Pak Kus yth,
 
Sepengetahuan saya sejak kita menganut perdagangan bebas dengan menjadi anggota WTO, maka kita harus patuh pada aturan main yang ditetapkan dan kita ratifikasi. Tentu kita bergabung dengan WTO karena kita juga pengin barang2 produksi kita  bisa mengalir ke negara-negara anggota lainnya. Tetapi yang kita masalahkan sekarang untuk sektor pertanian malah kita kebanjiran produk impor dan ekspor produk pangan, hortikultura kita gak maju-maju!
 
Umumnya tarif merupakan satu-satunya  bentuk proteksi produk pertanian saat ini. Dalam putaran Uruguay negara anggota dari kelompok negara maju sepakat untuk mengurangi tarif mereka sebesar rata-rata 36% pada seluruh produk pertanian, dengan pengurangan minimum 15% untuk setiap produk, dalam periode enam tahun sejak tahun 1995. Bagi negara berkembang, pengurangannya adalah 24% dan minimum 10% untuk setiap produk.

Mungkin kita bisa bermain disitu! Tentu setiap produk penanganan dan spesifikasinya akan berbeda, sebagai contoh seperti yang saya baca di kompas beberapa waktu yll pemerintah juga akan memproteksi komoditas beras, gula, kedelai, dan jagung. Proteksi itu akan diberikan dalam bentuk pengenaan tarif impor dan pelarangan impor secara temporer terhadap keempat produk tersebut. Tarif impor yang akan dipatok sekitar 10-15 persen. Dengan demikian, petani mau menanam keempat produk itu karena produk mereka masih dapat diserap oleh pasar nasional.
 
Sialnya subsidi pun ikut diatur dalam WTO! Mungkin kalau pemerintah kita kelebihan uang *smile  kita hanya bisa bermain di Green Box subsidy (adalah subsidi yang tidak berpengaruh atau kalaupun ada sangat kecil pengaruhnya terhadap perdagangan. Subsidi tersebut harus dibiayai dari anggaran pemerintah-tidak dengan membebani konsumen dengan harga yang lebih tinggi-dan harus tidak melibatkan subsidi terhadap harga).
 
Kembali kepada Diskusi kita, Pada kasus pertanian di Jepang. Dalam menghadapi gencarnya serbuan produk impor, Mereka kini lebih fokus membangun dan memperdayakan koperasi pertanian (JA) untuk menciptakan skala produksi yang maksimal dan efisien. Subsidi diberikan oleh pemerintah Jepang  dalam pemotongan harga mesin, pupuk, kredit dan penyediaan bibit unggul!
 
Apakah hal itu bisa diterapkan di negara kita? atau ada cara yang lebih bagus?
Mohon masukannya...
 
Kuntoro Boga
Maaf kalau responnya telat karena leb kami sedang hikosi dan shoji 2 hari ini hehehehe


KUS PRISETIAHADI <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
Untuk Pak Boga,

Maaf pertanyaan awam nih Pak,

Sebelum ke pertanyaan lainnya,

Di era perdagangan bebas ini (kalau nggak salah di
mulai th 2003 yaa atau tergantung regionnya? untuk
region asia pacific/ASEAN kapan yaa? ), apakah
proteksi masih boleh diberlakukan ? Juga subsidi ? Apa
bedanya subsidi dan insentif seperti judul di atas?

Sebelumnya terima kasih atas jawabannya,

Kus


--- Kuntoro Boga <[EMAIL PROTECTED]> wrote:

> Contoh kasus yang saya ingin munculkan disini. Sejak
> era 70-an pemerintah memberikan proteksi terhadap
> impor susu sampai pertengahan 90-an melalui
> kepressnya. Kemudian industri ini berkembang maju
> dan sampai dianggap sanggup mandiri dengan GKSI-nya.
>  Selanjutnya keran impor dibuka karena adanya
> desakan external maupun internal. Hingga sekarang
> harga susu lokal anjlok dan petani susu
> teriak-teriak menuntut pabrik yang notabene milik
> asing dan bisa ambil susu dari luar untuk menaikan
> harga.
> Cerita ini sama dengan kasus industri gula di
> Indonesia yang tidak efisien dan kalah bersaing
> dibandingkan produsen di luar negeri,  sehingga
> pemerintah dimasa lalu  memberikan proteksi, juga
> untuk kegiatan produksi pertanian lainnya.
> 
> Kalaulah seperti yang Pak Tatang sebutkan, proteksi
> tidak selalu baik dan mungkin bisa meninabobokkan
> petani kita, Bagaimana meningkatkan efisiensi
> sehingga harga susu peternak lokal  kita lebih murah
> dari Australia,  Gula kita lebih murah dari Thailand
> dan Brasil dll?   apa yang sebaiknya dilakukan
> pemerintah?
>
> Kuntoro Boga
>
> 
>
> 
>
>
> [EMAIL PROTECTED] wrote:
> Sewaktu pertama kali saya lulus S1, saya terpikir
> bahwa Subsidi dan Proteksi itu merupakan
> satu-satunya solusi menyelesaikan masalah dalam
> menjamin daya saing pertanian Indonesia.  Akan
> tetapi setelah menjadi aparat Pemda, pemikiran saya
> sedikit berubah, rupanya masih ada lagi jalan lain
> dalam menyelesaikan masalah tersebut, insentif
> adalah salah satunya.  Apa bentuknya?  Bentuk
> insentif yang diberikan pemerintah sangat beragam
> sekali, setiap kasus permasalahan pertanian
> mempunyai bentuk insentif yang berbeda-beda.
>
> Apakah subsidi-proteksi perlu dihapuskan?  Untuk hal
> ini sangat tergantung situasinya.  Kita perlu
> melihat apakah subsidi-proteksi itu memberikan
> kebaikan bagi pertanian kita secara utuh atau hanya
> akan melemahkan.
>
> Wassalam
>
> "eko_ipb" <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
>
> >Teman sekalian, saya kurang sependapat jika petani
> mendapatkan subsidi
> >dari pemerintah terus -menerus  Yang perlu
> diberikan pemerintah kepada
> >mereka adalah keberpihakan pemerintah dalam
> melindungi kegiatan mereka,
> >mulai dari pembenihan sampai penjualan produknya.
> Saya melihat, bahwa
> >daya jual petani kita masih lemah.  Saya kadang
> prihatin kalau orang
> >menyebut, mangga philiphine atau .... durian
> thailand, ...dsb.  Kalu
> >petani kita mampu untuk meningkatkan daya jual
> produknya, barangkali
> >petani kita akan sejahtera.  Disisi lainnya, selama
> pendapatan
> >perkapita masyarakat indonesia masih rendah, maka
> harga beras akan
> >ditekan sedemikian rupa sehingga petani pas-pasan
> pisan untungnya. 
> >Kalu begini, darimana ya... mengangkat petani kita?
> >
> >Eko,
> >yang lagi hima.......zzzz
>
>
> --
> Tatang Sopian
>
> Tokyo University of Agriculture and Technology
> Department of International Environmental and
> Agricultural Science
> Laboratory of Plant Genetics and Biotecnology
>
>
>
__________________________________________________________________
> Switch to Netscape Internet Service.
> As low as $9.95 a month -- Sign up today at
> http://isp.netscape.com/register
>
> Netscape. Just the Net You Need.
>
> New! Netscape Toolbar for Internet Explorer
> Search from anywhere on the Web and block those
> annoying pop-ups.
> Download now at
> http://channels.netscape.com/ns/search/install.jsp
>
>
>
=========================================================================
>                    "Ilmu Pengetahuan dan Teknologi
> untuk Kesejahteraan Rakyat dan Kelestarian Sumber
> Daya Alam Indonesia"
>
-------------------------------------------------------------------------
> Related homepages to IASA :
>            http://www.iasa-online.org/
>          
> http://www.greendigitalpress.net/publications/ijas/
>
=========================================================================
>
>
>
>
> ---------------------------------
> Yahoo! Groups Links
>
>    To visit your group on the web, go to:
> http://groups.yahoo.com/group/iasa/
>  
>    To unsubscribe from this group, send an email to:
> [EMAIL PROTECTED]
>  
>    Your use of Yahoo! Groups is subject to the
> Yahoo! Terms of Service.
>
>
> __________________________________________________
> Do You Yahoo!?
> Tired of spam?  Yahoo! Mail has the best spam
> protection around
> http://mail.yahoo.com


__________________________________________________
Do You Yahoo!?
Tired of spam?  Yahoo! Mail has the best spam protection around
http://mail.yahoo.com


=========================================================================
                   "Ilmu Pengetahuan dan Teknologi
untuk Kesejahteraan Rakyat dan Kelestarian Sumber Daya Alam Indonesia"
-------------------------------------------------------------------------
Related homepages to IASA :
           http://www.iasa-online.org/
           http://www.greendigitalpress.net/publications/ijas/
=========================================================================


__________________________________________________
Do You Yahoo!?
Tired of spam? Yahoo! Mail has the best spam protection around
http://mail.yahoo.com

=========================================================================
                   "Ilmu Pengetahuan dan Teknologi
untuk Kesejahteraan Rakyat dan Kelestarian Sumber Daya Alam Indonesia"
-------------------------------------------------------------------------
Related homepages to IASA :
           http://www.iasa-online.org/
           http://www.greendigitalpress.net/publications/ijas/
=========================================================================




Yahoo! Groups Links

Kirim email ke