1 s/d 3 "very good man, great respect, great honor" itu pujian sedang 4 "I very much look forward to dealing with the president in the future, including counsel" bukan pujian
"wiretap" itu omongan ngaco, fitnah, kemungkinan besar utk mengalihkan perhatian dari russian hacking ---In [email protected], <nesare1@...> wrote : Goblok atau oon orang satu ini? Hehehehehe “trump praises Obama” huuraa huuraa…. Semua omongan Trump yang ane tulis itu adalah riil setelah meeting pertama trump dan Obama di gedung putih setelah trump jadi presiden: Trump bilang Obama “very good man”. Trump bilang obama “great respect”. Trump bilang the meeting was “great honor”. Trump bilang "I very much look forward to dealing with the president in the future, including counsel". Pertanyaan ane: apakah trump memuji Obama dengan kata2 itu? Ente jawab iya! Terakhir trump bilang Obama wiretap dia/trump plaza, ini juga memuji ya? Jadi secara keseluruhan trump memuji Obama dan juga sebaliknya Obama memuji trump. Kedua2nya saling memuji artinya partai democrat dan partai republic sehati sejalan sekarang ini ya? Logika?!!! Hehehehehehe. Nesare From: [email protected] [mailto:[email protected]] Sent: Friday, March 17, 2017 7:36 PM To: Yahoogroups <[email protected]> Subject: RE: [GELORA45] Sejarawan UI: Peristiwa Supersemar Sudah,Selesai Pada pemakaian kata2 itu media juga menyebut Trump memuji Obama: WATCH: Trump praises ‘very good man’ Obama after White House meeting http://www.rawstory.com/2016/11/watch-trump-praises-obama-after-white-house-meeting/ ---In [email protected] mailto:[email protected], <nesare1@... mailto:nesare1@...> wrote : Jonathan: 1 s/d 3 "very good man, great respect, great honor" itu pujian Nesare: jadi trump memuji Obama ya? Hehehehehe. Lah kalau trump memuji Obama junjungan partai democrat ente, kenapa ente caci maki trump? Ini juga logika ente ya? Nih sekalian ane kupas dan maen logika2an ya: Jonathan: Demikian juga yg anda katakan tentang Anhar Gonggong dibawah saya anggap kata2 itu merupakan pujian. Tetapi kalau anda berkata bukan pujian ya terserah anda saja Nesare: sekarang pake istilah “anggap”, sedangkan tadinya buset omongannya keras sekali sampai pake “kunyuk”, “puja puji setinggi langit”, “EQ” segala. Terus pake’ istilah “terserah anda saja” hehehehehe. Orang seperti ente ini gak ada pride. Gak bisa integritas sama sekali. Sudah jelas omongannya lari dan mundur teratur karena salah. Tetapi gak pernah terima salah. Awalnya menyerang ane dengan menuduh ane memuji anhar gonggong. Ditanya komentarnya apa, eh bikin kalimat2 yg putar balik dan maen Bahasa saja. Jonathan: Saya tidak merasa perlu eyel2an pujian atau bukan. Baik sebagai pujian, penilaian, pendapat, atau apapun, apakah sampai sekarang anda tentang Anhar Gonggong masih tetap sama? Nesare: lihat disini ente tidak mempermasalahkan “pujian atau bukan”. Tadinya ente maki2 ane kunyuk! Lalu kelihatannya kalimat terakhir nanya tapi pertanyaannya membingungkan. Emangnya pertanyaan? Nulis aja gak bisa, belum lagi baca, terus maunya oon oon orang seperti ane dan Jokowi. Dasaaarrrrrrr goblok! Hehehehehe lucu. Sebetulnya substansi ane nulis itu gak pernah dibicarakan yaitu: “si Gonggong sejarahwan yang waras; si Gonggong tidak membela PKI maupun Soeharto; si Gonggong melihat dari sudut pandang sejarah; si Gonggong objektif; si Gonggong tidak personal”. “Orang” ini gak mampu membaca tulisan ane. Karena gobloknya plus mau menyerang ane, jadilah ditambah “memuji” sebagai atribut didepan semua ini. Koq bisa ya: Objektif = memuji? Waras = memuji? Tidak personal = memuji? Yg ngeyel dan lari siapa? Jadilah dirimu sendiri. Pelajari orang seperti Tatyana….punya kalibernya. Itu baru orang. Kalau ente itu orang2an! Nesare From: GELORA45@yahoogroupscom [mailto:[email protected] mailto:[email protected]] Sent: Friday, March 17, 2017 5:04 PM To: Yahoogroups <[email protected] mailto:[email protected]> Subject: RE: [GELORA45] Sejarawan UI: Peristiwa Supersemar Sudah,Selesai 1 s/d 3 "very good man, great respect, great honor" itu pujian sedang 4 "I very much look forward to dealing with the president in the future, including counsel" bukan pujian kutipan: Kalau diganti sama trump seperti dibawah ini, gimana? Trump bilang Obama “very good man”. Trump bilang obama “great respect”. Trump bilang the meeting was “great honor”. Trump bilang "I very much look forward to dealing with the president in the future, including counsel". Trump memuji Obama ya? ---In [email protected] mailto:[email protected], <nesare1@... mailto:nesare1@...> wrote : Oh sederhana ya? Kan memang itu yg ane simpulkan: Objektif = memuji? Waras = memuji? Tidak personal = memuji? Makanya ane tanyakan berulang2 kali. Ini bahasa bukan logika. Moso’ ini logika? Hehehehehe. Lucu akh…. Ini kan pertanyaan Bahasa yg sederhana. Kalau logika mah gak ada! Kenapa gak ada? Karena ente gak ada argumennya! Ini kalau kali ya logika ente?!!!!: Kalau ente bilang si ahok politikus yang waras Kalau ente bilang si Gonggong tidak membela PKI maupun Soeharto Kalau ente bilang si bonny triyana melihat dari sudut pandang sejarah Kalau ente bilang si ajeg objektif kalau ente bilang si chan tidak personal Semuanya ini ente memuji ya? Kalau diganti sama trump seperti dibawah ini, gimana? Trump bilang Obama “very good man” Trump bilang obama “great respect”. Trump bilang the meeting was “great honor”. Trump bilang "I very much look forward to dealing with the president in the future, including counsel". Trump memuji Obama ya? Koq bisa logika ya sedangkan masalahnya ente itu adalah Bahasa. Ini persis sama dengan almaidah yang digunakan oleh habib sidiq. Jangan malulah kalau disamakan “logika”nya sama dengan habib sidiq. Bagi ane kedua2nya ente dan habib sidiq itu hanyalah masalah Bahasa saja yang dipakai untuk menyerang seseorang. Nesare From: [email protected] mailto:[email protected] [mailto:[email protected] mailto:[email protected]] Sent: Friday, March 17, 2017 4:02 PM To: Yahoogroups <[email protected] mailto:[email protected]> Subject: RE: [GELORA45] Sejarawan UI: Peristiwa Supersemar Sudah,Selesai Logikanya sederhana saja, katakanlah "Chan mengatakan Nesare objektif" itukan artinya "si Chan memuji Nesare objektif". Demikian juga yg anda katakan tentang Anhar Gonggong dibawah saya anggap kata2 itu merupakan pujian. Tetapi kalau anda berkata bukan pujian ya terserah anda saja Saya tidak merasa perlu eyel2an pujian atau bukan. Baik sebagai pujian, penilaian, pendapat, atau apapun, apakah sampai sekarang anda tentang Anhar Gonggong masih tetap sama? kutipan: Anhar gonggong ini salah satu sejarahwan Indonesia yang masih waras. Dia tidak membela PKI maupun Soeharto. Dia melihatnya dari sudut pandang sejarah. Disini dia objektif Dia tidak personal. ---In [email protected] mailto:[email protected], <nesare1@... mailto:nesare1@..> wrote : Lucu banget logikanya! Semua “memuji” dari mana? Ini yang harus ente komentari kalau mau menghubungkan “memuji” dan “si Gonggong sejarahwan yang waras; si Gonggong tidak membela PKI maupun Soeharto; si Gonggong melihat dari sudut pandang sejarah; si Gonggong objektif; si Gonggong tidak personal”. Bukannya ditambah memuji didepan semua “si Gonggong sejarahwan yang waras; si Gonggong tidak membela PKI maupun Soeharto; si Gonggong melihat dari sudut pandang sejarah; si Gonggong objektif; si Gonggong tidak personal”. Ane yang nulis semua ini “si Gonggong sejarahwan yang waras; si Gonggong tidak membela PKI maupun Soeharto; si Gonggong melihat dari sudut pandang sejarah; si Gonggong objektif; si Gonggong tidak personal”. Ente mengklaim, menuduh ane “memuji” anhar gonggong karena ane menulis “si Gonggong sejarahwan yang waras; si Gonggong tidak membela PKI maupun Soeharto; si Gonggong melihat dari sudut pandang sejarah; si Gonggong objektif; si Gonggong tidak personal”. Sudah ngerti?
