Kalau Buni Yani tidak melakukan apa2, sebenarnya MUI juga tidak
akan mengeluarkan fatwa apa2, terbukti dari sebenarnya itu video
kejadian dari beberapa waktu yang sudah lewat Dan tidak ada Yang
komplain, begitu buni yani melakukan upload Dan memotong, baru
keluar fatwa penistaan agama, bukannya begitu Pak Jonathan?
Kalau masalah Ma'aruf Amin Yang mengeluarkan fatwa, ya mang
segala sesuatu bagi mereka, kalau menguntungkan, fatwa bisa
menjadi alat mereka.
Kalau jokowi tidak Turun tangan, saya agak kurang setuju, walau
mereka pernah pasangan Gub - Wagub, Dan skrg Jokowi Presiden, gak
bisa seenaknya juga campur tangan, ya jgn sampai presiden
intervensi hukum, kalau sampai iya, maka hukum dibawah presiden,
bukan presiden dibawah hukum, nanti malah jd diktator
On Sat, 2 Feb 2019, 06:09 Jonathan Goeij <[email protected]
<mailto:[email protected]> wrote:
Saya kira yg jadi penyebab utama
1. Ma'ruf Amin yg mengeluarkan fatwa/pokok pikiran MUI
penista agama shg membakar kemarahan masa.
2. Joko Widodo sang presiden yang "cuci tangan" tunduk pada
tekanan masa.
Perbandingannya kurang lebih mirip dengan peran Kayafas dan
Pontius Pilatus dalam drama penyaliban Yesus.
Baik Ahok ataupun Buni Yani dan Ahmad Dhani sebenarnya korban.
On Friday, February 1, 2019, 2:55:11 PM PST, Sugih Liawan
<[email protected] <mailto:[email protected]>> wrote:
Apa kabarnya Ahok yang karir politik hancur, kebiasaan
kelompok mereka, merasa paling dikorbankan atas apa yang
mereka buat sndr...
On Fri, 1 Feb 2019, 22:28 Jonathan Goeij
[email protected] <mailto:[email protected]>
[GELORA45] <[email protected]
<mailto:[email protected]> wrote:
Curhat Buni Yani: Diteror dan Kehilangan Pekerjaan
Sejak Kasus Ahok
<https://www..merdeka.com/peristiwa/curhat-buni-yani-diteror-dan-kehilangan-pekerjaan-sejak-kasus-ahok.html>
Curhat Buni Yani: Diteror dan Kehilangan Pekerjaan
Sejak Kasus Ahok | me...
Ronald
Di hadapan jemaah Salat Jumat, Buni Yani sempat menangis.
Dia mengaku ikhlas atas kejadian ini. Baginya, peristi...
<https://www.merdeka.com/peristiwa/curhat-buni-yani-diteror-dan-kehilangan-pekerjaan-sejak-kasus-ahok.html>
Jumat, 1 Februari 2019 15:04Reporter : Ronald
<https://www.merdeka.com/reporter/ronald/>
Curhat Buni Yani: Diteror dan Kehilangan Pekerjaan Sejak
Kasus AhokBuni Yani. ©2016 merdeka.com/arie
<http://merdeka.com/arie> basuki
*Merdeka.com - *Buni Yani mendatangi Masjid Al Barkah,
Jalan Al Barkah, Tebet,*Jakarta
<http://www.merdeka.com/tag/j/jakarta/>* Selatan. Padahal
rencananya, dia akan dieksekusi hari ini atas kasus
mengedit video Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok.
Di hadapan jemaah Salat Jumat, Buni Yani sempat menangis.
Bukan karena takut dijebloskan ke penjara melainkan telah
diterima Pimpinan Pondok Pesantren Al Barkah, KH Abdul
Rasyid Abdullah Syafi'i.
"Ini saya nangis bukan karena saya takut di penjara, tapi
karena saya sangat berbahagia, karena diterima beliau.
Kami di sini untuk meminta arahan, saya dari tadi
menangis karena sangat berbahagia karena bisa diterima
oleh Kiai Rasyid guru kita semua," katanya di dalam
masjid Al Barkah, Jumat (1/2).
Buni Yani sempat menceritakan, sejak kasus tersebut
dirinya sempat sering mendapat teror. Bahkan, dia
terpaksa mengundurkan diri dari pekerjaannya.
"Setelah saya dilaporkan besoknya ada teror di kampus
tempat saya mengajar, lalu saya oleh manager diminta
untuk mengundurkan diri. Jadi satu hari setelah saya
dilaporkan ini masuk TV menjadi isu nasional lalu
kemudian karir saya sudah habis," ujarnya.
"Tidak berjarak setelah itu pada bulan November itu
penelitian doktoral saya di Universitas Leiden Belanda
dihentikan. Jadi sudah dua. Di tempat saya mengajar saya
diminta mengundurkan diri, yang kedua kata pembimbing
saya, profesor saya di Universitas Leiden Belanda karena
anda terlalu ikut-ikutan urus yang begini-beginian ini
jadi salah satu yang menjadi alasan kata dia," sambungnya.
Dia mengaku ikhlas atas kejadian ini. Baginya, peristiwa
ini adalah jalan dari Yang Maha Kuasa.
"Tapi saya tidak sedih, karena saya sudah ikhlas karena
ini sudah 2,5 tahun sudah ikhlas seikhlas-ikhlasnya
mungkin Allah tidak ridho saya ada di sana. Jadi mungkin
Allah mencarikan tempat yang lebih baik dari yang
sebelumnya Allah sudah ambil," jelasnya. *[lia]*