme. Terus dia bilang dia gak bela soeharto dan 
tidak bela PKI. Ini kan jelas2 tidak personal. Kalau dia personal kan harusnya 
dia ngomong soeharto gak salah. Tetapi kan dia gak bilang begitu. Dia gak bela 
soeharto!!!Lalu apa urusan “dia tidak personal” dengan “ane memuji anhar 
gonggong”? Ini orang (bukan kunyuk loh!) ngaco aja!!! Jonathan: Bukankah puja 
puji setinggi langit itu jelas diutarakan thd Anhar Gonggong. Tetapi sekali 
lagi lupakan sajalah anggap tidak ada, lha wong yang ngomong kunyuk kok buat 
apa diambil pusing. Nesare: dimana ane memuji anhar gonggong? Sekarang ditambah 
embel2 “setinggi langit” lagi. Hebatttt kan orang satu ini yg asal jeplak! 
Jonathan: Saya akhiri sampai disini pembahasan omongan si kunyuk. Btw kata 
"kunyuk" itu merupakan kiasan bahasa Indonesia se-hari2 yang dipopulerkan oleh 
Gus Dur dengan kisah legendaris "MayJen Kunyuk". Nesare: hehehehe argument ente 
itu gak ada. Bolak balik mainan Bahasa.Oh begitu artinya kunyuk ya? Itu istilah 
ente ya. Kalau orang banyak bacanya lain: kunyuk = binatang.Oh ya kalau mau 
ngutip2 gus dur, tolong jangan dilabelkan ke ane karena ane bukan jendral. Atau 
ente dapet wangsit dari dewa dewi bahwa ane itu jendral ya?! Hehehehe. Hati2 
kalau ngomong! Apalagi diruang public! Nesare  From: [email protected] 
[mailto:[email protected]] 
Sent: Tuesday, March 14, 2017 10:48 AM
To: Yahoogroups <[email protected]>
Subject: Re: [GELORA45] Sejarawan UI: Peristiwa Supersemar Sudah,Selesai  Bung 
Chan, saya cuman mau memperjelas saja kalimat dibawah jelas sekali merupakan 
pujian thd Anhar Gonggong, Kita lihat saja kalimat demi kalimat: "Anhar 
gonggong ini salah satu sejarahwan Indonesia yang masih waras." hal ini 
menyatakan kebanyakan sejarahwan Indonesia tidak waras dan si Gongong ini 
dikatakan salah satu yang waras, bukankah hal ini berarti si Gonggong itu 
exceptional salah satu dari sedikit yang waras, atau dengan kata nge-trend 
disebut "one of the best". Kalau hal ini bukan pujian, terus apa lagi? "Dia 
tidak membela PKI maupun Soeharto." disini khan beliau bermaksud mengatakan si 
Gonggong itu imparsial, tidak memihak, pandangannya lurus, tidak membela salah 
satu pihak baik PKI ataupun Soeharto. Kalau ini bukan pujian, terus apa lagi? 
"Dia melihatnya dari sudut pandang sejarah." terlihat sekali dalam konteks 
diatas "PKI maupun Soeharto" sang penulis mengatakan si Gonggong melihat dari 
sudut pandang sejarah, dus maksud beliau sejarah yg dikemukakan si Gonggong itu 
benar. Kalau ini bukan pujian, terus apa lagi? "Disini dia objektif." si 
penulis memperjelas lagi betapa si Gonggong dalam mengemukakan sejarah "PKI 
maupun Soeharto" dengan objektif. Kalau ini bukan pujian, terus apa lagi? "Dia 
tidak personal." lagi2 disini menyangatkan arti, dalam konteks "PKI maupun 
Soeharto" tidak ada hal personal yg dikemukakan si Gonggong. Kalau ini bukan 
pujian, terus apa lagi? Bukankah puja puji setinggi langit itu jelas diutarakan 
thd Anhar Gonggong. Tetapi sekali lagi lupakan sajalah anggap tidak ada, lha 
wong yang ngomong kunyuk kok buat apa diambil pusing. Saya akhiri sampai disini 
pembahasan omongan si kunyuk. Btw kata "kunyuk" itu merupakan kiasan bahasa 
Indonesia se-hari2 yang dipopulerkan oleh Gus Dur dengan kisah legendaris 
"MayJen Kunyuk". ---Kutipan:Jangan begitu. Peristiwa pembunuhan massal 1965 ini 
banyak yang tidak tahu Yang tahupun tidak sepenuhnya tahu benar apa yang 
sebenarnya sudah terjadi.Anhar gonggong ini salah satu sejarahwan Indonesia 
yang masih waras.Dia tidak membela PKI maupun Soeharto. Dia melihatnya dari 
sudut pandang sejarah. Disini dia objektif. Dia tidak 
personal.https://groups.yahoo.com/neo/groups/GELORA45/conversations/messages/176895
   ---In [email protected], <jonathangoeij@...> wrote :



lha wong memang omongan kunyuk, mau ngomong apalagi bung Chan. sebelumnya khan 
tanya omongan mana yg memuji lha sudah jelas memuji bilang melihat dari sudut 
pandang sejarah dan objektif terus ngeles lagi. ini khan jelas2 omongan kunyuk. 
kalau bukan kunyuk terus apa namanya? debat kusir? kan saya sudah bilang 
lupakan saja.

---In [email protected], <SADAR@...> wrote :

Kirim email ke