SETUUUJUUUU, ...! Seandainya saja TIDAK ADA orang yg hendak gunakan
ucapan Ahok ttg. Almaidah 51 itu di Pulau Seribu itu untuk genjot dan
jatuhkan Ahok, TENTU tidak akan terjadi tuduhan menista Agama dan
serentetan aksi 212 sampai Ahok dipaksakan masuk penjara, ...! Lha, ...
kenyataannya "jutaan" orang jadi "MARAH" merasa Agamanya dinista setelah
video Buni Yani yg sudah direkayasa itu viral di medsos, ...!
Hanya saja SAYANAG, SERIBU SAYANG, ... pengadilan hanya menjatuhkan
vonis 1,5 tahun pada diri Buni Yani, TIDAK mengusut ada orang-orang yang
menjadi DALANG dibalik kerusuhan yg terjadi ini! Dimana kemungkinan
sangat besar, Buni maupun Ahok hanyalah korban dari rencana besar aksi
#Ganti Presiden Jokowi saja!
Sugih Liawan [email protected] [GELORA45] 於 2/2/2019 7:20 寫道:
Kalau Buni Yani tidak melakukan apa2, sebenarnya MUI juga tidak akan
mengeluarkan fatwa apa2, terbukti dari sebenarnya itu video kejadian
dari beberapa waktu yang sudah lewat Dan tidak ada Yang komplain,
begitu buni yani melakukan upload Dan memotong, baru keluar fatwa
penistaan agama, bukannya begitu Pak Jonathan?
Kalau masalah Ma'aruf Amin Yang mengeluarkan fatwa, ya mang segala
sesuatu bagi mereka, kalau menguntungkan, fatwa bisa menjadi alat mereka.
Kalau jokowi tidak Turun tangan, saya agak kurang setuju, walau mereka
pernah pasangan Gub - Wagub, Dan skrg Jokowi Presiden, gak bisa
seenaknya juga campur tangan, ya jgn sampai presiden intervensi hukum,
kalau sampai iya, maka hukum dibawah presiden, bukan presiden dibawah
hukum, nanti malah jd diktator
On Sat, 2 Feb 2019, 06:09 Jonathan Goeij <[email protected]
<mailto:[email protected]> wrote:
Saya kira yg jadi penyebab utama
1. Ma'ruf Amin yg mengeluarkan fatwa/pokok pikiran MUI penista
agama shg membakar kemarahan masa.
2. Joko Widodo sang presiden yang "cuci tangan" tunduk pada
tekanan masa.
Perbandingannya kurang lebih mirip dengan peran Kayafas dan
Pontius Pilatus dalam drama penyaliban Yesus.
Baik Ahok ataupun Buni Yani dan Ahmad Dhani sebenarnya korban.
On Friday, February 1, 2019, 2:55:11 PM PST, Sugih Liawan
<[email protected] <mailto:[email protected]>> wrote:
Apa kabarnya Ahok yang karir politik hancur, kebiasaan kelompok
mereka, merasa paling dikorbankan atas apa yang mereka buat sndr...
On Fri, 1 Feb 2019, 22:28 Jonathan Goeij [email protected]
<mailto:[email protected]> [GELORA45]
<[email protected] <mailto:[email protected]> wrote:
Curhat Buni Yani: Diteror dan Kehilangan Pekerjaan Sejak
Kasus Ahok
<https://www..merdeka.com/peristiwa/curhat-buni-yani-diteror-dan-kehilangan-pekerjaan-sejak-kasus-ahok.html>
Curhat Buni Yani: Diteror dan Kehilangan Pekerjaan Sejak
Kasus Ahok | me...
Ronald
Di hadapan jemaah Salat Jumat, Buni Yani sempat menangis. Dia
mengaku ikhlas atas kejadian ini. Baginya, peristi...
<https://www.merdeka.com/peristiwa/curhat-buni-yani-diteror-dan-kehilangan-pekerjaan-sejak-kasus-ahok.html>
Jumat, 1 Februari 2019 15:04Reporter : Ronald
<https://www.merdeka.com/reporter/ronald/>
Curhat Buni Yani: Diteror dan Kehilangan Pekerjaan Sejak Kasus
AhokBuni Yani. ©2016 merdeka.com/arie
<http://merdeka.com/arie> basuki
*Merdeka.com - *Buni Yani mendatangi Masjid Al Barkah, Jalan
Al Barkah, Tebet,*Jakarta
<http://www.merdeka.com/tag/j/jakarta/>* Selatan. Padahal
rencananya, dia akan dieksekusi hari ini atas kasus mengedit
video Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok.
Di hadapan jemaah Salat Jumat, Buni Yani sempat menangis.
Bukan karena takut dijebloskan ke penjara melainkan telah
diterima Pimpinan Pondok Pesantren Al Barkah, KH Abdul Rasyid
Abdullah Syafi'i.
"Ini saya nangis bukan karena saya takut di penjara, tapi
karena saya sangat berbahagia, karena diterima beliau. Kami di
sini untuk meminta arahan, saya dari tadi menangis karena
sangat berbahagia karena bisa diterima oleh Kiai Rasyid guru
kita semua," katanya di dalam masjid Al Barkah, Jumat (1/2).
Buni Yani sempat menceritakan, sejak kasus tersebut dirinya
sempat sering mendapat teror. Bahkan, dia terpaksa
mengundurkan diri dari pekerjaannya.
"Setelah saya dilaporkan besoknya ada teror di kampus tempat
saya mengajar, lalu saya oleh manager diminta untuk
mengundurkan diri. Jadi satu hari setelah saya dilaporkan ini
masuk TV menjadi isu nasional lalu kemudian karir saya sudah
habis," ujarnya.
"Tidak berjarak setelah itu pada bulan November itu penelitian
doktoral saya di Universitas Leiden Belanda dihentikan. Jadi
sudah dua. Di tempat saya mengajar saya diminta mengundurkan
diri, yang kedua kata pembimbing saya, profesor saya di
Universitas Leiden Belanda karena anda terlalu ikut-ikutan
urus yang begini-beginian ini jadi salah satu yang menjadi
alasan kata dia," sambungnya.
Dia mengaku ikhlas atas kejadian ini. Baginya, peristiwa ini
adalah jalan dari Yang Maha Kuasa.
"Tapi saya tidak sedih, karena saya sudah ikhlas karena ini
sudah 2,5 tahun sudah ikhlas seikhlas-ikhlasnya mungkin Allah
tidak ridho saya ada di sana. Jadi mungkin Allah mencarikan
tempat yang lebih baik dari yang sebelumnya Allah sudah
ambil," jelasnya. *[lia]*
---
此電子郵件已由 AVG 檢查病毒。
http://www.avg.com