Kemenko Maritim fasilitasi pengusaha China bangun infrastruktur
Sabtu, 15 Juni 2019 13:53 WIB
Kemenko Maritim fasilitasi pengusaha China bangun infrastruktur
Deputi Bidang Koordinasi Infrastruktur Kementerian Koordinator Bidang
Kemaritiman Ridwan Djamaluddin. (Dokumentasi Kemenko Kemaritiman)
Jakarta (ANTARA) - Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman melalui
Deputi Bidang Koordinasi Infrastruktur memfasilitasi pertemuan
antardelegasi Republik Rakyat China dengan para pelaku usaha Indonesia,
di Jakarta, Jumat (14/6) dalam Indonesia Business Visit and China
International Contractors Association (Chinca).
Kegiatan itu dihadiri 31 pelaku usaha dari perwakilan Chinca dan
pimpinan dari berbagai perusahaan di bidang energi, transportasi dan
pengembangan infrastruktur, manufaktur permesinan, serta lembaga
pembiayaan atau keuangan yang sebagian besar datang dari kota Beijing
dan sekitarnya serta merupakan grup perusahaan atau BUMN besar China.
Deputi Bidang Koordinasi Infrastruktur Ridwan Djamaluddin dalam siaran
pers di Jakarta, Sabtu, menyampaikan Indonesia masih terfokus pada pulau
Jawa. Pemerintah berharap pembangunan infrastruktur bisa lebih merata ke
wilayah lain.
"80 persen kontribusi GDP (Gross Domestic Product/Produk Domestik Bruto)
kita masih berasal dari Jawa, di Indonesia kita menyadari kemajuan
pembangunan masih diperlukan pemerataan, sehingga upaya kita sekarang
adalah melakukan pembangunan di kawasan-kawasan luar jawa sehingga
pemerataan menjadi lebih baik," ujarnya.
Sejak tahun 2017, pemerintah Indonesia berdasarkan masukan dari
perusahaan swasta maupun BUMN, menyusun proposal yang kemudian terkumpul
menjadi 30 proyek di empat koridor pembangunan dengan nilai mencapai
91,1 miliar dolar AS.
Koridor tersebut antara lain, pada koridor Sumatra Utara fokus dalam hak
ekonomi bagian barat untuk memfasilitasi kerja sama ASEAN dan
sekitarnya; koridor Kalimantan Utara fokus pada pengembangan energi dan
mineral; Sulawesi Utara disiapkan untuk pertumbungan kawasan pasifik
dalam ranah parisiwata dan industri; sementara Bali disiapkan untuk
pusat inovasi kawasan ASEAN.
Deputi Ridwan juga menegaskan bahwa kerja sama tersebut bersifat saling
menguntungkan dan semua negara yang akan melakukan investasi ke
Indonesia wajib memenuhi lima kriteria dan tiga sistem kerja sama "Basic
Principles of GMF-BRI Cooperation.
"Saya ingin menekankan, kita tidak hanya bekerjasama komersial dalam
jangka pendek, tapi kita juga buka ruang dalam jangka panjang, di luar
empat koridor ini ada juga proyek non koridor yang sudah diinisiasi oleh
pelaku industri yang hanya memerlukan dukungan kebijakan pemerintah,"
tambahnya.
Perwakilan Ketua Chinca Xin Xiuming menilai Indonesia mengalami
perkembangan ekonomi yang luar biasa, dan pihaknya sangat antusias untuk
berpartisipasi dalam pembangunan infrastruktur di Tanah Air.
"Kami mendorong semangat anggota kami dalam bergabung dalam pembangunan,
dan sebagai organisasi kontraktor infrasturuktur China, kami juga mau
menjalin komunikasi yang baik dengan Indonesia, kami percaya dengan
usaha kita dan dukungan dari berbagai pihak, kerja sama dua negara dalam
infrastruktur akan berjalan dengan baik," tambahnya.
Sementara itu, Duta Besar RI untuk China dan Mongolia menambahkan
hubungan bilateral akan lebih bagus lagi jika dirasakan oleh masyarakat
dari kedua belah pihak negara, pelaku bisnis yang akan merealisasikan
program dari hubungan bilateral ini.
Kegiatan itu diharapkan dapat memberi informasi kerja sama dalam
kerangka "Regional Comprehensive Economic Corridor" (RCEC) Global
Maritime Fulcrum - Belt and Road Initiative (GMF-BRI) antara Indonesia
dan China serta mendapatkan peluang peluang investasi proyek di bidang
infrastruktur, energi, pekerjaan umum dengan melakukan interaksi
langsung antara pelaku bisnis Indonesia dan China.
*Baca juga:NTT berencana pinjam Rp3 triliun dari China biayai
infrastruktur jalan
<https://www.antaranews.com/berita/865324/ntt-berencana-pinjam-rp3-triliun-dari-china-biayai-infrastruktur-jalan>
Baca juga:Temui Jokowi, AIIB China tawarkan pinjaman satu miliar dolar
<https://www.antaranews.com/berita/743411/temui-jokowi-aiib-china-tawarkan-pinjaman-satu-miliar-dolar>*
Ini positif-negatif perang dagang AS-China bagi Indonesia
---
此電子郵件已由 AVG 檢查病毒。
http://www.avg.com