Dikit ngelantur di akhir minggu, tapi darimana sumbernya "hai"
disingkat "hi" itu dari kata "haleluya" Pak?? Boleh tahu?
Menurut yang saya pernah baca (lupa sumbernya) asal kata "hi" itu ada
2 kemungkinan:
1. Dari Suku Kansas (Indian Amerika Utara) sebagai kata awal penarik perhatian.
2. Dari
On 4/20/07, Maryanto (Maryant) <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
>
>
>
> Mas Nana,
>
> Salam,
> Amura, apa yang menjadi kata amarah ? Memarahi sapi sakti, lalu kaumnya
> membunuh sapinya ? Emang, bangsa itu suka marah ? Kalo kata Sodom, nadanya
> memang menjadi akar kata, atawa asal kata dari kata "ma'af" sodomi.
>
> Kayak dulu kusebut. "Ndilalah" dari qodhlo Alloh. Ya yang menjadi sunah
> Alloh. Huruf arab "ha", juga sering menjadi tak. Makanya sunahAlloh, menjadi
> kata sunatuloh. Ini artinya, terbentuk sebagi hukum alam, mother nature. Di
> bumi, menjadi geo-nature, hukum bumi,
>
> Hai, dari kata "Haleluya" puji Tuhan. Kemudian juga di singkat menjadi "hi",
> "helo" (kata ustadz Ahmiyul lho). Ini sebagai pembuka pembicaraan, awal
> menyapa, juga makanya waktu mulai telepon. Kring...helo...helo. Gag
> langsung "endi duwite", tapi lebih bagus dengan kata awal pembicaraan dulu.
> Sering kata itu juga menjadi kata awal dari suatu pertemuan. Ya di awal
> surat juga.
>
> Ini kayak preambul, misalnya kata waktu itu: awal merdeka, maka kata awal
> adalah Merdeka !!!, Merdeka !!!
> Atau "Hidup Marhein" (biasanya awal pidato Bung Karno). "Hidup PNI".
> Atau, kata awal juga misal "dear sirs", "sayang", atau "hormat kami", salam
> sejahtera, assalamu 'alaikum.
>
> Makanya, kalo aku, ku buku dengan kata "salam". he..he..he...
>
> Mataram dari kata Mata Arum. Rat, buwana, juga berarti universe, jagadraya.
> Dari Rraja pertama (Senopati), putranya (Sultan Agung, yang memulai adanya
> kota Bandung, sebelum serang Batavia 1928), lahirkan Amangkurat (Yang
> memangku jagad, kalifah jagad) I, II, dst.
>
> Lalu pecah jadi dua : Mangkunegaran (rajanya Mangku Negara), dan Mataram
> Yogyakarta, rajanya Hamengku Bowono. Huruf jawa ho no co ro ko, kalau mau
> nulis a, i, u, e, o harus dengan ha. Makanya, raja Amangkurat, di tulisannya
> hamengkurat, dan amengku bowono, di tulis hamengku buwono. Adipatinya,
> bergelar Paku Alam. Tulisan jawanya paku halam.
>
> Yogyakarta dari kata Ayodja karta adi ningrat. Lalu terucap sebagi
> Ngayojokarto hadiningrat, di singkat kemudian jadi Yojokarto, lalu terucap
> sebagai Yogyakarta. Ayodja, negara paling maju, ya jaman itu, jaman
> Ramayana, negara Ayodja, rajanya Sri Romo. Karta = aman. Adi = bagus.
> Ningrat= piawai, flamboyan, elok. Ya, Raja Mataram, mengharapkan menjadi
> kalifah jagad, menjadikan negara, bangsa, semua makluk bumi itu menjadi
> suatu negara yang maju, aman, bagus, flamboyan.
>
> Gag gitu ?
>
> Nah, untuk bisa menjadi kalifah buwono yang arif (mengetahui), atau sebagi
> 'hamengku bowono", ya kewajiban tiap orang di ciptakanNya, maka harus tahu
> karakternya, si buwana itu. Selidikilah terus karakternya, dan manfaatkan
> semuanya kalau mampu, untuk kesejahteraan umat.
>
> Salam,
> Maryanto.
> Bahasa, sejarah, culture, juga ada di alam lho, jadi itu menjadi bidangnya
> orang yang mengaku sebagai ahli ilmu alam (physicist"), juga fisika bumi,
> geophysicist, earthsicientist.
>
> ________________________________
> From: Nana Djumhana [mailto:[EMAIL PROTECTED]
> Sent: Thursday, April 19, 2007 8:57 AM
> To: [email protected]
> Subject: Re: [iagi-net-l] Erupsi Gununglumpur 2000 BC : Kiamat di Sodom dan
> Gomora
>
>
>
> Memang kasus kaumnya Nabi Luth di Sodom dan Amurah (Gomora) itu termasuk
> bencana geologi. Artinya azab Tuhan kepada orang-orang yang perbuatannya
> kebangeten dan melampoi batas itu terjadi di tempat sesuai kondisi
> geologinya. Dan itu merupakan skenarioNya yang tidak diketahui manusia.
> Namun Allah telah menginformasikan kepada kita (para geoscientist) untuk
> memahami tentang kejadian tersebut secara jelas : "Mereka (kaum Luth)
> dibinasakan oleh suara keras yang menggelegar ketika matahari akan terbit.
> Maka Kami jadikan bagian atas kota itu terbalik ke bawah, dan Kami hujani
> mereka dengan hijaaratammin sijjiil (bongkahan/butiran tanah terbakar).
> Sesungguhnya pada yang demikian itu merupakan ayat-ayat (Allah) bagi orang
> yang memperhatikannya. Dan sesungguhnya kota itu terletak pada
> sabiilimmuqiim (jalur yang ditempatkan /ditetapkan). Sesungguhnya pada yang
> demikian itu benar-benar merupakan ayat-ayat (Allah) bagi orang-orang yang
> beriman" (QS Al Hijr 74-77). Cerita geologinya .... ya kira-kira begitu
> seperti yang disampaikan Pak Awang. Wallahu'alam.
>
> Tentang kasus lumpur Porong, sebaiknya jangan dianalogikan dengan kasus
> kaumnya Nabi Luth. Saya masih percaya bahwa kasus Porong bukan sebuah azab
> Tuhan seperti halnya terhadap kaumnya Nabi Luth, tetapi lebih pas mungkin
> sebagai teguran Tuhan, terutama terhadap para penguasa dan pengusaha negri
> ini.
>
> Wassalam,
> Nana
>
> ----- Original Message -----
> From: Ahmiyul Rauf
> To: [email protected]
> Sent: Wednesday, April 18, 2007 2:04 PM
> Subject: RE: [iagi-net-l] Erupsi Gununglumpur 2000 BC : Kiamat di Sodom dan
> Gomora
>
>
>
>
> Tulisan Pak Awang kali ini seolah mengamini berbagai pendapat yang sedang
> berkembang dalam beberapa milis dan blogs, bhw Jatim sedang menuju
> kehancurannya..Ada yang memprediksi bhw dalam jangka waktu 30 tahun luapan
> lumpur akan membanjiri kawasan sejauh Waru/Surabaya. Belum lagi kalau Allah
> menghendaki, Dia percepat aliran lumpur, sehingga yang harusnya habis dalam
> 30 tahun, ditumpahkannya dalam waktu 5 tahun.. Mudah saja bagi Allah utk
> berbuat demikian.
>
>
>
> Lagipula tenggelamnya satu peradaban tidak mesti membanding ke Sodom dan
> Gomorah; karena disekitar kita. Mengambil contoh kehancuran peradaban
> disekitar Borobudur, misalnya. Kita tidak punya bukti dosa apa yang telah
> diperbuat oleh penduduk waktu itu disekitar Borobudur (e.g. dikalangan Sodom
> dan Gomorah, ummat Nabi Luth, berkembang kebiasaan homoseks), namun pasti
> ada maksud tertentu dari Yang Maha Kuasa, sehingga Peradaban Borobudur
> dihancurkan lewat letusan G. Merapi, sehingga seluruh kawasan itu terbenam
> timbunan piroklastik, sebelum kemudian digali kembali oleh Raffles.
>
>
>
> LUSI tidak secara cepat menenggelamkan Porong. Kita tidak perlu menuduh
> siapapun yang berbuat dosa sehingga bencana ini datang. Namun kalau kita
> sebagai bangsa segera bertobat, lalu meminta kepada Allah agar bencana ini
> di hentikan, sebagai bangsa yang beriman insya Allah ada solusi terbaik
> ditunjukkanNya kepada kita.
>
>
>
> Wassalaamu'alaikum
>
> Ahmiyul Rauf
>
> -----Original Message-----
> From: Awang Harun Satyana [mailto:[EMAIL PROTECTED]
> Sent: Wednesday, April 18, 2007 13:29
> To: [email protected]
> Subject: [iagi-net-l] Erupsi Gununglumpur 2000 BC : Kiamat di Sodom dan
> Gomora
>
>
>
> Hampir tiga tahun lalu di milis ini saya pernah menulis bahwa kiamat di
> Sodom dan Gomora adalah akibat bencana geologi. Kalau kita lihat geologi
> Palestina dan Laut Mati serta semua hasil penggalian arkeologi di wilayah
> ini, kita akan tahu bahwa di bawah Sodom dan Gomora terdapat tatanan
> kebencanaan geologi yang siap meletus kapan saja secara katastrofik. Dalam
> banyak kasus, kalau punya maksud tertentu, Tuhan jarang menciptakan sesuatu
> yang baru, Dia akan menggunakan tatanan yang telah diciptakan-Nya dan
> mendayagunakan-Nya. Banyak kisah-kisah menakjubkan di Perjanjian Lama yang
> bisa diterangkan sebagai masuk akal. Tetapi, hanyalah Tuhan yang berkuasa
> menggerakkan semua tatanan Bumi yang telah diciptakan-Nya.
>
>
>
> Dalam kasus kiamat di Sodom dan Gomora, Tuhan barangkali hanya menggerakkan
> sejalur sesar besar mendatar yang memotong Laut Mati dari Danau Yordan
> sampai ke Teluk Akaba. Pergerakan sesar ini telah meletuskan tatanan geologi
> yang siap menjadi bencana di bawah Sodom dan Gomora. Mujizat yang tak bisa
> diterangkan dengan akal tentu banyak juga dan kalau kita orang percaya kita
> hanya perlu mengamininya. Apa susahnya buat Tuhan mengirim bola api dan
> belerang panas dari langit menghujani Sodom dan Gomora, tetapi Dia memilih
> mendayagunakan apa yang telah diciptakan-Nya di bawah Laut Mati. Sebab Tuhan
> atas Langit adalah juga Tuhan atas Bumi, semua tunduk kepada Sang Maha
> Pencipta.
>
>
>
> Melihat kasus erupsi gununglumpur LUSI yang sedang kita alami membuat saya
> teringat lagi akan tulisan yang pernah saya sebarkan via milis tersebut.
> Saya tentu tak akan mengulanginya lagi di sini, hanya ingin menulis saja
> lagi bahwa Sodom dan Gomora musnah oleh erupsi gununglumpur. Penggalian
> arkeologi yang telah dilakukan di kawasan Laut Mati padal tahun 1920-an oleh
> Fullbright dan Kyle berakhir dengan kesimpulan bahwa peradaban maju dan
> lahan sangat subur terdapat di wilayah ini pada 2500-2000 BC. Pada 2000 BC
> semuanya tiba-tiba lenyap. Dari kisah Alkitab di kitab Kejadian 19 kita tahu
> bahwa peradaban Sodom dan Gomora lenyap dalam satu hari pada sekitar 2000 BC
> berdasarkan kronologi. Penelitian arkeologi menunjukkan bahwa Sodom dan
> Gomora terdapat di pojok baratdaya Laut Mati, terkubur dalam endapan hasil
> erupsi – tak mengherankan mengapa tempat ini di Laut Mati menjadi tempat
> terdangkal.
>
>
>
> Penelitian geologi di sekitar Laut Mati menemukan bahwa laut Mati dan Danau
> Yordan adalah lembah retakan hasil pull-apart basin. Kedua wilayah air ini
> dilalui sesar besar mendatar dari Laut Merah-Teluk Akaba-Laut Mati-Lembah
> Yordan. Kalau kita mau tarik secara regonal lagi, jalur retakan ini
> memanjang sepanjang Laut Merah menuju Afrika dan akhirnya terhubung ke
> retakan besar terkenal di Afrika bagian timur (East African Rift System).
> Ini adalah jalur retakan paling aktif di Bumi. Sebagai pull apart basin,
> sedimentasi pengisi Laut Mati berjalan sangat cepat berasal dari tinggian di
> sekitarnya (Tinggian Moab). Sebagai wilayah di Timur Tengah yang terkenal
> sangat tereduksi, wajar di bawah Laut Mati ada lapisan-lapisan tebal garam,
> belerang, dan akumulasi minyak dan gas yang sebagian telah menjadi aspal.
> Sedimentasi cepat dan tak stabil telah memicu gerak diapir sedimen2
> halusnya. Kalau kita melihat data seismik regional Laut Mati saat ini dari
> utara ke selatan, ada dua diapir besar di bawah Laut Mati : diapir Sedom dan
> diapir Lisan. Kedua diapir ini mengangkat lapisan2 garam, belerang, dan
> akumulasi aspal. Diapir Sedom adalah diapir yang pernah meletus di kota
> Sodom dan Gomora.
>
>
>
> Bila sesar besar mendatar Trans-Yordania bergerak, maka kondisi elisional
> akan segera terbentuk. Dalam kondisi demikian yang terjadi adalah urutan
> sbb. : gerakan sesar yang disertai gempa atau gempa yang menggerakkan sesar
> akan memecahkan sealing overpressured shales yang plastis dan buoyant.
> Release tekanan itu akan mengekspulsi pore fluids, air, minyak, gas dan
> semua materi di sekitar Teluk Mati termasuk garam dan aspal. Di dekat sesar,
> materi menjadi liquefied dan buoyant dan akan terekstrusi melalui zona sesar
> sebagai mud diapir dan mud volcano ke permukaan lengkap dengan material
> ekstrusinya.
>
>
>
> Laut Mati adalah tepat merupakan transform boundary terhadap Arabian Plate
> dalam hubungannya dengan Lempeng Afrika dan Eurasia. Saat Lempeng Arab
> bergerak ke timur, membukalah Laut Merah dalam mekanisme incipient sea floor
> spreading. Ke utara, rifting Laut Merah bercabang dua splay, ke BL membentuk
> Teluk Suez, ke TL membentuk Teluk Akaba-Laut Mati-Sungai Yordan. Rift Teluk
> Suez kemudian aborted, mati, seperti aulacogen berhungan dengan collision
> African Plate vs. Anatolian Plate, sementara Teluk Akaba-Laut Mati-Yordan
> aktif dan pada 2000 BC dipakai Tuhan untuk menggerakkan diapir Sedom di
> bawah kota Sodom dan terjadilah bencana katastrofik itu.
>
>
>
> Belerang panas, garam, aspal, semuanya dalam keadaan terbakar tersembur ke
> langit kemudian menjatuhi Sodom dan Gomora, menutupi semua yang ada di
> permukaan Bumi dengan endapan belerang, aspal, dan garam. Sementara itu,
> gempa yang terjadi menunggangbalikkan semua yang ada di atas tanah sehingga
> tak ada satu pun yang tetap berdiri tegak di atas tanah ("Kemudian Tuhan
> menurunkan hujan belerang dan api atas Sodom dan Gomora, berasal dari Tuhan,
> dari langit; dan ditunggangbalikkanNyalah kota-kota itu dan Lembah Yordan
> dan semua penduduk kota-kota serta tumbuh-tumbuhan di tanah" - Kejadian 19
> : 24-25). Kiamat itu terjadi sehari-semalaman. Keesokan harinya, saat
> Abraham menengok, dia memandang ke Lembah Yordan, ke Sodom, ke Gomora, di
> mana Lot keponakannya pernah tinggal, maka hanya dilihatnya asap dari Bumi
> membubung ke atas sebagai asap dari dapur peleburan (Kejadian 19 : 28)….
>
>
>
> "Sesungguhnya, akan datang hari yang ditetapkan Tuhan….Pada waktu itu
> kakiNya akan berjejak di bukit Zaitun yang terletak di depan Yerusalem di
> sebelah timur. Bukit Zaitun itu akan terbelah dua dari timur ke barat,
> sehingga terjadi suatu lembah yang sangat besar; setengah dari bukit itu
> akan bergeser ke utara dan setengah lagi ke selatan. Maka tertutuplah lembah
> gunung-gunungKu, sebab lembah gunung itu akan menyentuh sisinya; dan kamu
> akan melarikan diri seperti kamu pernah melarikan diri oleh karena gempa
> bumi…(Zakharia 14 :1, 4, 5)"
>
>
>
> Bukit Zaitun kelak akan retak dan rusak oleh pull-apart strike-slip fault…
>
>
>
> Salam,
>
> awang
>
>
>
>
>
>
--
Noel