Beginilah suara sumbang orang-orang yang MENENTANG masuknya MODAL
Tiongkok TANPA melihat bagaimana kenyataan yang terjadi bagi
kesejahteraan rakyat disekitar proyek itu, yang diteriakkan adanya
jutaan buruh Tiongkok merebut kesempatan kerja buruh lokal, ... Jadi
TIDAK BEDA dengan sementara PEJABAT KORUP yg selama ini sangat
diuntungkan modal AS-Jepang Singapore dan mulai terdesak dengan masuknya
modal Tiongkok! Kekuatan reaksioner inilah yang belasan tahun terakhir
ini meronta-ronta berusaha keras pertahankan modal AS-Jepang-Singapore
yg selama ini mendominasi di Indonesia membuat rakyat banyak tetap
papa-miskin!
Entah darimana dapatkan berita KA-Cepat Jkt-Bdg selama 4 tahun ini
mangkrak??? Bahwa TERTUNDA, iyaaa! Itupun hanya karena masalah kesulitan
pelepasan lahan yg jadi masalah! Tapi, dalam kenyataan proyek KA terus
berlangsung dibagian yang lahan yang SUDAH diselesaikan, ...Entah masih
ada sekian% masalah lahan yg belum berhasil dirampungkan! Tapi, mereka
tetap berani memperkirakan jalur KA-Cepat Jkt-Bdg itu bisa diselesaikan
tertunda 2 tahun target 2019, tahun 2021 bisa rampung!
http://gelora45.com/news3/KACepatJktBdgPerhatianku.pdf ;
http://gelora45.com/news3/TerowonganWaliniKACepatJktBdg.pdf ;
http://gelora45.com/news3/TerowonganWaliniRampung.pdf
Tatiana Lukman [email protected] [GELORA45] 於 16/6/2019 1:24 寫道:
Lho, kok mengharapkanh Jokowi sadar?? Kan itu juga yang dia
inginkan...menjual proyek-proyek megainfrastruktur dan tambang kepada
pemodal Tiongkok....Terussss masukkan modal Tiongkok...
On Saturday, June 15, 2019, 7:15:58 PM GMT+2, ajeg [email protected]
[GELORA45] <[email protected]> wrote:
Sudah 5 tahun gelibat-gelibet LBP-RRC ini dimunculkan dalam berbagai
varian pemberitaan, padahal isinya masih berkutat di jualan proyek
yang itu-itu juga: KEK Sumut; KEK Kaltara; KEK Sulut; dan KEK
Bali-Lombok. Sementara, Jokowi cuma kebagian proyek hiburan KA cepat
JKT-BDG yang 4 tahun mangkrak (lantas kemana itu guyuran investasi via
Keqiang?).
Belum sadar-sadar juga si Jokowi.
--- SADAR@... wrote:
Jakarta (ANTARA) - Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman melalui
Deputi Bidang Koordinasi Infrastruktur memfasilitasi pertemuan
antardelegasi Republik Rakyat China dengan para pelaku usaha
Indonesia, di Jakarta, Jumat (14/6) dalam Indonesia Business Visit and
China International Contractors Association (Chinca).
Kegiatan itu dihadiri 31 pelaku usaha dari perwakilan Chinca dan
pimpinan dari berbagai perusahaan di bidang energi, transportasi dan
pengembangan infrastruktur, manufaktur permesinan, serta lembaga
pembiayaan atau keuangan yang sebagian besar datang dari kota Beijing
dan sekitarnya serta merupakan grup perusahaan atau BUMN besar China.
Deputi Bidang Koordinasi Infrastruktur Ridwan Djamaluddin dalam siaran
pers di Jakarta, Sabtu, menyampaikan Indonesia masih terfokus pada
pulau Jawa. Pemerintah berharap pembangunan infrastruktur bisa lebih
merata ke wilayah lain.
"80 persen kontribusi GDP (Gross Domestic Product/Produk Domestik
Bruto) kita masih berasal dari Jawa, di Indonesia kita menyadari
kemajuan pembangunan masih diperlukan pemerataan, sehingga upaya kita
sekarang adalah melakukan pembangunan di kawasan-kawasan luar jawa
sehingga pemerataan menjadi lebih baik," ujarnya.
Sejak tahun 2017, pemerintah Indonesia berdasarkan masukan dari
perusahaan swasta maupun BUMN, menyusun proposal yang kemudian
terkumpul menjadi 30 proyek di empat koridor pembangunan dengan nilai
mencapai 91,1 miliar dolar AS.
Koridor tersebut antara lain, pada koridor Sumatra Utara fokus dalam
hak ekonomi bagian barat untuk memfasilitasi kerja sama ASEAN dan
sekitarnya; koridor Kalimantan Utara fokus pada pengembangan energi
dan mineral; Sulawesi Utara disiapkan untuk pertumbungan kawasan
pasifik dalam ranah parisiwata dan industri; sementara Bali disiapkan
untuk pusat inovasi kawasan ASEAN.
Deputi Ridwan juga menegaskan bahwa kerja sama tersebut bersifat
saling menguntungkan dan semua negara yang akan melakukan investasi ke
Indonesia wajib memenuhi lima kriteria dan tiga sistem kerja sama
"Basic Principles of GMF-BRI Cooperation.
"Saya ingin menekankan, kita tidak hanya bekerjasama komersial dalam
jangka pendek, tapi kita juga buka ruang dalam jangka panjang, di luar
empat koridor ini ada juga proyek non koridor yang sudah diinisiasi
oleh pelaku industri yang hanya memerlukan dukungan kebijakan
pemerintah," tambahnya.
Perwakilan Ketua Chinca Xin Xiuming menilai Indonesia mengalami
perkembangan ekonomi yang luar biasa, dan pihaknya sangat antusias
untuk berpartisipasi dalam pembangunan infrastruktur di Tanah Air.
"Kami mendorong semangat anggota kami dalam bergabung dalam
pembangunan, dan sebagai organisasi kontraktor infrasturuktur China,
kami juga mau menjalin komunikasi yang baik dengan Indonesia, kami
percaya dengan usaha kita dan dukungan dari berbagai pihak, kerja sama
dua negara dalam infrastruktur akan berjalan dengan baik," tambahnya.
Sementara itu, Duta Besar RI untuk China dan Mongolia menambahkan
hubungan bilateral akan lebih bagus lagi jika dirasakan oleh
masyarakat dari kedua belah pihak negara, pelaku bisnis yang akan
merealisasikan program dari hubungan bilateral ini.
Kegiatan itu diharapkan dapat memberi informasi kerja sama dalam
kerangka "Regional Comprehensive Economic Corridor" (RCEC) Global
Maritime Fulcrum - Belt and Road Initiative (GMF-BRI) antara Indonesia
dan China serta mendapatkan peluang peluang investasi proyek di bidang
infrastruktur, energi, pekerjaan umum dengan melakukan interaksi
langsung antara pelaku bisnis Indonesia dan China.
*Baca juga:NTT berencana pinjam Rp3 triliun dari China biayai
infrastruktur jalan
<https://www.antaranews.com/berita/865324/ntt-berencana-pinjam-rp3-triliun-dari-china-biayai-infrastruktur-jalan>
Baca juga:Temui Jokowi, AIIB China tawarkan pinjaman satu miliar dolar
<https://www.antaranews.com/berita/743411/temui-jokowi-aiib-china-tawarkan-pinjaman-satu-miliar-dolar>*
Ini positif-negatif perang dagang AS-China bagi Indonesia
---
此電子郵件已由 AVG 檢查病毒。
http://www.avg.com