Gas rmh tangga sdh diganti dgn lpg, dijula kiloan dan harganya juga naiiik 
terus , termasuk sering ilang tu gas.
Powered by Telkomsel BlackBerry®

-----Original Message-----
From: <lia...@indo.net.id>
Date: Wed, 23 May 2012 16:13:09 
To: <iagi-net@iagi.or.id>
Reply-To: <iagi-net@iagi.or.id>
Subject: Re: [iagi-net-l] BBM gak akan naik2 - Pemerintah Masukan Asumsi 
Lifting Gas di RAPBN 2013
Mengingat gas ini dipakai untuk Industri dan power plant
(kegiatan usaha/industri bukan konsumtif ) dan untuk program
konversi dalam rangka pengurangan konsumsi BBM, sebetulnya
Pemerintah bisa mengeluarkan kebijakan khusus ttg harga dan
jaminan pasokan gas untuk dalam negeri dg
menggunakan/memanfaatkan gas yg menjadi bagian negara dan DMO ,
kalau gas bagiannya/miliknya K3S ya diserahkan ke mereka gak
masalah ( mau nentukan harganya berapa terserah mereka ).
Kalau lalulintas pipa/transmisi/distribusi dibebaskan apa nggak
bersliweran pipa pipa di jalan raya masing masing bikin sendiri
sendiri ( penuh dg pipa pipa ). Saat ini "DLLAJR" nya gas kan
BPH Migas yg mengatur jenis jalurnya dan operatornya serta
tarif toll fee nya dg  tender ( jadi tidak monopoli , siapa yg
menang tender ),  ada 5 katagori jaringan pipa transmisi
distribusi yaitu , Open Acces , Dedicated Hilir, Dedicated
Hulu, Kepentingan Sendiri dan Gas Kota , jadi sudah terpisah
pisah kepentingannya
ternyata  "Mbulat-Mbulet"  juga ya ngatur energi khususnya gas
itu  , negeri yg kaya gas , industrinya mati kekurangan
gas......
ISM



>
> Sesuai uraian pak Ong di thread satunya, KKSS (BPMigas)
> merasa harga gas yang mereka produksi terlalu murah. Mereka
> minta renegosiasi untuk naikkan harga jadi 5-6 USD per
> mmbtu.
>
> PGN yang punya KPI sendiri tentunya tidak rela kalau
> keuntungannya tergerus kenaikan harga tersebut. Dia
> naikkanlah harga jual ke konsumen. Konsumen kejepit, mau
> cari pasokan gas yang lain, dari mana ? Lha wong pipanya
> cuma satu...pemerintah bingung, mana yang mau disupport atau
> dikorbankan antara 3 komponen vertikal ini...
>
> Mungkin beberapa alternatifnya adalah :
>
> 1) PGN (dan semua jalur pipa dari operator manapun)
> dinasionalisasi, dikuasai pemerintah sepenuhnya dan
> diperlakukan sebagai non profit public utility. Analoginya
> seperti pemerintah membangun jalan raya  dimana semua
> supplier bebas memakainya atau kalaupun membayar, secara at
> cost . Keuntungan pemerintah diambilan dari peningkatan
> kegiatan ekonomi (pajak) yang bakal terjadi di sisi produsen
> maupun konsumen. Entah apakah ini mungkin dilakukan
> mengingat PGN adalah perusahaan publik....
>
> 2) Buka pasar pipa gas sebebas-bebasnya hingga siapapun bisa
> bikin jaringan sendiri dari wellhead ke pabrik. Biarkan saja
> kalau ada orang mau bikin pipa antara pagerungan sampai
> gresik, paralel dengan apa yang sudah ada dan masing-masing
> customer bebas pilih mau ambil gas dari pipa yang mana.
> Tentunya ada titik-titik tertentu yang mesti jadi 'milik
> bersama' misalnya Receiving terminal, distribution hub dll.
> Analoginya, jalur udara Jakarta Surabaya dilayani oleh
> belasan maskapai. Kustomer tinggal pilih mana yang lebih
> mahal, lebih reliable dll....
>
> 3) Karena opsi 2 mungkin sangat mahal, cari alternatif
> distribusi gas non pipa. Teknologi semacam Natural Gas
> Hydrate Pellets yang sedang dikembangkan oleh Mitsui (konon
> sudah tahap pilot plants) dimana gas alam dikonversi dalam
> bentuk padat (pellet atau powder) dan didistribusikan
> langsung ke konsumer memakai truk mungkin bisa dilirik.
> Untuk jarak 100 an km (FSRU tanjung priok ke pusat industri
> Cilegon atau Krawang-Purwakarta) konon teknologi ini bisa
> lebih murah ketimbang mengalirkan lewat pipa apalagi LNG.
> Norwegia juga kalau tidak salah sudah melakukan feasibility
> study untuk teknologi ini, terpisah dari apa yang dilakukan
> di jepang.
>
> Bottom line, pakai cara apasaja untuk mengurai kusutnya
> masalah gas di Indonesia....
>
> Salam
> O'
>
>
>
>
> ------------------------------
> On Wed, May 23, 2012 11:52 AM ICT lia...@indo.net.id wrote:
>
>>Kompas kemarin Selasa 22 Mei kolom Ekonomi : "Kenaikan harga
>>gas ke konsumen ( 55%) oleh PGN dikarenakan harga beli PGN
>>dari
>>KKKS naik 200% berlaku surut sejak 1 April 2012"...........
>>Wah tinggi sekali kenaikan gas dari KKKS ini sampai 200% (
>>apa
>>nggak kebanyakan untungnya.........), kira kira apa ya yang
>>menyebabkan kenaikan tsb ditengah kecenderungan menurunnya
>>harga gas....... , kok tega amat sampai naikan 200% ,
>>akibatnya
>>industri kecil pada klimpungan..... .lagi lagi yg kecil yg
>>jd
>>kurbannya
>>Pada Agenda Konvensi IPA  tgl 25 Mei 2012 ada sessi Revisi
>>UU
>>MIgas No. 22 Tahn 2001, ............  wah apa ini gara gara
>>masalah BBM shg perlu segera ada Revisi UU Migas yg kemarin
>>banyak dipersoalkan dalam diskusi diskusi masalah kenaikan
>>BBM.UU itu kan produk politik dari lembaga politik , bisa
>>kemana mana arahnya sesuai dg kepentingan politik
>>sesaat.....
>>makanya banyak UU yg sdh jadi tidak bisa /sulit dilaksanakn
>>atau malah baru keluar sdh dipersoalkan / di MK
>>kan...........
>>spt UU Migas ini sendiri sudah 3 kali di MK kan sejak
>>lahirnya
>>UU tsb....
>>
>>ISM
>>
>>
>>> *Yth. IAGI-ers,*
>>> *
>>> *
>>>
>>> menurut berita di Kompas hari ini (Rabu, 23 Mei 2012),
>>> Judul
>>> Berita : Produksi Minyak Turun, produksi tahun 2013
>>> terendah
>>> dalam sejarah. BP Migas memperkirakan produksi siap jual
>>> (*lifting*) minyak mentah nasional tahun 2013 sekitar
>>> 910.000 BPD (barrel per hari) atau dibawah target APBN
>>> Perubahan 2012.
>>>
>>> Perkembangan *Lifting* Minyak (dalam BPD)
>>> Tahun 2006 : 959.000
>>> Tahun 2007 : 899.000
>>> Tahun 2008 : 931.000
>>> Tahun 2009 : 944.000
>>> Tahun 2010 : 954.000
>>> Tahun 2011 : 945.000
>>> Tahun 2012 : 930.000
>>> Tahun 2013 : 910.000 (asumsi)
>>> Tahun 2014 : menurut berita, optimis produksi minyak akan
>>> naik....
>>>
>>> Kalau memang benar seperti ini, sudah saatnya beralih ke
>>> BB
>>> Gas/CBM/*Shale Gas*, atau *renewable energy*, siap maupun
>>> tidak siap....
>>>
>>> Yang menarik lagi, masih di kolom berita yang sama,
>>> termuat
>>> berita : Harga Gas memukul daya saing Indonesia, Menperin
>>> MS
>>> Hidayat menegaskan kenaikan harga gas sebesar 55% yang
>>> mendadak dan berlaku surut...intinya adalah pada sektor
>>> industri masih dihadapkan pada pungli di sektor
>>> transportasi, biaya pelabuhan & biaya logistik, yang
>>> menyebabkan Indonesia menjadi negara dengan ongkos
>>> termahal
>>> di ASEAN, belum lagi pada aspek jaminan pasokan gas, dll.
>>>
>>> Indonesia....pantang menyerah..... mengutip slogan tim
>>> Thomas & Uber kita......
>>>
>>>
>>>
>>>
>>> Salam,
>>>
>>> *Tius_Sinyal*
>>>
>>> *IAGI-3794*
>>>
>>> *
>>> *
>>>
>>> Pada 23 Mei 2012 02:10, Bandono Salim
>>> <bandon...@gmail.com>
>>> menulis:
>>>
>>> Makasih masukan dari dunia minyak.
>>> Powered by Telkomsel BlackBerry®
>>>
>>> -----Original Message-----
>>> From: <lia...@indo.net.id>
>>> Date: Tue, 22 May 2012 19:44:22
>>> To: <iagi-net@iagi.or.id>
>>> Reply-To: <iagi-net@iagi.or.id>
>>> Subject: RE: [iagi-net-l] BBM gak akan naik2 - Pemerintah
>>> Masukan Asumsi Lifting Gas di RAPBN 2013
>>> Rasanya kalau teknologi renewable anergi(RE) sdh cukup
>>> maju
>>> pak
>>> , yang tidak bisa berkembang RE itu lebih kpd harganya ,
>>> shg
>>> investor kurang berminat, disamping itu renewable energi
>>> juga
>>> mempunyai kendala kendala salah satunya keterbatasan
>>> kapasitas
>>> ( produksi).produk RE ini banyak untuk listrik ,seperti
>>> geothermal, solar, angin, energi laut bahkan Bio oil
>>> maupun
>>> biomasa ,( saat ini
>>> dalam bauran energi/energy mix untuk RE hanya sekitar 9%,
>>> inipun baru hidro dan geothermal , bandingkan dg batubara
>>> 49% ,
>>> Gas 29% sisanya BBM , namun karena harganya cukup tinggi
>>> meskipun BBM hanya memberikan kontribusi dibawah 15% tapi
>>> biaya
>>> pembelian nya paling besar lebih dari 60%nya dari total
>>> biaya
>>> bahan bakar/energi primernya.Karena Tarif jual Listrik
>>> (TDL)ini diatur oleh pemerintah ,
>>> maka PLN tidak bisa seenaknya ngejual listrik ini meskipun
>>> biaya pokok penyediaannya tinggi lebih tinggi dari harga
>>> jualnya ( makanya ada mekanisme subsisdi). Karena tarif
>>> listrik
>>> masih rendah ( rata rata 730 Rp/Kwh ), maka kalau PLN beli
>>> listrik dari investor swasta(IPP) termasuk untuk RE  juga
>>> murah
>>> paling nggak sama dengan tarif tsb ( cuma kalau
>>> membangkitkan
>>> sendiri bisa lebih mahal krn ada mekanisme subsidi) ,
>>> disinilah
>>> RE tidak bisa berkembang. Oleh karena itu harus ada
>>> intervensi
>>> pemerintah tidak sekedar B to B biasa antara PLN dg IPP,
>>> intervensi tsb bisa berupa cem macem spt pemberian
>>> incentif
>>> fiskal , subsidi RE , dll yg dirumuskan dalam suatu harga
>>> tertentu untuk daerah tertentu karena ketersediaan RE itu
>>> sifatnya lokal.satu lagi mungkin yg perlu diperhatikan
>>> diganti istilahnya dari
>>> Energi alternatif menjadi energi subtitusi ( subtitusi
>>> BBM),
>>> jadi bukan lagi alternatif yg banyak pilihanya.
>>> salam
>>>
>>> ISM
>>>
>>>
>>> > Pak,
>>> >
>>> > Memang menaggulangi energi harus menyeluruh,
>>> > komprehensif
>>> > dan holistik. Tidak bisa sebagian saja. Alternative
>>> > energy,
>>> > yang Anda usulkan berasal dari bio seperti tebu,jarak,
>>> > dsb.
>>> > Alternatif energi yang Anda kemukakan saya tempatkan
>>> > sebagai
>>> > prioritas terakir, yaitu urutan ke-11.
>>> >
>>> > Renewable energi kelihatannya berlimpah dan murah,
>>> > tetapi
>>> > teknologinya belum maju. Sumber yang bagus untuk
>>> > mempelajari
>>> > alternative energi adalah buku karangan David MacKay
>>> > dari
>>> > UIT, Cambridge. Judul bukunya "Sustainable energy -
>>> > without
>>> > the hot air" atau diterjemahkan bebas "Sustainable
>>> > energy
>>> > -tanpa abab". Dibuku ini, yang bisa di download free,
>>> > MacKay
>>> > membandingkan segala macam alternative energi termasuk
>>> > luas
>>> > tanah yang diperlukan. Asumsi dia adalah bahwa tiap
>>> > orang
>>> > memerlukan 135kwh/d. Jadi untuk menghidupi satu juta
>>> > orang
>>> > deperlukan tanah yang luar biasa luasnya termasuk untuk
>>> > biomass(lih.slides). Maka itu biaya renewable energi
>>> > akan
>>> > mahal.
>>> >
>>> > Selain itu, untuk Indonesia ada satu faktor utama yang
>>> > menganjal
>>> > perkembangan alternatif energi, yaitu adanya subsidi.
>>> > Umpama
>>> > harga pokok disel 100. Diluar negeri akan kena pajak dan
>>> > dijual ke konsumen 200 (di Eropa sampai 300+). Swasta
>>> > yang
>>> > ingin menjual Alternative energi, bertanding dengan
>>> > harga
>>> > 200. Jadi siapa saja yang bisa menjual energi seharga
>>> > 200,
>>> > akan laku dan bahkan dibebaskan sales tax/PPN 10%, jika
>>> > berupa renewable energi. Di Indonesia kebalikan, diesel
>>> > yang
>>> > harga pokok 100 disubsidi hingga dijual ke rakyat cuma
>>> > 50.
>>> > Alternatif energi di Indonesia harus bertanding lawan
>>> > harga
>>> > 50. Sedangkan diluar negeri alteranatif energi bersaing
>>> > dengan harga 200. Jadi pengusaha Indonesia harus jadi
>>> > superman teknologi untuk bisa menghasilkan energi dengan
>>> > harga dibawah 50.
>>> >
>>> > Terlampir daftar harga diesel dan gasoline di
>>> > Negara-negara
>>> > Asia. Harga di Korea 3X harga di Indonesia. Pencarian
>>> > Alternatif energi bisa berkembang di Korea, tetapi tidak
>>> > mungkin di Indonesia.
>>> >
>>> > Salam,
>>> >
>>> > HL Ong
>>> >
>>> > -----Original Message-----
>>> > From: Bandono Salim [mailto:bandon...@gmail.com]
>>> > Sent: Sunday, May 20, 2012 6:06 AM
>>> > To: Iagi
>>> > Subject: Re: [iagi-net-l] BBM gak akan naik2 -
>>> > Pemerintah
>>> > Masukan Asumsi Lifting Gas di RAPBN 2013
>>> >
>>> > Pak Ong, kalau selalu andalin bahan bakar dari sitem
>>> > tAmbang, memang menyedihkan, kalau tata kelolanya masih
>>> > seperti saat ini. Jual murah keluar, lebih mahal jual
>>> > dlm
>>> > negeri.
>>> >
>>> > Bagaimana kalau mulai dipikiran model Brasil, pakai tebu
>>> > untuk bahan bakar? Untuk oli pakai jarak?(India
>>> > penghasil
>>> > castor oil terbesar saat ini, setau saya) Bukankah masih
>>> > ribuan hektar tanah kita tidak tergarap dengan baik?
>>> > Malah
>>> > dihancurkan struktur dan kesuburannya oleh manusia?
>>> >
>>> > Ada juga sorgum manis, dlm 3 bln sudah dpt dijadikan
>>> > methanol, bijinya bagus untuk bahan makanan, karena
>>> > glukosenya rendah. Buat roti bagi penderita diabeter.
>>> >
>>> > Sisanya buat makan ternak dan pupuk.
>>> >
>>> > Ingin komentarnya Pak, mumpung masih ada waktu sbelum
>>> > minyak
>>> > tdk dpt diambil.
>>> > Powered by Telkomsel BlackBerryR
>>> >
>>> > -----Original Message-----
>>> > From: "Ong Han Ling" <wim...@singnet.com.sg>
>>> > Date: Fri, 18 May 2012 09:17:21
>>> > To: <iagi-net@iagi.or.id>
>>> > Reply-To: <iagi-net@iagi.or.id>
>>> > Subject: RE: [iagi-net-l] BBM gak akan naik2 -
>>> > Pemerintah
>>> > Masukan Asumsi Lifting Gas di RAPBN 2013
>>> >
>>> ---------------------------------------------------------------------------->>>>>
>>>  ----
>>> > PP-IAGI 2011-2014:
>>> > Ketua Umum: Rovicky Dwi Putrohari, rovicky[at]gmail.com
>>> > Sekjen: Senoaji, ajiseno[at]ymail.com
>>> >
>>> ---------------------------------------------------------------------------->>>>>
>>>  ----
>>> > Jangan lupa PIT IAGI 2012 di Jogjakarta tanggal 17-20
>>> > September 2012. Kirim abstrak ke email:
>>> > pit.iagi.2012[at]gmail.com. Batas akhir pengiriman
>>> > abstrak
>>> > 28 Februari 2012.
>>> >
>>> ---------------------------------------------------------------------------->>>>>
>>>  ----
>>
>>
>>
>>___________________________________________________________
>>indomail - Your everyday mail - http://indomail.indo.net.id
>>
>>
>>
>>-------------------------------------------------------------------------------->>PP-IAGI
>> 2011-2014:
>>Ketua Umum: Rovicky Dwi Putrohari, rovicky[at]gmail.com
>>Sekjen: Senoaji, ajiseno[at]ymail.com
>>-------------------------------------------------------------------------------->>Jangan
>> lupa PIT IAGI 2012 di Jogjakarta tanggal 17-20
>>September 2012. Kirim abstrak ke email:
>>pit.iagi.2012[at]gmail.com. Batas akhir pengiriman abstrak
>>28 Februari 2012.
>>-------------------------------------------------------------------------------->>To
>> unsubscribe, send email to:
>>iagi-net-unsubscribe[at]iagi.or.id To subscribe, send email
>>to: iagi-net-subscribe[at]iagi.or.id
>>For topics not directly related to Geology, users are
>>advised to post the email to: o...@iagi.or.id Visit IAGI
>>Website: http://iagi.or.id
>>Pembayaran iuran anggota ditujukan ke:
>>Bank Mandiri Cab. Wisma Alia Jakarta
>>No. Rek: 123 0085005314
>>Atas nama: Ikatan Ahli Geologi Indonesia (IAGI)
>>Bank BCA KCP. Manara Mulia
>>No. Rekening: 255-1088580
>>A/n: Shinta Damayanti
>>IAGI-net Archive 1:
>>http://www.mail-archive.com/iagi-net%40iagi.or.id/ IAGI-net
>>Archive 2: http://groups.yahoo.com/group/iagi
>>--------------------------------------------------------------------->>DISCLAIMER:
>> IAGI disclaims all warranties with regard to
>>information posted on its mailing lists, whether posted by
>>IAGI or others. In no event shall IAGI or its members be
>>liable for any, including but not limited to direct or
>>indirect damages, or damages of any kind whatsoever,
>>resulting from loss of use, data or profits, arising out of
>>or in connection with the use of any information posted on
>>IAGI mailing list.
>>--------------------------------------------------------------------->>
>
>
> -------------------------------------------------------------------------------->
>  PP-IAGI 2011-2014:
> Ketua Umum: Rovicky Dwi Putrohari, rovicky[at]gmail.com
> Sekjen: Senoaji, ajiseno[at]ymail.com
> -------------------------------------------------------------------------------->
>  Jangan lupa PIT IAGI 2012 di Jogjakarta tanggal 17-20
> September 2012. Kirim abstrak ke email:
> pit.iagi.2012[at]gmail.com. Batas akhir pengiriman abstrak
> 28 Februari 2012.
> -------------------------------------------------------------------------------->
>  To unsubscribe, send email to:
> iagi-net-unsubscribe[at]iagi.or.id
> To subscribe, send email to:
> iagi-net-subscribe[at]iagi.or.id
> For topics not directly related to Geology, users are
> advised to post the email to: o...@iagi.or.id Visit IAGI
> Website: http://iagi.or.id
> Pembayaran iuran anggota ditujukan ke:
> Bank Mandiri Cab. Wisma Alia Jakarta
> No. Rek: 123 0085005314
> Atas nama: Ikatan Ahli Geologi Indonesia (IAGI)
> Bank BCA KCP. Manara Mulia
> No. Rekening: 255-1088580
> A/n: Shinta Damayanti
> IAGI-net Archive 1:
> http://www.mail-archive.com/iagi-net%40iagi.or.id/ IAGI-net
> Archive 2: http://groups.yahoo.com/group/iagi
> ---------------------------------------------------------------------> 
> DISCLAIMER: IAGI disclaims all warranties with regard to
> information posted on its mailing lists, whether posted by
> IAGI or others. In no event shall IAGI or its members be
> liable for any, including but not limited to direct or
> indirect damages, or damages of any kind whatsoever,
> resulting from loss of use, data or profits, arising out of
> or in connection with the use of any information posted on
> IAGI mailing list.
> ---------------------------------------------------------------------


___________________________________________________________
indomail - Your everyday mail - http://indomail.indo.net.id



--------------------------------------------------------------------------------
PP-IAGI 2011-2014:
Ketua Umum: Rovicky Dwi Putrohari, rovicky[at]gmail.com
Sekjen: Senoaji, ajiseno[at]ymail.com
--------------------------------------------------------------------------------
Jangan lupa PIT IAGI 2012 di Jogjakarta tanggal 17-20 September 2012.
Kirim abstrak ke email: pit.iagi.2012[at]gmail.com. Batas akhir pengiriman 
abstrak 28 Februari 2012.
--------------------------------------------------------------------------------
To unsubscribe, send email to: iagi-net-unsubscribe[at]iagi.or.id
To subscribe, send email to: iagi-net-subscribe[at]iagi.or.id
For topics not directly related to Geology, users are advised to post the email 
to: o...@iagi.or.id
Visit IAGI Website: http://iagi.or.id
Pembayaran iuran anggota ditujukan ke:
Bank Mandiri Cab. Wisma Alia Jakarta
No. Rek: 123 0085005314
Atas nama: Ikatan Ahli Geologi Indonesia (IAGI)
Bank BCA KCP. Manara Mulia
No. Rekening: 255-1088580
A/n: Shinta Damayanti
IAGI-net Archive 1: http://www.mail-archive.com/iagi-net%40iagi.or.id/
IAGI-net Archive 2: http://groups.yahoo.com/group/iagi
---------------------------------------------------------------------
DISCLAIMER: IAGI disclaims all warranties with regard to information posted on 
its mailing lists, whether posted by IAGI or others. In no event shall IAGI or 
its members be liable for any, including but not limited to direct or indirect 
damages, or damages of any kind whatsoever, resulting from loss of use, data or 
profits, arising out of or in connection with the use of any information posted 
on IAGI mailing list.
---------------------------------------------------------------------

Kirim email ke