Dari kasus yang dilontarkan ini, ada beberapa pokok yang dapat kita kaji:

- Produk susu lokal (atau gula) tidak menjadi preferensi dari para konsumen 
yang cenderung lebih memilih susu impor.  Untuk ini kita perlu mengkajinya, 
mengapa ini terjadi dan apakah sumber permasalahannya ?  Apakah karena kita 
membuka keran impor, lalu dengan serta merta konsumen meninggalkan susu lokal ? 
 Ataukah karena mutu produk, kemasan, harga atau yang lainnya kurang memenuhi ?

- Harga susu lokal (gula) anjlok.  Kita tahu bahwa harga ini anjlok merupakan 
sebab akibat dari konsumen meninggalkan susu lokal dan memilih susu impor.  
Keran impor terlanjur telah kita buka.  Apakah jika kita menutupnya kembali 
dengan proteksi, atau dengan pemberian subsidi, harga susu lokal akan kembali 
seperti sedia kala ?  Ini juga menjadi pertanyaan tersendiri yang perlu kita 
kaji lebih jauh.

- Sisi perdagangan internasional.  Kita mengetahui adanya ekspor impor itu 
disebabkan oleh adanya suplai dan demand antar negara2 di dunia.
Kalau tidak salah, mohon dikoreksi jika salah, suplai dan demand perdagangan 
internasional ini, bukan didasari asumsi bahwa di sebuah negara sama sekali 
tidak memproduksi satu jenis produk sementara di sebuah negara lainnya 
over-produksi produk tersebut juga dan bukan pula didasari oleh harga produk 
yang lebih murah di satu negara dan di negara lainnya lebih mahal, melainkan 
didasarkan pada perbedaan efisiensi produksi antar negara-negara tersebut.  
Sehingga di negara manapun akan kita temukan bahwa meskipun mereka menghasilkan 
sebuah produk, mereka akan tetap melaksanakan ekspor impor produk tersebut dari 
berbagai negara yang berbeda (baik harga produk maupun  mutu atau kuantitas 
atau lainnya).  Terkadang berakibat perdagangan internasional ini menghasilkan 
nilai surplus ataupun minus.  Tapi bukan surplus-minus itu yang menjadi 
tujuannya, melainkan tingkat efisiensi pemenuhan kebutuhan dalam negeri yang 
diperoleh dari perdagangan internasional itu.  Dengan langkah kebijakan yang 
salah, kita bisa mengakibatkan inefisiensi pemenuhan tersebut.

Begitu kira-kira.  Mohon pencerahan lebih lanjut dari rekan2 lainnya.

Kuntoro Boga <[EMAIL PROTECTED]> wrote:

>Contoh kasus yang saya ingin munculkan disini. Sejak era 70-an pemerintah 
>memberikan proteksi terhadap impor susu sampai pertengahan 90-an melalui 
>kepressnya. Kemudian industri ini berkembang maju dan sampai dianggap sanggup 
>mandiri dengan GKSI-nya.  Selanjutnya keran impor dibuka karena adanya desakan 
>external maupun internal. Hingga sekarang harga susu lokal anjlok dan petani 
>susu teriak-teriak menuntut pabrik yang notabene milik asing dan bisa ambil 
>susu dari luar untuk menaikan harga.
>Cerita ini sama dengan kasus industri gula di Indonesia yang tidak efisien dan 
>kalah bersaing dibandingkan produsen di luar negeri,  sehingga pemerintah 
>dimasa lalu  memberikan proteksi, juga untuk kegiatan produksi pertanian 
>lainnya.
> 
>Kalaulah seperti yang Pak Tatang sebutkan, proteksi tidak selalu baik dan 
>mungkin bisa meninabobokkan petani kita, Bagaimana meningkatkan efisiensi 
>sehingga harga susu peternak lokal  kita lebih murah dari Australia,  Gula 
>kita lebih murah dari Thailand dan Brasil dll?   apa yang sebaiknya dilakukan 
>pemerintah? 
>
>Kuntoro Boga


-- 
Tatang Sopian

Tokyo University of Agriculture and Technology
Department of International Environmental and Agricultural Science
Laboratory of Plant Genetics and Biotecnology


__________________________________________________________________
Switch to Netscape Internet Service.
As low as $9.95 a month -- Sign up today at http://isp.netscape.com/register

Netscape. Just the Net You Need.

New! Netscape Toolbar for Internet Explorer
Search from anywhere on the Web and block those annoying pop-ups.
Download now at http://channels.netscape.com/ns/search/install.jsp


=========================================================================
                   "Ilmu Pengetahuan dan Teknologi 
 untuk Kesejahteraan Rakyat dan Kelestarian Sumber Daya Alam Indonesia"
-------------------------------------------------------------------------
Related homepages to IASA : 
           http://www.iasa-online.org/
           http://www.greendigitalpress.net/publications/ijas/
========================================================================= 
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/iasa/

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [EMAIL PROTECTED]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/
 


Kirim email ke