Ya jelas ente yang ngeyel. Ane kasih argument. Gak mampu baca kan?!
Dari pertama ente menyerang ane, bilang ane memuji anhar gonggong lalu dicuplik tulisan ane dan ambil kesimpulan begini: Objektif = memuji? Waras = memuji? Tidak personal = memuji? Ini sumber tulisan ane yg ente bilang memuji: Dia tidak membela PKI maupun Soeharto. Dia melihatnya dari sudut pandang sejarah. Disini dia objektif. Dia tidak personal. Dulu dia pernah bilang dalam suatu diskusi bahwa yang menang (soeharto) naruh istilah PKI dalam peristiwa G30S. Dia juga bilang bahwa PKI terlibat walaupun dia bilang tidak perlu mencantumkan PKI dibelakang G30S. Dimana memujinya? Kalau anhar gonggong yg anti komunis bilang dia membela soeharto dan tidak membela PKI itu baru sejalan/benar ‘kan, artinya dia personal, bias dan tidak objektif. Tetapi ‘kan dia gak bilang begitu. Dia bilang dia tidak membela PKI maupun soeharto. G30S itu peristiwa sendiri bagi dia. PKI tidak perlu disandingkan dengan G30S. ini sudah dibicarakan sejak dulu oleh para indonesianists yg dibredel oleh soeharto. Koq bisa anhar gonggong yg anti komunis bisa setuju dengan pendapat para indonesianists yg membela PKI? Ane tanya dari awal dan terus ane ulang2i pertanyaan ini, tapi ente ndak jawab. Ente memaksa supaya ane setuju dengan kesimpulan ente bahwa Objektif = memuji; waras = memuji; tidak personal = memuji. Lucunya ente bilang ane yg memaksa ente utk menyetujui pendapat ane. Pointnya ente yg menuduh, tapi argumennya tidak ada. Terus lari2 kemana2 ke kunyuk, EQ, wiretap, ngeyel dll. Ente ini memang kelasnya dibawah kunyuk!!!! Nesare From: [email protected] [mailto:[email protected]] Sent: Monday, March 20, 2017 11:43 AM To: Yahoogroups <[email protected]> Subject: RE: [GELORA45] Sejarawan UI: Peristiwa Supersemar Sudah,Selesai kentara kalau sekedar eyel2an. ---In [email protected] <mailto:[email protected]> , <nesare1@... <mailto:nesare1@...> > wrote : Itu kan pendapat ente dan memang kelakuannya ente kan begitu. Kalau ente menganggap 1+1 =2 ya itu kan pendapat ente. Kalau ane berpendapat 1+1=1.999999999999 kan akan diminta argumennya. Ente kalau sekolah ya harus kasih argument kenapa 1+1=1.9999999999. kan gitu baru bener. Ya jelas gak ada yg nanya apalagi argue apakah trump memuji Obama, ngapain ditanya krn semua kunyuk sudah tahu trump itu bukan memuji Obama malahan trump itu bashing Obama sampai sekarang. Yg gak tahu itu hanya 1 orang = bukan kunyuk = ente! Buset kaya’ gini argumennya? Sampai segini jauh masih gak tahu bahwa trump itu anti Obama. Pantesan orang2 kaya’ ini yg pendukung partai democrat sehingga partai democrat kalah sama trump. Lama2 kunyuk ini pengin jadi orang, biar ngerasain gimana ya prilaku manusia itu. Eh ngomong2 ente mau jadi kunyuk ndak? Nesare From: [email protected] <mailto:[email protected]> [mailto:[email protected]] Sent: Monday, March 20, 2017 10:48 AM To: Yahoogroups <[email protected] <mailto:[email protected]> > Subject: RE: [GELORA45] Sejarawan UI: Peristiwa Supersemar Sudah,Selesai Tidak semua perlu argumen. Hal yg sudah jelas seperti 1+1=2 itu tidak perlu argumen lagi, seandainya di-argue seperti 1+1=10(binary) itu ya cuman argumen kosong asal menang ngomong karena pada dasarnya 10(binary) itu nilainya ya sama dengan 2(decimal). Waktu Reuters menulis Trump praises Obama "very good man" juga tidak ada yg argue semua paham itu praise/pujian, tidak ada yg kemudian mempertanyakan "very good man=praise?". Hanya kunyuk yg pakai argument seperti anda itu. ---In <mailto:[email protected]> [email protected], < <mailto:nesare1@...> nesare1@...> wrote : Mana diskusinya? Milis ini ruang diskusi. Ente eyel2an. Ente gak diskusi. Ente ambil kesimpulan tanpa argument. Koq bisa: 1. Waras disamakan dengan memuji? 2. Objektif disamakan dengan memuji? 3. Sudut pandang sejarah dikatakan benar lalu disamakan dengan memuji? 4. Tidak membela PKI dan tidak membela soeharto disamakan dengan memuji? 5. Tidak personal disamakan dengan memuji? 6. Dst…dst…. Waktu anhar gonggong bilang kalau PKI menang juga bisa bunuh2, ente tahu ndak komentar ane apa? Waktu anhar gonggong anti komunisme , ente tahu ndak komentar ane apa? Argument ente apa bilang ane memuji anhar gonggong itu? Ente ‘kan ambil kesimpulan begini: Objektif = memuji? Waras = memuji? Tidak personal = memuji? Ayo jawab ini kan bahasa. Dimana logikanya bisa sama? Argumennya apa? Ente itu kan sibuk mau cari masalah menyerang ane. Dipakailah anhar gonggong itu krn ente kira ente yg bener. Persis dgn habib sidiq yg pake’ al maidah buat menyerang ahok. Ahok nya mah gak menyerang al quran dan Islam sama sekali. Kan ini modus operandinya ente menyerang Jokowi. Kentutpun ente pake buat menyerang orang. Selama ini kan sudah ane telanjangi kesalahan2 ente itu yg sdh begitu banyak: interest rate, private company vs public company dll. Ente itu gak ngerti tapi sok tahu! Bisanya caci maki/swearing: oon, vampire, kunyuk dll. Orang yg suka sumpah serapah seperti ini mana ada EQ? lucunya EQ ditimpakan ke ane sedangkan bung chan itu keluarin EQ itu buat ente??!!!!! Orang satu ini bener2 kelasnya lebih rendah dari seorang kunyuk! Ne’ ane sih memang ngaku ane adalah kunyuk….wong kunyuk bisa lebih bener drpd seorang manusia. Hebat kan?!!! Nesare From: <mailto:[email protected]> [email protected] [ <mailto:[email protected]> mailto:[email protected]] Sent: Sunday, March 19, 2017 12:55 PM To: <mailto:[email protected]> GELORA45@yahoogroupscom Subject: RE: [GELORA45] Sejarawan UI: Peristiwa Supersemar Sudah,Selesai ini benar2 diskusi paling tidak bermutu, sudahlah sejak awal saya sudah bilang yg memuji si Gonggong itu kunyuk. kutipan: Anhar gonggong ini salah satu sejarahwan Indonesia yang masih waras. Dia tidak membela PKI maupun Soeharto. Dia melihatnya dari sudut pandang sejarah. Disini dia objektif Dia tidak personal. ---In <mailto:[email protected]> [email protected], < <mailto:nesare1@...> nesare1@...> wrote : Jonathan: 1 s/d 3 "very good man, great respect, great honor" itu pujian Nesare: diulang lagi nih yeah. Seakan2 kita semua ini kunyuk yg gak buta tuli. Hehehehe. Jonathan: sedang 4 "I very much look forward to dealing with the president in the future, including counsel" bukan pujian Nesare: oh kalau trump mau kerja sama dengan Obama nanti itu bukan memuji ya? Kalau trump minta “counsel” ke obama, itu bukan memuji ya? Hehehehe. Ini baru Bahasa. Belum ngomong logika sama sekali! Jadi menurut ente trump memuji Obama! Hebattt….hebatttt…. Karena pasti ada omongan Obama yang memuji trump, jadi trump dan Obama saling puji memuji! Pasti negara ente hebat karena semua musuh saling memuji! Begitu donk seharusnya negara superpower. Kasih contoh yang baik kenegara kami yang miskin! Jangan lari akh ke Russian hacking segala akh! Kita lagi eyel2an ttg anhar gonggong, bukan trump. Juga kami kunyuk2 indonesia miskin dan sederhana serta gak ngerti dengan hacking, wiretap dll. Jangan belagak kaya’ kunyuk kalau ente adalah orang! Nesare From: <mailto:[email protected]> [email protected] [ <mailto:[email protected]> mailto:[email protected]] Sent: Saturday, March 18, 2017 11:27 AM To: <mailto:[email protected]> [email protected] Subject: RE: [GELORA45] Sejarawan UI: Peristiwa Supersemar Sudah,Selesai 1 s/d 3 "very good man, great respect, great honor" itu pujian sedang 4 "I very much look forward to dealing with the president in the future, including counsel" bukan pujian "wiretap" itu omongan ngaco, fitnah, kemungkinan besar utk mengalihkan perhatian dari russian hacking ---In <mailto:[email protected]> [email protected], < <mailto:nesare1@...> nesare1@...> wrote : Goblok atau oon orang satu ini? Hehehehehe “trump praises Obama” huuraa huuraa…. Semua omongan Trump yang ane tulis itu adalah riil setelah meeting pertama trump dan Obama di gedung putih setelah trump jadi presiden: Trump bilang Obama “very good man”. Trump bilang obama “great respect”. Trump bilang the meeting was “great honor”. Trump bilang "I very much look forward to dealing with the president in the future, including counsel". Pertanyaan ane: apakah trump memuji Obama dengan kata2 itu? Ente jawab iya! Terakhir trump bilang Obama wiretap dia/trump plaza, ini juga memuji ya? Jadi secara keseluruhan trump memuji Obama dan juga sebaliknya Obama memuji trump. Kedua2nya saling memuji artinya partai democrat dan partai republic sehati sejalan sekarang ini ya? Logika?!!! Hehehehehehe. Nesare From: <mailto:[email protected]> [email protected] [ <mailto:[email protected]> mailto:[email protected]] Sent: Friday, March 17, 2017 7:36 PM To: Yahoogroups < <mailto:[email protected]> [email protected]> Subject: RE: [GELORA45] Sejarawan UI: Peristiwa Supersemar Sudah,Selesai Pada pemakaian kata2 itu media juga menyebut Trump memuji Obama: <http://www.rawstory.com/2016/11/watch-trump-praises-obama-after-white-house-meeting/> WATCH: Trump praises ‘very good man’ Obama after White House meeting ---In <mailto:[email protected]> [email protected], < <mailto:nesare1@...> nesare1@...> wrote : Jonathan: 1 s/d 3 "very good man, great respect, great honor" itu pujian Nesare: jadi trump memuji Obama ya? Hehehehehe. Lah kalau trump memuji Obama junjungan partai democrat ente, kenapa ente caci maki trump? Ini juga logika ente ya? Nih sekalian ane kupas dan maen logika2an ya: Jonathan: Demikian juga yg anda katakan tentang Anhar Gonggong dibawah saya anggap kata2 itu merupakan pujian. Tetapi kalau anda berkata bukan pujian ya terserah anda saja Nesare: sekarang pake istilah “anggap”, sedangkan tadinya buset omongannya keras sekali sampai pake “kunyuk”, “puja puji setinggi langit”, “EQ” segala. Terus pake’ istilah “terserah anda saja” hehehehehe. Orang seperti ente ini gak ada pride. Gak bisa integritas sama sekali. Sudah jelas omongannya lari dan mundur teratur karena salah. Tetapi gak pernah terima salah. Awalnya menyerang ane dengan menuduh ane memuji anhar gonggong. Ditanya komentarnya apa, eh bikin kalimat2 yg putar balik dan maen Bahasa saja. Jonathan: Saya tidak merasa perlu eyel2an pujian atau bukan. Baik sebagai pujian, penilaian, pendapat, atau apapun, apakah sampai sekarang anda tentang Anhar Gonggong masih tetap sama? Nesare: lihat disini ente tidak mempermasalahkan “pujian atau bukan”. Tadinya ente maki2 ane kunyuk! Lalu kelihatannya kalimat terakhir nanya tapi pertanyaannya membingungkan. Emangnya pertanyaan? Nulis aja gak bisa, belum lagi baca, terus maunya oon oon orang seperti ane dan Jokowi. Dasaaarrrrrrr goblok! Hehehehehe lucu. Sebetulnya substansi ane nulis itu gak pernah dibicarakan yaitu: “si Gonggong sejarahwan yang waras; si Gonggong tidak membela PKI maupun Soeharto; si Gonggong melihat dari sudut pandang sejarah; si Gonggong objektif; si Gonggong tidak personal”. “Orang” ini gak mampu membaca tulisan ane. Karena gobloknya plus mau menyerang ane, jadilah ditambah “memuji” sebagai atribut didepan semua ini. Koq bisa ya: Objektif = memuji? Waras = memuji? Tidak personal = memuji? Yg ngeyel dan lari siapa? Jadilah dirimu sendiri. Pelajari orang seperti Tatyana….punya kalibernya. Itu baru orang. Kalau ente itu orang2an! Nesare From: GELORA45@yahoogroupscom [ <mailto:[email protected]> mailto:[email protected]] Sent: Friday, March 17, 2017 5:04 PM To: Yahoogroups < <mailto:[email protected]> [email protected]> Subject: RE: [GELORA45] Sejarawan UI: Peristiwa Supersemar Sudah,Selesai 1 s/d 3 "very good man, great respect, great honor" itu pujian sedang 4 "I very much look forward to dealing with the president in the future, including counsel" bukan pujian kutipan: Kalau diganti sama trump seperti dibawah ini, gimana? Trump bilang Obama “very good man”. Trump bilang obama “great respect”. Trump bilang the meeting was “great honor”. Trump bilang "I very much look forward to dealing with the president in the future, including counsel". Trump memuji Obama ya? ---In <mailto:[email protected]> [email protected], < <mailto:nesare1@...> nesare1@...> wrote : Oh sederhana ya? Kan memang itu yg ane simpulkan: Objektif = memuji? Waras = memuji? Tidak personal = memuji? Makanya ane tanyakan berulang2 kali. Ini bahasa bukan logika. Moso’ ini logika? Hehehehehe. Lucu akh…. (Message over 64 KB, truncated)
