150 km dalam 4 tahun belum capai tujuan?

On Sun, Jun 16, 2019 at 2:47 AM ChanCT [email protected] [GELORA45] <
[email protected]> wrote:

>
>
> Tambahan, selama belasan tahun ini cukup keras suara meneriakkan TKA asal
> Tiongkok, khusus nya di tambang Morowali, ini salah satu suara yang
> membantah KEBOHONGAN itu:
>
> http://gelora45.com/news2/DedeBongkarKebohonganTKAMorowali.pdf
>
>
> ChanCT [email protected] [GELORA45] 於 16/6/2019 8:37 寫道:
>
>
>
> Beginilah suara sumbang orang-orang yang MENENTANG masuknya MODAL Tiongkok
> TANPA melihat bagaimana kenyataan yang terjadi bagi kesejahteraan rakyat
> disekitar proyek itu, yang diteriakkan adanya jutaan buruh Tiongkok merebut
> kesempatan kerja buruh lokal, ... Jadi TIDAK BEDA dengan sementara PEJABAT
> KORUP yg selama ini sangat diuntungkan modal AS-Jepang Singapore dan
> mulai terdesak dengan masuknya modal Tiongkok! Kekuatan reaksioner inilah
> yang belasan tahun terakhir ini meronta-ronta berusaha keras pertahankan
> modal AS-Jepang-Singapore yg selama ini mendominasi di Indonesia membuat
> rakyat banyak tetap papa-miskin!
>
> Entah darimana dapatkan berita KA-Cepat Jkt-Bdg selama 4 tahun ini
> mangkrak??? Bahwa TERTUNDA, iyaaa! Itupun hanya karena masalah kesulitan
> pelepasan lahan yg jadi masalah! Tapi, dalam kenyataan proyek KA terus
> berlangsung dibagian yang lahan yang SUDAH diselesaikan, ...Entah masih ada
> sekian% masalah lahan yg belum berhasil dirampungkan! Tapi, mereka tetap
> berani memperkirakan jalur KA-Cepat Jkt-Bdg itu bisa diselesaikan tertunda
> 2 tahun target 2019, tahun 2021 bisa rampung!
> http://gelora45.com/news3/KACepatJktBdgPerhatianku.pdf ;
> http://gelora45.com/news3/TerowonganWaliniKACepatJktBdg.pdf ;  
> http://gelora45.com/news3/TerowonganWaliniRampung.pdf
>
>
>
>
> Tatiana Lukman [email protected] [GELORA45] 於 16/6/2019 1:24 寫道:
>
>
> Lho, kok mengharapkanh Jokowi sadar?? Kan itu juga yang dia
> inginkan...menjual proyek-proyek megainfrastruktur dan tambang kepada
> pemodal Tiongkok....Terussss masukkan modal Tiongkok...
>
> On Saturday, June 15, 2019, 7:15:58 PM GMT+2, ajeg [email protected]
> [GELORA45] <[email protected]> <[email protected]> wrote:
>
>
>
> Sudah 5 tahun gelibat-gelibet LBP-RRC ini dimunculkan dalam berbagai
> varian pemberitaan, padahal isinya masih berkutat di jualan proyek yang
> itu-itu juga: KEK Sumut; KEK Kaltara; KEK Sulut; dan KEK Bali-Lombok.
> Sementara, Jokowi cuma kebagian proyek hiburan KA cepat JKT-BDG yang 4
> tahun mangkrak (lantas kemana itu guyuran investasi via Keqiang?).
>
> Belum sadar-sadar juga si Jokowi.
>
> --- SADAR@... wrote:
>
> Jakarta (ANTARA) - Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman melalui
> Deputi Bidang Koordinasi Infrastruktur memfasilitasi pertemuan
> antardelegasi Republik Rakyat China dengan para pelaku usaha Indonesia, di
> Jakarta, Jumat (14/6) dalam Indonesia Business Visit and China
> International Contractors Association (Chinca).
>
> Kegiatan itu dihadiri 31 pelaku usaha dari perwakilan Chinca dan pimpinan
> dari berbagai perusahaan di bidang energi, transportasi dan pengembangan
> infrastruktur, manufaktur permesinan, serta lembaga pembiayaan atau
> keuangan yang sebagian besar datang dari kota Beijing dan sekitarnya serta
> merupakan grup perusahaan atau BUMN besar China.
>
> Deputi Bidang Koordinasi Infrastruktur Ridwan Djamaluddin dalam siaran
> pers di Jakarta, Sabtu, menyampaikan Indonesia masih terfokus pada pulau
> Jawa. Pemerintah berharap pembangunan infrastruktur bisa lebih merata ke
> wilayah lain.
>
> "80 persen kontribusi GDP (Gross Domestic Product/Produk Domestik Bruto)
> kita masih berasal dari Jawa, di Indonesia kita menyadari kemajuan
> pembangunan masih diperlukan pemerataan, sehingga upaya kita sekarang
> adalah melakukan pembangunan di kawasan-kawasan luar jawa sehingga
> pemerataan menjadi lebih baik," ujarnya.
>
> Sejak tahun 2017, pemerintah Indonesia berdasarkan masukan dari perusahaan
> swasta maupun BUMN, menyusun proposal yang kemudian terkumpul menjadi 30
> proyek di empat koridor pembangunan dengan nilai mencapai 91,1 miliar dolar
> AS.
>
> Koridor tersebut antara lain, pada koridor Sumatra Utara fokus dalam hak
> ekonomi bagian barat untuk memfasilitasi kerja sama ASEAN dan sekitarnya;
> koridor Kalimantan Utara fokus pada pengembangan energi dan mineral;
> Sulawesi Utara disiapkan untuk pertumbungan kawasan pasifik dalam ranah
> parisiwata dan industri; sementara Bali disiapkan untuk pusat inovasi
> kawasan ASEAN.
>
> Deputi Ridwan juga menegaskan bahwa kerja sama tersebut bersifat saling
> menguntungkan dan semua negara yang akan melakukan investasi ke Indonesia
> wajib memenuhi lima kriteria dan tiga sistem kerja sama "Basic Principles
> of GMF-BRI Cooperation.
>
> "Saya ingin menekankan, kita tidak hanya bekerjasama komersial dalam
> jangka pendek, tapi kita juga buka ruang dalam jangka panjang, di luar
> empat koridor ini ada juga proyek non koridor yang sudah diinisiasi oleh
> pelaku industri yang hanya memerlukan dukungan kebijakan pemerintah,"
> tambahnya.
>
> Perwakilan Ketua Chinca Xin Xiuming menilai Indonesia mengalami
> perkembangan ekonomi yang luar biasa, dan pihaknya sangat antusias untuk
> berpartisipasi dalam pembangunan infrastruktur di Tanah Air.
>
> "Kami mendorong semangat anggota kami dalam bergabung dalam pembangunan,
> dan sebagai organisasi kontraktor infrasturuktur China, kami juga mau
> menjalin komunikasi yang baik dengan Indonesia, kami percaya dengan usaha
> kita dan dukungan dari berbagai pihak, kerja sama dua negara dalam
> infrastruktur akan berjalan dengan baik," tambahnya.
>
> Sementara itu, Duta Besar RI untuk China dan Mongolia menambahkan hubungan
> bilateral akan lebih bagus lagi jika dirasakan oleh masyarakat dari kedua
> belah pihak negara, pelaku bisnis yang akan merealisasikan program dari
> hubungan bilateral ini.
>
> Kegiatan itu diharapkan dapat memberi informasi kerja sama dalam kerangka
> "Regional Comprehensive Economic Corridor" (RCEC) Global Maritime Fulcrum -
> Belt and Road Initiative (GMF-BRI) antara Indonesia dan China serta
> mendapatkan peluang peluang investasi proyek di bidang infrastruktur,
> energi, pekerjaan umum dengan melakukan interaksi langsung antara pelaku
> bisnis Indonesia dan China.
>
>
>
> *Baca juga: NTT berencana pinjam Rp3 triliun dari China biayai
> infrastruktur jalan
> <https://www.antaranews.com/berita/865324/ntt-berencana-pinjam-rp3-triliun-dari-china-biayai-infrastruktur-jalan>
> Baca juga: Temui Jokowi, AIIB China tawarkan pinjaman satu miliar dolar
> <https://www.antaranews.com/berita/743411/temui-jokowi-aiib-china-tawarkan-pinjaman-satu-miliar-dolar>*
>  Ini
> positif-negatif perang dagang AS-China bagi Indonesia
>
>
>
>
>
>
> 
>

Kirim email ke